Surah Al-Insan : Ayat 3
إِنَّا هَدَيْنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir."
Tafsir Ringkas Kemenag
Potensi lainnya yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah berupa petunjuk, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang jelas lagi lurus tidak ada jalan yang lurus selainnya, di antara manusia ada yang bersyukur atas nikmat dan petunjuk tuhannya dan ada pula yang kufur, menutupi kebenaran dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya. 4. Bagi yang kufur maka Allah telah menyediakan balasan siksa yang mengerikan, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir yang mantap kekafirannya, rantai yang digunakan untuk mengikat kaki, dan belenggu dan juga neraka yang menyala-Nyala.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan keadaan manusia, bahwa Dia telah menciptakan dan mengadakannya padahal sebelumnya dia bukanlah merupakan sesuatu yang disebut karena terlalu kehinaan dan keiemahannya. Jadi Allah SWT berfirman: (Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)) Kemudian hal itu dijelaskan, lalu Dia berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) yaitu bercampur. Kata “Al-masyju” dan “Al-masyij” yaitu sesuatu yang sebagian darinya bercampur dengan sebagian lain. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya SWT: (dari setetes mani yang bercampur) yaitu air mani laki-laki dan air perempuan jika bertemu dan bercampur, kemudian tahap demi tahap berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain dan dari suatu warna ke warna lain. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan Ar-Rabi' bin Anas, bahwa kata “Al-amsyaj” yaitu bercampurnya air mani laki-laki dan air perempuan. Firman Allah: (yang Kami hendak mengujinya) yaitu, Kami hendak mencobanya. Sebagaimana firmanNya: (supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya) (Surah Hud: 2) (karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat) yaitu Kami menjadikan untuknya pendengaran dan penglihatan sebagai sarana baginya untuk melakukan ketaatan dan kedurhakaan. Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) yaitu Kami menerangkan, menjelaskan kepadanya, dan Kami menjadikan dia dapat melihatnya. Sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu) (Surah Fushshilat: 17) dan (Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (10)) (Surah Al-Balad) yaitu Kami menerangkan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan. Ini menurut suatu pendapat ulama’ dan Mujahid yang terkenal darinya dan mayoritas ulama. Firman Allah: (ada yang bersyukur dan adapula yang kafir) menjadi manshub sebagai haal dari dhamir “ha’” yang ada pada firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) Bentuknya adalah “Maka dia dalam hal ini ada yang celaka dan ada yang berbahagia” Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Abu Malik Al-Asy'ari, dia berkata yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Semua orang akan pergi, maka apakah dia menjual dirinya yang berarti membinasakannya ataukah memerdekakannya?”
Tafsir As-Sa'di
3. Selanjutnya Allah mengutus para rasul untuknya dan menurunkan kitab suci kepadanya serta menunjukannya pada jalan yang menghantarkannya kepada Allah. Allah menjelaskan, menganjurkan, dan memberitahukan dengan perangkat-perangkat yang ada dalam dirinya yang bisa menghantarkannya kepada Allah. Allah juga memberitahukan apa-apa yang akan diperolehnya bila ia menempuh jalan tersebut dan mengujinya dengan hal itu. Selanjutnya manusia terbagi menjadi tipe yang bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan padanya dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang dibebankan Allah padanya dan tipe manusia yang kufur terhadap nikmat Agama dan dunia yang diberikan padanya. Manusia tipe ini menolaknya dan kufur terhadap Rabbnya serta menempuh jalan yang mengantarnya menuju kebinasaan. Allah menyebutkan kedua golongan tersebut pada saat pembalasan nanti seraya berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
3. Sungguh Kami telah menunjukkan kepada mereka jalan kebaikan dan jalan keburukan, Kami juga menunjukkan manfaat dan madharatnya. Adapun orang mukmin senantiasa bersyukur atas nikmat petunjuk itu, namun orang kafir tidak tahu berterimakasih dan syukur keapada Allah