Surah An-Naml : Ayat 35
وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ

"Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ratu balqis kemudian mengemukakan gagasannya di hadapan pembesar-pembesar kerajaannya. Ratu mengatakan: "dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka, nabi sulaiman dan pengawal kerajaannya, dengan membawa hadiah yang banyak, sangat berharga dan bernilai, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu, bagaimana sikap raja sulaiman terhadap kebijakanku ini'"36. Sesuai dengan arahan ratu balqis, berangkatlah utusan ratu dari negeri saba' di yaman menuju palestina tempat kediaman nabi sulaiman dengan membawa hadiah-hadiah itu. Maka ketika para utusan itu sampai kepada sulaiman dan mengemukakan maksud kedatangannya dan menyampaikan hadiah dari ratu balqis, dia, sulaiman, sama sekali tidak tertarik untuk melihat hadiah-hadiah itu bahkan berkata kepada para utusan itu, 'apakah kamu akan memberi harta kepadaku. Dan kamu masih tetap dalam kesyirikan dan kekafiranmu' tak mungkin hal itu terjadi. Ketahuilah oleh kalian bahwa apa yang Allah berikan kepadaku berupa kenabian, kerajaan, harta benda, dan bala tentara itu jauh lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu yang berupa perhiasan dunia semata. Tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Aku tidak butuh terhadap hadiah-hadiah itu. Kembalikanlah hadiah-hadiah itu kepada orang yang mengutusmu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 32-35 Setelah Balqis membacakan surat nabi Sulaiman, maka dia meminta saran dari mereka tentang apa yang harus ia lakukan. Oleh karena itu dia berkata: (Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)) yaitu sampai kalian hadir dan mengemukakan saran (Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan)") Mereka menyebutkan kepada ratunya tentang jumlah, peralatan, dan kekuatan mereka, kemudian menyerahkan keputusan mereka kepadanya setelah menjelaskan hal itu, seraya berkata: (dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan) yaitu tidak ada hambatan bagi kami dan keberatan jika engkau berniat akan memeranginya. Setelah itu segala sesuatu kami serahkan kepada pendapatmu, kami akan mengerjakan dan menaatinya. Hasan Al-Bashri berkata bahwa mereka menyerahkan keputusan mereka kepada ratu mereka. Setelah mereka mengemukakan pendapatnya kepadanya, dan ratu mereka lebih luas wawasannya daripada mereka dan lebih mengetahui tentang nabi Sulaiman, bahwa nabi Sulaiman adalah seorang raja yang mempunyai tentara yang sangat banyak, dan tunduk kepadanya kalangan jin, manusia, dan semua burung. Ia menyaksikan melalui surat yang diantarkan burung hud-hud perkara yang sangat menakjubkan dan aneh. Oleh karena itu ia berkata kepada mereka,"Sesungguhnya aku khawatir akan mengalami kekalahan jika memerangi dan menentangnya, lalu dia mengincar kita dengan tentaranya, lalu membinasakannya bersama tentaranya, sehingga dia kebinasaan dan darah akan menimpa aku dan kalian, bukan orang lain" Oleh karena itu dia berkata: (Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya) Ibnu Abbas berkata, yaitu apabila raja-raja memasuki suatu negeri dengan paksa, maka mereka akan merusaknya, yaitu memeranginya (dan menjadikan hina penduduknya yang mulia), yaitu mereka menginginkan apa yang ada padanya berupa wilayah dan tentara, lalu mereka menghinakannya dengan sehina-hinanya, baik dengan dibunuh ataupun dijadikan tawanan. Ibnu Abbas berkata bahwa Balqis berkata: (Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan hina penduduknya yang mulia) kemudian Allah SWT berfirman: (dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat) Kemudian Balqis mengambil keputusan untuk cenderung kepada perdamaian, gencatan senjata, dan diplomasi. Lalu dia berkata: (Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu (35)) yaitu aku akan mengirimkan hadiah yang layak untuk raja seperti dia. Dan aku akan menunggu jawabannya setelah itu, barangkali dia menerima hal itu dan membiarkan kita, atau dia akan menetapkan upeti atas kita yang kita memberikat kepadanya setiap tahun, sebagai pegangan untuk kita terhadapnya dan dia membiarkan dan tidak memerangi kita. Qatadah berkata,”Betapa alangkah cerdiknya dia di masa dia Islam dan masih musyrik. dia mengetahui bahwa hadiah itu dapat melunakkan hati orang.
Tafsir As-Sa'di
34-35 kemudian sang ratu berkata kepada mereka untuk meyakinkan mereka tentang pendapat mereka, sambil menjelaskan buruknya dampak peperangan, ”sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya,” dalam bentuk pembunuhan, penawanan, perampasan harta benda dan pengrusakan bangunan-bangunannya, “dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina,” maksudnya, mereka menjadikan para pemimpin kaum bangsawannya termasuk orang-orang yang hina. Maksudnya, ini adalah pendapat yang kurang tepat. Dan juga, aku tidak akan patuh kepadanya sebelum melakukan pengujian dan mengutus orang yang menyingkap tentang segala kondisinya dan mempertimbangakannya, barulah permasalahan kita akan menjadi jelas. Lalu dia berkata, ”sesungguhnya aku akan mengutus utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu,” darinya. Apakah dia tetap pada pendirian dan pendapatnya? Ataukah dia akan terpedaya dengan hadiah, dan hadiah itu mampu merubah pikirannya? Dan bagaimana pula keadaan bala tentaranya?!
Tafsir Al-Wajiz
35. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu"

Sumber tafsir dari tafsirweb.com