Surah Al-Ankabut : Ayat 30
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْمُفْسِدِينَ

"Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”."

Tafsir Ringkas Kemenag
-.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Allah SWT memberitahukan tentang tentang nabiNya, Luth, bahwa dia mengingkari perbuatan jahat kaumnya, mereka biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang buruk berupa mendatangi lelaki yang mana perbuatan itu belum pernah ada seorangpun dari anak cucu nabi Adam yang melakukannya sebelum mereka. Selain itu mereka kafir kepada Allah, mendustakan dan menentang rasulNya, dan gemar menyamun. yaitu mereka menghadang orang-orang yang melewati jalan, lalu membunuh mereka dan merampas harta mereka (dan kalian mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian) yaitu mengerjakan perbuatan dan mengucapkan perkataan yang tidak layak di tempat-tempat pertemuan mereka yang mana sebagian dari mereka tidak mengingkari sebagian yang lain terhadap perbuatan mungkar itu. Firman Allah SWT: (Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan.”Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”) Ini merupakan kekafiran dan sikap mengolok-olok dan keingkaran mereka. Oleh karena itu nabi Luth meminta tolong kepada Allah atas mereka, maka dia berdoa: (Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu)
Tafsir As-Sa'di
30-35. Nabi Luth pun berputus asa dari mereka dan telah mengetahui bahwa mereka telah pantas mendapatkan azab. Dia sangat prihatin atas pendustaan yang mereka lakukan terhadapnya, maka dari itu ia mendoakan keburukan atas mereka, seraya berkata, “Ya Rabbku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” Allah mengabulkan doanya. Maka Allah mengutus malaikat untuk membinasakan mereka. Malaikat singgah di kediaman Ibrahim sebelum membinasakan kaum LUth. mereka memberitahukan kepadanya bahwa ia kan dikarunia Ishaq, lalu berikutnya adalah Ya’qub. Kemudian Ibrahim bertanta kepada mereka, “Kemana kalian hendak pergi?” malaikat pun memberitahu kalau mereka bermaksud akan membinasakan kaum Luth. Maka Ibrahim pun mendebat mereka dan mengatakan, “Sesunggunya di kota itu ada Luth.” Mereka menjawab, “Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal.” Lalu mereka meneruskan perjalanan hingga akhirnya sampai kepada Luth. Kedatangan mereka telah membuatnya tidak enak dan merasa sangat keberatan, sebab dia tidak mengenal mereka dan bahkan dia mengira kalau para malaikat itu adalah para musafir yang bertamu. Ia sangat mengkhawatirkan mereka dari perlakuan kaumnya. Maka kemudian para malaikat itu berkata kepadanya, “Janganlah kamu takut dan jangan pula bersedih hati,” dan mereka memberitahu kepadanya bahwa mereka adalah utusan Allah, “Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuai istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal. Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab atas penduduk kota ini,” maksudnya adalah siksaan, “dari langit karena mereka berbuat fasik.” Lalu para malaikat menyuruhnya agar pergi di malam hari bersama keluarganya. Dan setelah pagi hari tiba, Allah membalik negeri mereka, bagian bawah menjadi bagian atasnya, dan Allah menurunkan hujan bebatuan dari Sijjil terhadap mereka secara berkelanjutan hingga membinasakan mereka semua. Kemudian mereka menjadi salah satu cerita malam hari dan menjadi salah satu ibrah (pelajaran dan peringatan). “Dan sesungguhnya Kami tinggalkan darinya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.” Maksudnya, Kami sisakan dari perkampungan negeri kaum Luth itu beberapa bekas-bekas yang nyata untuk kaum yang mampu memahami ibrah dengan hati mereka sehingga mereka dapat mengambil pelajaran darinya, sebagaimana Allah menyatakan, "Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (Ash-Shaffat:137-138).
Tafsir Al-Wajiz
30. Luth berkata: “Ya Tuhanku, tolonglah aku dengan menurunkan azabmu kepada kaum yang merusak dan suka bermaksiat dengan mendatangi lelaki dan mempraktekkan kemunkaran” Lalu Allah mengabulkan doanya dan mengutus para malaikat kepadanya untuk mengazab mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com