Surah Al-Ahzab : Ayat 3
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

"dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan bertawakAllah kepada Allah agar dia meneguhkan langkahmu dalam menyerukan kebenaran. Dan janganlah engkau minta perlin-dungan kepada siapa pun karena cukuplah Allah sebagai pemelihara dirimu dari ancaman dan atau kemungkinan buruk dari kaum kafir dan munafik. 4. Beralih dari perintah bertakwa dan larangan menaati orang kafir, Allah melalui ayat ini kemudian berbicara tentang orang yang hatinya tidak istikamah, masalah zihar, dan anak angkat. Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya. Setiap manusia hanya memiliki satu hati dan darinya muncul kehendak atau keinginan. Karena itu, tidak mungkin di satu sisi ia beriman dan takut kepada Allah namun di sisi lain ia takut kepada selain Allah. Dan begitu juga, dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu. Zihar adalah perkataan suami kepada istri, 'punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku, ' atau yang sama maksudnya. Dan dia juga tidak membenarkanmu menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri. Sejak saat itu hukum anak angkat dibatalkan. Dengan begitu nasab anak itu kembali ke nasab ayah kandungnya. Sesungguhnya yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja yang tidak dilandasi ilmu yang benar. Allah mengatakan dan menetapkan hukum yang sebenarnya dan dia menunjukkan kepadamu jalan yang benar dan lurus.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Ini adalah peringatan yang berkedudukan tinggi yang ditujukan kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Karena sesungguhnya Allah SWT itu apabila memerintahkan kepada hamba dan rasulNya dengan ini, maka itu untuk memerintahkan kepada selain dia dengan cara yang lebih utama dan lebih kuat Firman Allah: (dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik) yaitu, janganlah mendengar ucapan mereka dan meminta saran dari mereka (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu, dia lebih berhak untuk diikuti perintah-perintahNya dan ditaati, karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui akibat segala urusan, dan Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatanNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu) yaitu berupa Al-Qur'an dan sunnah (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) Maka tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, dan bertawakallah kepada Allah, yaitu dalam semua urusan dan keadaanmu (dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara) yaitu, cukuplah Allah sebagai Pemelihara bagi orang yang bertawakal dan bertaubat kepadaNya.
Tafsir As-Sa'di
3. Jika terbersit dalam hatimu bahwa jika kamu tidak taat kepada mereka dalam (sebagian) keinginan mereka yang menyesatkan, maka akan terjadi sesuatu yang membahayakan dirimu dari mereka, atau akan terjadi kekurangan di dalam membimbing manusia kepada hidayah, maka tolaklah hal itu dari dalam dirimu, dan gunakanlah segala sesuatu yang dapat melawannya dan melawan yang lainnya, yaitu bertawakkal kepada Allah, dengan cara bersandar kepada Rabbmu seperti bersandarnya orang yang tidak dapat mendatangkan bahaya terhadap dirinya atau mafaat, ataupun kematian, kehidupan maupun membangkitkan, dalam menjaga keselamatanmu dari kejahatan mereka dan dalam menegakkan agama yang diperintahkan kepadamu. Dan percayalah kepada Allah dalam mengerjakan perintah itu, apa pun keadaannya. “Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara,” semua perkara diserahkannya kepadaNya, dan Dia-lah yang akan mengaturnya dan mengatur apa yang lebih masalahat bagi hambaNya. Yang demikian itu adalah karena Dia mengetahui kemaslahatan- kepadaNya dan Dia berjanji kepadanya bahwa Dia yang akan mengaturnya. Maka jangan engkau menanyakan tentang (mengapa) setiap permasalahan menjadi mudah, setiap yang sulit menjadi gampang, setiap perkara sulit menjadi ringan setiap kesusahan menjadi hilang, berbagai kondisi dan kebutuhan terpenuhi, berbagai berkah turun, berbagai bencana tercegah dan berbagai keburukan diangkat. Maka di sana Anda akan melihat sang hamba yang lemah tak berdaya yang telah menyerahkan perkaranya kepada Tuhannya yang telah mengatur berbagai perkara yang tidak dapat dilakukan oleh satu umat dari mannusia. Allah telah memudahkan baginya hal-hal yang sangat sulit untuk bisa dilakukan oleh para ahli. Dan kepada Allah lah memohon pertolongan.
Tafsir Al-Wajiz
3. Bergantungkah kepada Allah dan bersegeralah menjalankan perintah Allah, dan cukuplah Allah yang menjadi penjagaan bagimu dan wakil dalam setiap urusanmu

Sumber tafsir dari tafsirweb.com