Surah Saba : Ayat 3
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَا تَأْتِينَا ٱلسَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَآ أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرُ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

"Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”,"

Tafsir Ringkas Kemenag
-4. Kedatangan hari kiamat itu tiada lain agar dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan semasa di dunia. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia, yakni surga.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 3-6 Ini merupakan salah satu dari tiga ayat yang tidak ada keempatnya yang mana Allah memerintahkan kepada Rasulallah SWT untuk bersumpah dengan menyebut nama Tuhannya yang maha agung tentang terjadinya hari kebangkitan, ketika orang-orang kafir dan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan itu mengingkarinya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu) Kemudian Allah menggambarkannya dengan sesuatu yang menegaskan dan memperkuat hal itu. Maka Allah berfirman: ((Dialah Allah) Yang mengetahui yang gaib. Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut di dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)) Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (Tidak ada tersembunyi dari-Nya) yaitu tidak ada yang ghaib dariNya. yaitu, semuanya berada di bawah pengetahuanNya, maka tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagiNya. Maka tulang itu sekalipun telah bercerai-berai dan lenyap, Dia Maha mengetahui ke mana lenyapnya dan tercerai-berai tulang itu. Kemudian Dia mengembalikannya sebagaimana Dia memulai penciptaannya pertama kali. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Kemudian Allah menjelaskan hikmahNya dalam mengembalikan semua tubuh pada hari kiamat dengan firmanNya: (supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang mendapat ampunan dan rezeki yang mulia (4) Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melepaskan diri dari azab (Kami)) yaitu mereka berusaha untuk menghalangi jalan Allah dan mendustakan para rasulNya (mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih) yaitu, supaya Allah memberi nikmat kepada orang-orang yang berbahagia dari kalangan orang-orang mukmin, dan mengazab orang-orang yang celaka dari kalangan orang-orang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr) Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar) Ini merupakan hikmah lain yang dihubungkan dengan konteks sebelumnya, yaitu bahwa orang-orang yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada para rasul itu jika menyaksikan terjadinya hari kiamat, dan orang-orang baik dan orang-orang durhaka mendapatkan balasan dengan sesuatu yang telah mereka ketahui dari kitab-kitab Allah di dunia, maka saat itu juga mereka menyaksikan dengan penuh keyakinan. Maka pada saat itu mereka juga berkata: (Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran) (Surah Al-A'raf: 43) Disebutkan juga: (Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya)) (Surah Yasin: 52) dan (Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu) (Surah Ar-Rum: 56) serta (Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (6)) Al-'Aziz adalah Dzat yang Maha Perkasa DzatNya, yang tidak dapat dikalahkan dan dihalangi, bahkan Dia mengalahkan dan menguasai segala sesuatu, serta Maha Terpuji dalam semua firman, perbuatan, syariat dan takdirNya, dan Dia Maha Terpuji dalam semua itu
Tafsir As-Sa'di
3. Setelah Allah menjelaskan keagunganNya melalui sifat-sifat yang Dia sandangkan pada diriNya; dan hal ini mengharuskan mengagungkan dan menyucikanNya serta beriman kepadaNya, maka Dia menyebutkan bahwa di antara golongan-golongan manusia ada sekelompok manusia yang tidak menghargai Rabbnya dengan sebenar-benarnya, malah mereka kafir kepadaNya dan mengingkari kekuasaanNya untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati dan adanya kiamat, dan dengan itu mereka menentang Rasul-rasulNya, seraya berfirman, “Dan orang-orang kafir berkata,” maksudnya, kafir kepada Allah, rasul-rasulNya dan ajaran yang mereka bawa. Maka disebabkan kekafiran itu, mereka berkata, “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami.” Maksudnya, tidaklah kiamat itu melainkan kehidupan dunia ini saja, kami mati dan hidup! Lalu Allah memerintah RasulNya untuk membantah perkatan mereka dan mematahkannya serta bersumpah tentang kebangkitan, bahwa kebangkitan itu pasti akan datang kepada mereka. Dan untuk hal itu Dia berdalil (beragumen) dengan dalil bahwa siapa yang membenarkannya, maka dia harus membenarkan kebangkitan dengan pasti, yaitu ilmu Allah, yang Mahaluas lagi meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, “yang mengetahui yang ghaib,” maksudnya, perkara-perkara yang ghaib dari pandangan mata kita dan dari pengetahuan kita, maka bagaimana dengan yang Nampak? (Tentu Dia lebih mengetahuinya) kemudian Dia mengukuhkan ilmuNya seraya berfirman, “Tidak ada yang tersembunyi,” maksudnya, tidak ada yang lepas dari pengetahuan Allah, “seberat biji sawi pun nyang ada di langit dan yang ada di bumi,” maksudnya, segala sesuatu dengan raga dan bagian-bagiannya, hingga bagian yang terkecil dari bagian-bagian tersebut, yaitu serpihan-serpihannya, “dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata.” Maksudnya, semua telah diliputi oleh ilmuNya, telah dicatat oleh penaNya dan telah termuat di dalam kitabNya yang nyata, yaitu Lauh Mahfuzh. Maka, tuhan yang tidak ada yang tersembunyi dari ilmuNya sebesar atom pun lalu yang lebih kecil darinya dalam sepanjang waktu, dan mengetahui yang berkurang dari bumi berupa mayat dan apa-apa yang tersisa dari jasad mereka itu Kuasa menghidupkan kembali mereka adalah tentu lebih pasti, dan kebangkitan mereka tidak lebih aneh daripada ilmu yang meliputi segala sesuatu ini.
Tafsir Al-Wajiz
3. Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata: “Hari kiamat dan hari kebangkitan tidak akan terjadi pada kami.” Katakanlah kepada mereka wahai nabi, untuk menyanggah perkataan mereka: “Tidak seperti itu, dengan bersumpah demi Tuhanku hari kiamat akan mendatangi kalian dan segala amal perbuatan kalian akan diberi balasan. Tuhanku Maha Tahu atas segala yang ghaib: yaitu segala yang tidak bisa dilihat/tidak bisa dijangkau oleh manusia dengan ilmunya. Tidak ada seculi dzarrah pun yang dapat luput dari pengawasan dan penglihatan Allah baik di bumi dan di langit. Tidak ada yang lebih kecil dari permisalan itu dan tidak ada yang lebih besar dari itu kecuali tidak akan luput dari pengawasan dan catatan Allah dalam tempat yang terjaga yaitu Lauhul Mahfudz.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com