Surah Al-Qamar : Ayat 3
وَكَذَّبُوا۟ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

"Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya"

Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya. 4. Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman bagi mereka untuk tidak berbuat ingkar dan syirik.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan tentang dekatnya hari kiamat, habisnya dunia serta keruntuhannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Telah pasti datangnya ketetapan Allah) (Surah An-Nahl: l) Dan Allah SWT berfirman (Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya) (1)) (Surah Al-Anbiya’) Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd, dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Aku diutus sedangkan aku dan hari kiamat seperti ini” seraya mengisyaratkan dengan kedua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa penduduk Makkah meminta kepada Nabi SAW untuk memperlihatkan suatu mukjizat, maka beliau memperlihatkan kepada mereka bulan yang terbelah menjadi dua, sehingga mereka melihat celah di antara keduanya Firman Allah SWT: (Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda) yaitu dalil, hujjah, dan bukti (mereka berpaling) yaitu tidak mau tunduk kepadanya, bahkan berpaling darinya dan meninggalkannya (dan berkata.”(Ini adalah) sihir yang terus-menerus") Mereka berkata,"Bukti-bukti yang kita lihat ini adalah sihir yang dia lemparkan kepada kami" Makna (mustamir) adalah yang akan lenyap. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Qatadah dan selain keduanya. yaitu bathil dan surut, tidak kekal (Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka) yaitu, mereka mendustakan kebenaran jika kebenaran itu datang kepada mereka, dan mereka hanya mengikuti pendapat dan hawa nafsu mereka karena kebodohan dan kepicikan akal mereka. Firman Allah: (sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya) Qatadah berkata maknanya adalah bahwa kebaikan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan kebaikan, dan keburukan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan keburukan. Firman Allah SWT (Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah) yaitu berita-berita dan kisah-kisah umat-umat yang mendustakan para rasul; dan pembalasan, siksa dan azab yang menimpa mereka, yang terdapat dalam Al-Qur'an (yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)) yaitu, pelajaran yang mencegah mereka dari kemusyrikan dan terus-menerus mendustakan para rasul. Firman Allah SWT: (itulah suatu hikmah yang sempurna) yaitu terkait petunjuk Allah SWT kepada orang yang Dia beri petunjuk, dan tentang penyesatanNya kepada orang yang Dia sesatkan (maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)) yaitu, tidak ada gunanya peringatan-peringatan itu bagi orang yang telah ditetapkan Allah untuk celaka dan hatinya telah dikunci mati, lalu siapakah yang dapat memberinya petunjuk selain Allah? Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Katakanlah, "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya” (149)) (Surah Al-An'am) Demikianlah firman Allah SWT: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) (Surah Yunus: 101)
Tafsir As-Sa'di
3. Karena itu Allah berfirman, “Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka,” seperti yang disebutkan dalam Firman Allah, “Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)” -Al-Qasash:50 Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad, karena Allah memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. “Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya,” artinya hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah kekal selama-lamanya.
Tafsir Al-Wajiz
3-4. Mereka mendustakan Nabi SAW dan mengikuti hawa nafsu mereka yang batil. Yaitu hawa nafsunya dihiasi oleh setan dengan kewas-wasan. Setiap sesuatu yang telah mencapai tujuannya itu sudah ditetapkan, baik itu baik atau buruk. Sungguh telah datang kepada orang-orang musyrik Quraisy tentang kabar-kabar umat terdahulu yang pendusta sebagai peringatan kepada mereka tentang kesyirikan.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com