Surah Luqman : Ayat 30
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

"Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menjelaskan tujuan dari penjelasan bukti-bukti kebesaran dan keesaan-Nya. Demikianlah, perjalanan alam semesta yang menakjubkan itu, karena sesungguhnya penciptanya adalah Allah; dialah tuhan yang maha esa yang layak disembah dengan sebenarnya, dan apa saja yang mereka seru dan sembah selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, dialah yang mahatinggi zat-Nya, mahabesar kekuasaan-Nya. 31. Allah memaparkan fenomena-fenomena di bumi yang menjadi bukti kekuasaan dan keesaan-Nya. Wahai orang yang berakal, tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dan tidak tenggelam dengan berkat rahmat Allah melalui pengetahuan yang dia anugerahkan kepadamu sehingga bisa mengangkut barang-barang yang engkau butuhkan sebagai nikmat Allah, agar dengan itu semua diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dalam menghadapi ujian-Nya dan banyak bersyukur atas nikmat-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 29-30 Allah SWT memberitahukan bahwa: (Allah memasukkan malam ke dalam siang) yaitu mengambil sebagian darinya ke dalam siang sehingga siang menjadi panjang, dan malam menjadi pendek. Hal ini terjadi pada musim panas, karena di musim panas itu siang hari sangat panjang. Kemudian mulai berkurang, dan malam hari menjadi panjang dan siang hari menjadi pendek. Hal ini terjadi pada musim dingin (dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan) Dikatakan, maknannya adalah sampai pada tujuan yang ditetapkan. Dikatakan juga bahwa maknannya sampai hari kiamat. Kedua pendapat itu benar. Pendapat pertama dikuatkan dengan hadits Abu Dzar yang terdapat di dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda:”"Wahai Abu Dzar, apakah kamu mengetahui ke manakah matahari ini pergi?” Aku menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui” Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya matahari ini pergi dan sujud di bawah 'Arsy kemudian ia meminta izin kepada Tuhannya. Maka sudah dekat masanya akan dikatakan kepada matahari,"Kembalilah kamu ke arah kamu datang” Firman Allah: (dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) sebagaimana firmanNya: (Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi) (Surah Al-Hajj: 70) Makna ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui segala sesuatu, sebagaimana firmanNya: (Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu (12)) (Surah Ath-Thalaq) Firman Allah SWT: (Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang bathil) yaitu sesungguhnya Dia menampakkan kepada kalian tanda-tanda kekuasaanNya agar kalian dapat menyimpulkan darinya bahwa Dialah Dzat yang hak yaitu benar adaNya dan Tuhan yang sebenarnya, dan bahwa semua yang selain Dia itu bukan apa-apa. Maka sesungguhnya Dia Maha Kaya dari selainNya, dan segala sesuatu membutuhkanNya, karena semua yang ada di langit dan di bumi merupakan makhluk dan hamba-hambaNya. Tidak ada seorangpun dari mereka yang dapat menggerakkan suatu dzarrah pun kecuali dengan izinNya. Seandainya semua penduduk bumi berkumpul untuk menciptakan seekor lalat, maka mereka tidak akan mampu melakukannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (30)) yaitu Maha Tinggi, tidak ada yang lebih tinggi daripada Dia, dan Maha Besar daripada segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk dan hina di hadapanNya
Tafsir As-Sa'di
30. “Demikianlah,” yang Dia jelaskan kepada kalian dari keagunganNya dan sifat-sifatNya itu adalah, “karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang haq,” pada DZat dan sifat-sifatNya; dan agamaNya pun haq, para RasulNya haq, janjiNya haq, ancamanNya haq dan beribadah kepadaNya haq. “Dan bahwasanya apa saja yang mereka seru selain dariNya itulah yang batil,” pada dzat dan sifat-sifatnya. Kalau saja bukan penciptaan Allah padanya, tentu ia tidak akan pernah ada, dan kalau saja bukan karena karuniaNya, tentu tidak akan ada yang tersisa darinya. Maka kalau ia batil (palsu) maka menyembahnya pun tentu lebih batil dan lebih batil lagi. “Dan bahwa Allah Dia-lah Yang Mahatinggi,” dengan DzatNya di atas seluruh makhlukNYa, yang Mahatinggi sifat-sifatNya (Maha tidak mungkin) kalau dianalogikan dengan sifat-sifat siapa pun di antara makhlukNYa, dan Dia Tinggi (menguasai) manusia dan mengendalikan mereka, “lagi Mahabesar,” yang milikNya-lah kebesaran pada DzatNya dan sifat-sifatNya, dan milikNya-lah kebesaran di dalam jiwa penghuni langit dan bumi.
Tafsir Al-Wajiz
30. Itu semua yang disebut adalah bukti keluasan ilmu Allah, kesempurnaan kekuasaan-Nya, dan kesempurnaan segala penciptaan-Nya. Agar mereka tahu bahwa Allah adalah Maha Benar dalam Dzat-Nya, Yang paling berhak untuk disembah. Adapun berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik hakikatnya adalah tidak ada, jika dibandingkan deng Dzat Ketuhanan Allah. Allah Maha Tinggi, Maha Tinggi atas segala ciptaan-Nya, Maha Mengalahkan/Menguasai atas segala sesuatu. Maha Agung, Yang Menguasai Kerajaan yang sebenarnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com