Surah Yasin : Ayat 31
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

"Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan berita yang orang-orang musyrik mekah terima dari rasulullah, tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan akibat pengingkaran mereka kepada utusan Allah' padahal kami telah menetapkan bahwa orang-orang yang telah kami binasakan itu tidak ada yang kembali lagi kepada mereka. Me-reka tidak akan kembali ke dunia. 32. Dan setiap umat, dari generasi pertama hingga terakhir, semuanya akan dihadapkan oleh malaikat kepada kami untuk diminta pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 30-32 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu) yaitu, alangkah celakanya hamba-hamba itu. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu) yaitu alangkah kecewanya hamba-hamba itu atas diri mereka karena menyia-nyiakan perintah Allah dan melalaikan kewajiban mereka kepada Allah. Menurut suatu bacaan disebutkan "Alangkah kecewanya hamba-hamba itu atas diri mereka” maknannya adalah alangkah kecewa dan menyesalnya mereka pada hari kiamat jika mereka menyaksikan azab, karena mereka mendustakan para rasul Allah dan menentang perintahNya saat mereka hidup di dunia (tiada datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya) yaitu mendustakan, memperolok-olok, dan mengingkari kebenaran yang disampaikan olehnya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka (31)) yaitu apakah mereka tidak mengambil pelajaran dari orang-orang yang sebelum mereka yang mendustakan para rasul? bagaimana mereka tidak dikembalikan ke dunia ini. dan perkaranya tidaklah seperti apa yang diduga oleh kebanyakan dari orang-orang bodoh dan orang-orang durhaka mereka yang berkata: (kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup) (Surah Al-Mu-minun: 37) Mereka adalah orang-orang yang berkata tentang adanya pengulangan dari golongan “Dahriyyah”. Mereka adalah orang-orang yang berkeyakinan, karena kebodohan mereka, bahwa mereka akan dikembalikan ke dunia sebagaimana mereka hidup di sana. Maka Allah menolak keyakinan mereka yang bathil itu, maka Allah SWT berfirman: (Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka (31)) Firman Allah: (Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami (32)) yaitu sesungguhnya semua umat yang terdahulu dan yang akan datang, akan dikumpulkan untuk menjalani perhitungan amal perbuatan di hari kiamat di hadapan Allah SWT. Maka Dia akan membalas amal perbuatan mereka dari yang baik dan yang buruk. Makna ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka) (Surah Hud: 111)
Tafsir As-Sa'di
31-32. “tidakkah mereka mengetahui betapa bnayak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasannya (orang-orang yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada kami,” Allah menyatakan, tidakkah mereka melihat dan mengambil pelajaran dari orang-orang sebelum mereka, yaitu generasi-generasi yang mendustakan para rasul yang telah dibinasakan oleh Allah dan ditimpa azabNya; dan kelak Allah akan mengembalikannya sebagai makhluk baru, Dia akan menghidupkan kembali sesudah kematian mereka serta akan menghadirkan mereka di hadapanNya untuk diberikan keputusan dengan keputusan yang adil di antara mereka, yang di situ Dia tidak menzhalimi seberat biji sawipun, "jika kebaikan, maka Dia akan melipatgandakannya dan akan memberikan pahala yang sangat besar dari sisiNya."
Tafsir Al-Wajiz
31. Apakah orang-orang musyrik Mekah itu tidak tahu (Istifham yang dimaksud disini adalah istifham taqriry, maknanya adalah akuilah bahwa kalian mengetahuinya) bahwa Kami telah menghancurkan banyak umat-umat terdahulu sebelum mereka mendustakan rasul-rasul mereka. Sungguh Kami telah menentukan bahwa mereka tidak bisa kembali ke dunia setelah dibinasakan.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com