Surah Ibrahim : Ayat 30
وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا۟ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى ٱلنَّارِ
"Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidak hanya mengingkari Allah dan nikmat-nikmat-Nya, mereka (orang kafir) itu telah menjadikan dan menyembah berhala-berhala sebagai tandingan bagi Allah yang seharusnya mereka imani dan esakan. Mereka melakukan hal tersebut untuk menyesatkan manusia dari jalan dan agama-Nya. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, bersenang-senanglah di dunia ini dengan keingkaran kamu, karena sesungguhnya dunia ini akan segera sirna dan tempat kembalimu adalah ke neraka. Di sanalah kamu akan menerima balasan setimpal atas keingkaranmu. Wahai nabi Muhammad, katakan dan pesankan-lah kepada hambahamba-ku yang telah beriman, untuk menyempurnakan iman, hendaklah mereka melaksanakan salat dengan segala aturan-aturannya, menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan di jalan Allah, baik yang bersifat wajib maupun sunah. Hendaklah mereka berinfak sebelum datang hari kiamat ketika tidak ada lagi jual beli, yakni penebusan atas siksa Allah, dan tidak ada lagi persahabatan yang diharapkan dapat menyelamatkan manusia dari azab-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Imam Bukhari berkata tentang firmanNya: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) Tidakkah kamu mengetahui (Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana) (Surah Ibrahim: 24) dan (Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar) (Surah Al-Baqarah: 243) kata Al-Bawar adalah kebinasaan, dari kata kata baraa, yabuuru, bauran (Kaum yang binasa) (Surah Al-Furqan: 18) yaitu binasa. Diriwayatkan dari ‘Atha’ yang telah mendengar Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) dia berkata,”Mereka adalah orang-orang kafir Makkah” Pendapat yang terkenal dan benar dari Ibnu Abbas adalah pendapat pertama, sekalipun maknanya mencakup semua orang kafir. Sesungguhnya Allah mengutus nabi Muhammad SAW untuk semua manusia dan nikmat untuk mereka. Siapa saja yang menerima dan mengamalkannya sebagai rasa syukurnya, maka dia masuk surga. Dan siapa saja yang menolak serta mengingkarinya, maka dia masuk neraka. Firman Allah: (Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya) yaitu, mereka menjadikan sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama dengan Allah, dan mengajak orang-orang kepada hal itu. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengancam dan memperingatkan mereka melalui lisan NabiNya: (Katakanlah, "Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah neraka") yaitu bagaimanapun kalian mampu melakukannya di dunia, maka lakukanlah. Bagaimanapun sesuatu itu (maka sesungguhnya tempat kembali kalian adalah neraka") yaitu tempat kembali dan menetap kalian adalah neraka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras) (Surah Luqman: 24)
Tafsir As-Sa'di
30. “Dan orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah”, tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu “supaya mereka menyesatkan (manusiia) dari jalanNya”, untuk menyesatkan para hamba dari jalan Allah melalui tandingan-tandingan yang telah mereka tetapkan bagi Allah dan menyeru orang-orang untuk menyembahnya. “Katakanlah”, untuk mengancam mereka, “Bersenang-senanglah”, dengan kekufuran dan kesesatan kalian sejenak. Kesempatan itu tidaklah bermanfaat bagi kalian “karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”, tempat kembali dan tempat kesudahan mereka adalah di dalamnya. Dan mereka itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.
Tafsir Al-Wajiz
30. Mereka membuat sekutu-sekutu dan pandangan-pandangan tentang tuhan lain yang layak disembah untuk Allah, supaya mereka bisa menempatkan kaumnya di dalam kesesatan daripada bertauhid di agama Islam. Katakanlah kepada mereka: “Wahai orang-orang musyrik bersenang-senanglah dengan syahwat kalian dan menyesatkan selain kalian, maka tempat kembali kalian adalah neraka, tidak ada yang lain bagi kalian kecuali itu”