Surah Asy-Syu'ara : Ayat 34
قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٌ
"Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Fir'aun mencoba memengaruhi para pembesarnya agar jangan terpengaruh oleh ajakan nabi musa. Dia, fir'aun, berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, 'sesungguhnya dia ini pasti seorang pesihir yang sangat pandai, maka janganlah kamu sekalian tertipu olehnya. "35. Dia hendak mengusir kamu dari negerimu yang subur makmur ini, di mana kamu hidup enak dan tenang di dalamnya, dengan ilmu sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan kepadaku sehingga aku bisa melaksanakannya'' fir'aun merasa terdesak sehingga meminta pertimbangan dari para pembesarnya. Pengusiran seorang dari negerinya adalah sebuah prahara kehidupan, karena mereka harus meninggalkan apa yang mereka cintai. Fir'aun menggunakan taktik ini agar mereka merasa tersentak dan akhirnya melawan nabi musa.
Tafsir Ibnu Katsir
Setelah hujjah ditegakkan terhadap Fir'aun dengan keterangan yang jelas dan masuk akal, Fir'aun memakai kekuasaan dan kekuatan untuk mengalahkan nabi Musa. Fir'aun yakin bahwa dia tidak dapat melanjutkan perdebatannya, lalu Fir’aun berkata: (Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan) Lalu nabi Musa menjawab: (Dan apakah (kamu akan melakukan ini) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata)? yaitu bukti yang pasti lagi jelas (Fir’aun berkata, "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu termasuk orang-orang yang benar” (31) Maka Musa melemparkan tongkatnya yang tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata (32)) yaitu jelas dan terang, kelihatan nyata sangat besar mempunyai kaki-kaki dan mulut yang besar serta bentuknya sangat mengerikan (Dan ia menarik tangannya) yaitu dari dalam bajunya (maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya) yaitu, berkilauan seperti sinar bulan, Maka serta merta Fir’aun, karena keangkuhannya, dia mendustakan dan mengingkarinya, lalu dia berkata kepada para pemuka di sekelilingnya: (Sesungguhnya Musa itu benar-benar seorang ahli sihir yang pandai) yaitu orang yang mahir dalam ilmu sihir. Fir'aun menghasut mereka, bahwa itu termasuk ilmu sihir, bukan mukjizat. Kemudian dia mendorong dan menggerakkan mereka untuk menentang dan mengingkari nabi Musa. Lalu dia berkata: (Dia hendak mengeluarkanmu dari negerimu dengan sihirnya. Maka, apa yang kamu sarankan?” (35)) yaitu dia bermaksud memperoleh hati orang-orang agar mengikutinya, sehingga para pendukung, para pembantu, dan para pengikutnya menjadi bertambah banyak, dan dia akan mengalahkan negeri kalian, lalu merebutnya dari kalian. Maka berilah aku saran apa yang harus kulakukan terhadapnya? (Mereka menjawab, "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir) (36) niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu (37)) yaitu, tangguhkanlah dia dan saudaranya itu sebelum kamu menghimpunkan semua pakar tukang sihir dari kota-kota dan daerah-daerah di negerimu untuk menghadapinya. Mereka akan mendatangkan hal yang semisal dengan apa yang dia bawa, dan akhirnya kamu yang menang dan mendapat dukungan. Maka Fir'aun menyetujui hal itu. Padahal ini merupakan makar dari Allah terhadap mereka untuk menundukkan mereka dalam pertandingan hal itu, karena semua orang akan berkumpul di suatu lapangan untuk menyaksikannya, dan mukjizat-mukjizat, hujjah-hujjah, dan bukti-bukti Allah akan tampak di hadapan manusia di siang hari dengan jelas.
Tafsir As-Sa'di
34-37 “berkatalah” fir’aun “kepada pembesar-pembesar di sekelilingnya,” sambal menentang kebenaran dan orang yang membawanya, “sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, dia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri.” Dia memperdaya mereka karena fir’aun tahu kerendahan akal mereka, bahwa ini (yang diperlihatkan oleh Musa) termasuk drai jenis yang dilakukan oleh para tukang sihir, sebab sudah menjadi suatu ketetapan dikalangan mereka bahwa para tukang sihir itu datang dengan membawa berbagai keanehan yang tidak mampu dilakukan oleh orang awam; dan fir’aun menakut-nakuti mereka bahwa tujuan Musa dengan sihirnya ini adalah agar bisa mengeluarkan mereka dari tanah air mereka, agar mereka bersungguh-sungguh dan berupaya maksimal dalam memusuhi orang yang hendak mengusir dan menjauhkan mereka dari anak-anak dan kampung halaman mereka. “maka karena itu, apakah yang kamu anjurkan,” untuk kita lakukan? “mereka menjawab, ’tundalah (urusan) dia dan saudaranya,” maksudnya, tangguhkanlah keduanya, “dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan,” maksudnya, orang-orang yang mengumpulkan masyarakat, sehingga mereka datang
Tafsir Al-Wajiz
34. Fir’aun berkata kepada orang-orang sekelilingnya, yaitu orang-orang terpandang, para bangsawan dan para tuan: “Sesungguhnya sihir ini telah melampaui ilmu sihir”.