Surah Muhammad : Ayat 3
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱتَّبَعُوا۟ ٱلْبَٰطِلَ وَأَنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّبَعُوا۟ ٱلْحَقَّ مِن رَّبِّهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَٰلَهُمْ
"Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Allah menyatakan sebab dihapusnya amal orang-orang kafir dan sebab diperbaikinya keadaan orang yang beriman. Allah berfirman, yang demikian itu, yakni balasan yang adil berupa ganjaran bagi orang-orang yang beriman dan siksaan bagi orang-orang kafir, karena sesungguhnya orang-orang kafir secara bersungguh-sungguh mengikuti yang batil dan sesat, baik dalam kepercayaan maupun amal-amal mereka, dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti secara bersungguh-sungguh kebenaran yang diturunkan dari tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, agar mereka mengambil pelajaran. 4-6. Pada ayat yang lalu dan beberapa ayat sebelumnya dijelaskan ciri-ciri orang kafir dan perbuatan mereka menghalang-halangi orang-orang yang beribadah kepada Allah. Ayat ini memberikan tuntunan tentang perbuatan yang harus dilakukan kaum muslim terhadap mereka. Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang memerangi kamu di medan perang, maka pukullah batang leher mereka, yakni perangilah dengan cara memukul batang leher mereka, itulah cara yang paling baik untuk melumpuhkan kekuatan mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka tawanlah yang masih hidup dari mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka tanpa tebusan atau membebaskan mereka dengan menerima tebusan berupa harta atau tukar menukar tawanan. Itulah yang kamu lakukan sampai perang selesai dan semua yang terlibat dalam peperangan meletakkan senjata. Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya dia membinasakan mereka tanpa melibatkan orang-orang mukmin untuk berperang, tetapi dia hendak menguji kamu satu sama lain dengan mewajibkan orang-orang mukmin memerangi orang-orang kafir yang memusuhi mereka. Orang-orang kafir yang mati dalam peperangan adalah orang-orang yang celaka di dunia dan di akhirat mendapat azab tuhan. Dan orang-orang mukmin yang gugur di dalam peperangan pada jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka, tetapi memberikan kepada mereka pahala yang besar. Allah akan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan kebahagiaan dan memperbaiki keadaan mereka baik di dunia maupun akhirat, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka segala keindahan dan kenikmatan di dalamnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Allah SWT berfirman (Orang-orang yang kafir) kepada ayat-ayat Allah (dan menghalang-halangi) orang lain (dari jalan Allah, Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka) yaitu membatalkan dan melenyapkannya, tidak memberinya pahala dan tidak pula imbalan. Sebagaimana firmanNya: (Dan Kami hadapi amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (23)) (Surah Al-Furqan) Kemudian Allah berfirman: (Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh) yaitu hati mereka beriman dan jiwa mereka tunduk kepada syariat-syariat Allah yaitu anggota tubuh, lahir dan batin mereka (dan beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad) Hal ini merupakan 'athaf khas ‘alal 'am yang menunjukkan bahwa beriman kepada Al-Qur'an merupakan rukun iman lain setelah beriman kepada pengutusan beliau SAW. Firman Allah: (dan itulah yang hak dari Tuhan mereka) Kalimat sisipan yang baik. Oleh karena itu Allah berfirman: (Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud adalah urusan mereka, Mujahid berkata bahwa maknanya adalah perkara mereka Qatadah dan Ibnu Zaid berkata bahwa itu adalah keadaan mereka. Semua itu maknannya berdekatan. Kemudian Allah berfirman: (Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil) yaitu, sesungguhnya Kami menghapuskan perbuatan mereka yang kafir dan Kami memaafkan keburukan-keburukan orang-orang yang berbuat kebaikan serta Kami memperbaiki keadaan mereka karena (orang-orang kafir itu selalu mengikuti kebatilan) yaitu mereka lebih memilih kebathilan daripada kebenaran (dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhannya. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka) Allah menjelaskan kepada mereka akibat dari amal perbuatan mereka dan tempat kembali mereka di hari kiamat
Tafsir As-Sa'di
3. Penyebab semua itu adalah karena mereka mengikuti kebenaran yang lurus dan meyakininya serta semua yang dikandung oleh al-Quran yang agung ini yang berasal dari Rabb mereka yang telah mengurus mereka dengan nikmat dan mengatur mereka dengan kelembutan. Allah mengurus mereka dengan kebenaran, mereka pun mengikuti kebenaran itu hingga semua hal mereka menjadi baik. Dan karena tujuan yang dimaksudkan untuk mereka itu berhubungan dengan kebenaran yang bersumber dari Allah Yang Mahakekal, Mahabenar dan Mahanyata, maka sarana akan tetap ada, dan pahalanya pun tetap mengalir. “Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.” Seperti itulah Allah membuat perumpamaan untuk manusia yang menjelaskan orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat. Masing-masing dari kedua golongan tersebut diberi sifat yang bisa diketahui dan dibedakan. Semua itu adalah agar orang-orang yang binasa, binasa setelah bukti nyata datang kepadanya, dan orang-orang yang hidup juga hidup dengan bukti nyata.
Tafsir Al-Wajiz
3. Balasan tersebut adalah balasan yang adil, sebab mereka orang-orang kafir melakukan kebatilan dengan menyembah selain Allah dan berbuat syirik. Adapun orang-orang mukmin telah mengikuti perintah Alquran yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW. Seperti inilah penjelasan tentang keadaan orang-orang kafir dan mukmin. Allah telah menjelaskan keadaan/nasib orang-orang kafir dan mukmin di setiap zaman