Surah Ghafir : Ayat 3
غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ
"Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dia Allah yang maha pengampun, mengampuni dosa dan menerima tobat bagi orang yang mau memohon ampunan dan bertobat, dan pada waktu yang bersamaan juga sangat keras hukuman-Nya; serta dia juga yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain dia. Hanya kepada-Nya saja-lah semua makhluk kembali. 4. Adalah suatu keniscayaan bahwa tidak ada orang yang memperdebatkan tentang kebenaran dari ayat-ayat Allah dengan tujuan memperolok-olokkan atau menimbulkan keraguan terhadapnya, kecuali apa yang dilakukan oleh orang-orang yang kafir. Karena itu, janganlah engkau wahai nabi Muhammad tertipu oleh keberhasilan usaha mereka yang menghasilkan berbagai kesenangan yang mereka peroleh di seluruh negeri.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Adapun huruf-huruf hija’iyyah telah dijelaskan dalam permulaan surah Al-Baqarah dengan keterangan yang tidak perlu diulangi lagi di sini. Dikatakan bahwa (Ha Mim) adalah salah satu dari nama Allah. mereka memperkuatnya dengan satu bait: “Dia mengingatkanku kepada Ha Mim saat tombak telah beradu, maka mengapa dia tidak membaca Ha Mim sebelum berperang. Firman Allah: (Diturunkan Kitab ini (Al-Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (2)) yaitu penurunan kitab ini adalah dari Allah yang mempunyai Keperkasaan dan Pengetahuan, tidak DzatNya dapat dijangkau, dan tidak ada suatu dzarrah pun yang tersembunyi bagiNya, sekalipun penghalangnya berlapis-lapis. Firman Allah: (Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat) yaitu Dzat yang mengampuni dosa yang telah lalu dan menerima taubat di masa yang akan datang bagi orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya. Firman Allah: (lagi keras hukuman-Nya) yaitu terhadap orang yang membangkang, melampaui batas, memilih kehidupan dunia, menentang perintah-perintah Allah, dan berbuat zalim. Ini sebagaimana firmanNya: (Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (49) dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (50)) (Surah Al-Hijr) Kedua sifat ini sering dikaitkan dalam berbagai tempat dalam Al-Qur'an, agar seorang hamba selalu berada dalam harapan dan takut kepadaNya. Firman Allah: (Yang mempunyai karunia) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah keluasan dan kecukupan. Demikian juga dikatakan Mujahid dan Qatadah. Qatadah berkata bahwa Dzat yang mempunyai nikmat dan keutamaan. Makna yang dimaksud adalah bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang melimpahkan karunia kepada hamba-hambaNya yang merasa tidak puas dengan pemberian dan nikmat yang telah ada pada mereka, yang semua itu tidak akan mampu mereka syukuri satu pun darinya. (Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya) (Surah Ibrahim: 34) Firman Allah: (Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia) yaitu tidak ada tandingan bagiNya dalam semua sifatNya. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia (Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk)) yaitu tempat kembali, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya (dan Dialah Yang Maha Cepat hisab(perhitungan)Nya) (Surah Ar-Ra'd:41)
Tafsir As-Sa'di
1-3. Allah subhnahu wata’ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang agung, yaitu bahwa sesungguhnya ia berasal dan diturunkan dari sisi Allah yang berhak dipuja dan disembah, karena kemahasempurnaan-nya dan keesaan-Nya dalam segala perbuatan-Nya. “Yang Maha Perkasa” yang dengan keperkasaan-Nya Dia menundukan semua makhluk. “Yang Maha Mengetahui” segala sesuatu. “yang Mengampuni dosa” dari orang-orang yang berbuat dosa. “Dan Menerima taubat” dari orang-orang yang betaubat. “Lagi keras hukuman-Nya” terhadap siapa saja yang lancang berbuat dosa dan tidak bertaubat darinya. “yang mempunyai karunia”, maksudnya, pemilik karunia dan kebaikan yang menyeluruh. Setelah Allah menetapkan sebagian dari kemahasempurnaan-Nya, dan hal itu memastikan bahwa hanya Dia saja yang berhak disembah, yang amal ibadah hanya dimurnikan untuk-Nya, maka karena itu Dia kemudian berfirman, “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Hanya kepada-Nya lah (semua makhluk) kembali.” Sisi korelasi penyebutan turunnya al-Quran dari sisi Allah yang mempunyai sifat-sifat tersebut tadi adalah bahwa sifat-sifat tersebut memastikan seluruh makna yang terkandung di dalam al-Quran. Karena itu, sesungguhnya al-Quran boleh jadi adalah informasi tentang nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah, dan ini adalah nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan dan boleh jadi informasi tentang hal yang gaib yang telah lalu dan yang akan datang, dan ini adalah pemberitahuaan dari yang Maha Mengetahui kepada hamba-hamba-Nya. Boleh jadi pula informasi tentang karunia-karunia-Nya yang sangat besar dan nikmat-nikmatNya yang luar biasa dan segala perintah yang mengantarkan kepada nikmat tersebut. Yang demikian ini ditunjukan oleh firmanNya “Yang mempunyai karunia”. Boleh jadi juga informasi tentang hukumannya yang sangat keras dan hal apa saja yang menyebabkan dan memastikan dari berbagai perbuatan maksiat. Hal ini ditunjukan oleh firmanNya “yang amat keras hukumanNya”. Boleh jadi juga seruan kepada orang-orang yang berdosa untuk bertaubat, berinabah dan memohon ampunan (kepada Allah). Ini diisyaratkan oleh firmanNya, “Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukumanNya”. Boleh jadi juga ini informasi bahwa hanya Dia yang berhak diibadahi dan disembah, kemudian berbagai dalil aqli dan naqli dikemukakan untuknya, himbauan untuk beribadah kepadaNya dan larangan beribadah kepada selain Dia, serta penegakan argument-argumen naqli dan aqli terhadap ketidak benaran penyembahan kepada selain Allah itu serta ancaman nya. itulah sebabnya Dia berfirman, “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia”. Serta boleh jadi juga informasi tentang balsanNya yang sangat adil dan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik serta siksaan bagi orang-orang yang durhaka. Hal ini diisyaratkan oleh firmanNya, “Hanya kepadaNya-lah (semua makhluk) kembali.” Itulah yang dicakup di dalam al-Quran berupa al-Matholib al-‘Aliyah (nilai-nilai yang luhur).
Tafsir Al-Wajiz
3. Yang Maha Mengampuni dosa orang-orang mukmin yang senantiasa bertaubat. Yang Maha Menerima taubat sebagai keutamaan dan rahmat dari-Nya. Yang Maha Memberi azab pedih bagi orang-orang kafir. Yang Maha Memberi keutamaan dan dan nikmat kepada hamba-Nya. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Hanya kepada-Nya segala sesuatu akan kembali untuk dihisab dan diberi balasan