Surah At-Taubah : Ayat 3
وَأَذَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah ayat sebelumnya menyatakan pemutusan hubungan dengan kaum musyrik mekah, maka ayat ini menegaskan kembali maklumat ini serta menyebarluaskannya kepada semua orang dalam tenggang waktu empat bulan. Dan bahwa inilah satu maklumat atau pemberitahuan dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar yang terjadi pada tahun ke-9 hijriah, bahwa sesungguhnya Allah dan rasulnya berlepas diri dari orang-orang musyrik mekah berupa pemutusan hubungan perjanjian dengan mereka; dan begitu pula rasul-Nya melakukan hal yang sama. Kemudian Allah menegaskan kembali jika kalian, wahai kaum musyrik, bertobat, maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat; dan jika kalian berpaling dari keimanan yang benar atau tidak mau bertobat, maka ketahuilah bahwa kalian tidak dapat melemahkan atau lari dari azab Allah. Dan dengan demikian berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir tersebut bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih, baik di dunia ini sebagai tawanan atau terbunuh dan di akhirat kelak, yaitu dimasukkan ke dalam neraka. -.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman,”Dan pemberitahuan (dari Allah dan Rasul-Nya) dan pendahuluan serta peringatan kepada manusia (pada hari haji akbar) yaitu pada hari raya kurban, yang merupakan hari manasik paling utama, paling jelas, dan paling banyak secara keseluruhan (bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik) berlepas diri dari mereka (juga) kemudian Allah menyeru mereka untuk bertaubat kepadaNya, Dia berfirman: (Kemudian jika kalian (kaum musyrik) bertaubat) yaitu, dari kemusyrikan dan kesesatan yang kalian kerjakan (maka bertaubat itu lebih baik bagi kalian, dan jika kalian berpaling) yaitu kalian terus melakukan apa yang kalian dahulu lakukan (maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah) Bahkan Dia Maha kuasa atas kalian, dan kalian berada dalam genggamanNya, di bawah kekuasaan dan kehendakNya (Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih) yaitu di dunia dengan kehinaan dan siksaan, dan di akhirat dengan pemukul dan belenggu-belenggu. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dia berkata,”Telah bercerita kepadaku Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata,"Abu Bakar mengutusku pada saat musim haji itu untuk bergabung dengan orang-orang yang telah dia kirim pada hari raya kurban yang menyerukan di Mina bahwa sesudah tahun ini orang musyrik tidak boleh melakukan haji, dan tidak pula melakukan thawaf di Ka’bah dengan telanjang" dia berkata,”Kemudian Nabi SAW mengikutkan Ali bin Abi Thalib dan memerintahkannya untuk menyerukan tentang pemutusan hubungan" Abu Hurairah berkata,"Maka Ali bergabung bersama kami untuk menyerukan pemutusan hubungan kepada orang-orang yang ada di Mina pada hari raya kurban, yaitu orang musyrik tidak boleh melakukan haji sesudah tahun ini, dan pula melakukan thawaf di Ka’bah dengan telanjang"
Tafsir As-Sa'di
3. Inilah janji kepada orang-orang Mukmin: bahwa Allah akan memenangkan agamaNya, meninggikan kalimatNya dan mengalahkan musuh-musuh mereka, yaitu orang-orang musyrik yang telah mengusir dan mengeluarkan Rasululoh dan para sahabatnya dari Makkah, dari Baitul Al-Haram, yang membuat mereka memiliki kekuasaan atasnya di tanah Hijaz. Allah memenangkan RasulNYa dan orang-orang yang beriman sampai Makkah dapat ditaklukan dan orang-orang musyrik menjadi terhina. Hukum dan kendali atas negera itu beralih ketangan orang-orang yang beriman. Maka Nabi meminta penyeru agar mengumpulkannya pada hari yang Akbar yaitu Hari penyembelihan, hari berkumpulnya manusia yang Muslim dan yang kafir dari segala penjuru Jazirah Arabia, dia mengumumkan bahwa Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrik, mereka tidak lagi mempunyai perjanjian damai disisiNya, di mana saja mereka berada, maka akan diperangi dan dikatakan kepada mereka, “janganlah kamu mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini” itu terjadi pada tahun 9H, dan Abu Bakar yang memimpin haji ini, sedangkan yang mengumumkan pernyataan pemutusan hubungan pada hari penyembelihan adalah sepupu Rasulullah, Ali bin abi Thalib. Kemudian Allah mendorong orang-orang musyrik agar betaubat dan memperingatkan mereka agar meninggalkan kesyirikan yang mereka ikuti, “kemudian kaum Musrikin bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.” Yakni kamu tidak mungkin berlepas diri dariNya, justru kamu dalam genggamanNya. Dia mampu menguasakan hamba-hambaNya yang beriman atasmu. “dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang amat pedih.” Yakni, azab yang menyakitkan dan mengerikan di dunia dengan ditawan, dibunuh dan diusir dan di akhirat dengan api neraka dan itulah seburuk-buruk tempat.
Tafsir Al-Wajiz
3 Inilah suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari Adha yaitu Haji akbar dimana kegiatan ibadah Haji telah sempurna secara kaffah. bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin yang mengingkari perjanjian, dengan gencatan senjata selama empat bulan. Setelah itu boleh memerangi orang musyrik. Kemudian jika kamu kaum musyrikin bertobat dari kekufuran, maka bertaubat itu lebih baik bagimu daripada berpaling dan tetap dalam kesyirikan dan kekufuran, jika kalian menolak beriman dan taubat bahkan tetap dalam kekufuran maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat menghindar dari azab Allah, bahkan azab itu akan menemui kalian. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir dan tidak beriman kepada risalahmu bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih di akhirat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com