Surah Al-An'am : Ayat 32
وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sebenarnya kalau mereka menggunakan nalar dan nurani yang jernih dalam menyikapi ajaran Al-Qur'an, mereka akan memahami bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau yang hanya akan bermanfaat jika digunakan untuk kehidupan di akhirat. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman dan melindungi dirinya dari malapetaka dunia dan akhirat. Apakah kamu tidak memikirkan-Nya secara mendalam' manusia yang tertipu kehidupan dunia itu mengingkari ayat-ayat Allah dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan rasulullah. Sungguh, kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan bahwa hidup ini hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan pernah dibangkitkan untuk hidup di akhirat setelah kita mati, itu benar-benar menyedihkan hatimu, wahai nabi Muhammad. Bersabarlah menghadapi mereka, janganlah bersedih, karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau. Nurani mereka mengakui kebenaran engkau sebagai rasul Allah, tetapi orangorang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah karena kesombongan dan ketertutupan hati mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 31-32 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kerugian orang yang mendustakan pertemuan denganNya, tentang kekecewaan mereka ketika datang hari kiamat kepada mereka secara tiba-tiba, dan penyesalan mereka atas kelalaian mereka dalam beramal, serta perbuatan buruk mereka yang lalu. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!") Dhamir ini bisa merujuk kepada kehidupan, bisa kepada amal, dan bisa kepada hari akhirat, yaitu perkara itu. Firman Allah: (sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu) yaitu yang mereka bawa. Qatadah berkata,”Mereka ketahui”. Firman Allah SWT: (Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau) yaitu sesungguhnya kebanyakan demikian (Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kalian memahaminya?)
Tafsir As-Sa'di
32. Ini adalah hakikat dunia dan akhirat. adapun hakikat dunia, maka ia adalah main-main dan senda gurau, main-main pada badan dan senda gurau pada hati. Hati cenderung kepadanya, jiwa mencintainya, amnisi-ambisi terkait denganya, dan menyibikkan diri dengannya adalah seperti permainan anak-anak. Adapun akhirat. Maka ia “ lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,” dalam dzat, sipat, kekekalan, kelanggengannya. Di dalamnya terdapat apa yang di inginkan oleh jiwa dan di nikmati oleh mata, berupa kenikmatan hati dan ruh, dan banyaknya kebahagaiaan dan kesenangan, akan tetapi kenikmatan akhirat bukan untuk semua orang. Ia hanya untuk orang-orang yang takwa yang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjuahi larangan-laranganNya. “ maka tidakkah kamu memahaminya?” maksudnya apakah kamu tidak memiliki akal yang dengannya kamu mengetahui rumah manakah yang lebih layak di utamakan?
Tafsir Al-Wajiz
32. Allah membalas perkataan orang-orang kafir “Tiada kehidupan lagi kecuali kehidupan kami di dunia”, bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah permainan yang tidak bisa mewujudkan suatu kemanfaatan dan tidak juga memberikan kemudharatan, serta hiburan yang memalingkan dari sesuatu yang bermakna dan penting. Kehidupan (dunia) itu adalah fatamorgana yang menipu. Sedangkan rumah akhirat dan persiapan diri untu menyambutnya itu lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah, takut berbuat syirik dan maksiat. Apakah kalian tidak memikirkan hal itu, wahai orang yang mengingkari akhirat?

Sumber tafsir dari tafsirweb.com