Surah Al-Furqan : Ayat 3
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٰةً وَلَا نُشُورًا
"Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Tanda-tanda kekuasaan Allah begitu nyata, sehingga keengganan kaum kafir untuk bertauhid amat mengherankan. Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal tuhan-tuhan itu tidak dapat menciptakan apa pun, bahkan tuhan-tuhan itu sendiri diciptakan dan juga sangat lemah sehingga tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya sendiri dan tidak pula dapat mendatangkan manfaat, serta tidak kuasa mematikan apa pun, menghidupkan apa pun, dan tidak dapat pula membangkitkan sesuatu yang telah mati. 4. Tidak hanya menolak keesaan Allah, kaum kafir juga melecehkan Al-Qur'an. Dan orang-orang kafir berkata dengan nada menghina, 'Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan secara sengaja oleh Muhammad, dan dalam menciptakannya dia dibantu oleh orang-orang lain yang memiliki kemampuan untuk itu. ' menanggapi tuduhan ini Allah menegaskan, 'sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar, yang menjauhkan mereka dari kebenaran. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitahukan tentang kebodohan orang-orang musyrik karena mereka menjadikan tuhan-tuhan selain Allah Yang Menciptakan segala sesuatu dan yang Mengatur semua urusan, dan segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti ada, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan ada. Sekalipun demikian, orang-orang musyrik itu menyembah berhala-berhala bersamaNya, padahal berhala-berhala itu tidak mampu menciptakan sayap lalat pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, yang tidak dapat menolak kemudharatan dan manfaat pada dirinya. Maka bagaimana mungkin mereka berkuasa atas para hambanya? (dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan) yaitu mereka tidak dapat berbuat sesuatu pun dari hal itu, bahkan semuanya itu bersumber dari Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan, Dialah Dzat yang menghidupkan kembali semua makhluk di hari kiamat, baik orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir, (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja) (Surah Luqman: 28) sebagaimana firmanNya: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) Dialah Allah yang tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia, tidak boleh dilakukan penyembahan kecuali hanya kepadaNya, karena apa yang Dia kehendaki pasti ada, dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak ada. Dia adalah Dzat yang tidak memiliki anak, orang tua, tandingan, pengganti, dan pembantu. Bahkan Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang menyamaiNya
Tafsir As-Sa'di
3 maksudnya, di antara yang sangat aneh dan bukti yang paling pasti atas kedunguan mereka dan kepicikan akal mereka, bahkan paling menunjukkan kepada kezhaliman dan kelancangan mereka kepada Rabb mereka adalah mereka mengangkat sembahan-sembahan yang sifatnya benar-benar berada pada puncak ketidakberdayaan, yaitu mereka (sembahan-sembahan itu) sama sekali tidak mampu menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk ciptaan, bahkan sebagian di antara sembahan-sembahan itu ada yang dibuat oleh tangan mereka (para penyembah itu)! “dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan,” yakni kemanfaatan sedikit maupun banyak. Sebab kata (dharran dan naf’an. Pent) berbentuk nakirah (indefinite noun) dalam bentuk nafi (kalimat negative). “dan tidak kuasa mematikan.” Maksudnya, menghidupkan kembali sesudah kematian. Maka ketetapan akal sehat yang paling mendasar menyatakan kebatilan dan kerusakan ketuhanan dari sembahan-sembahan tersebut, dan kerusakan akal orang-orang yang menjadikannya sebagai sembahan dan sekutu bagi Sang Pencipta semua makhluk tanpa persekutuan bagiNya dalam menciptakannya, yaitu (pencipta) yang ditanganNya-lah manfaat, bahaya, pemberian (sesuatu) dan pencegahan(nya), yang menghidupkan, mematikan dan membangkitkan kembali orang-orang yang ada di dalam kubur serta menghimpun mereka pada Hari kebangkitan. Sesungguhnya Dia telah menciptakan bagi mereka dua tempat tinggal : tempat kesengsaraan, kehinaan dan hukuman bagi siapa saja yang menyembah sembahan selain Allah, dan tempat kemenangan, kebahagiaan dan kenikmatan abadi untuk siapa saja yang (hanya) menjadikan Allah semata sebagai sembahannya. Setelah Allah memutuskan dengan dalil (argument) yang pasti lagi sangat jelas kebenaran tauhid dan kebatilan lawannya (syirik), maka Allah menegaskan kebenaran kerasulan (Nabi Muhammad Saw.) dan kebatilan perkataan orang yang menentang dan membangkang terhadapnya.
Tafsir Al-Wajiz
3. Dan orang-orang musyrik itu mengambil tuhan-tuhan selain Allah, yaitu berhala-berhala yang mereka sembah, meskipun mereka tidak bisa menciptakan sesuatu, sedangkan Allah yang menciptakan mereka. Mereka juga tidak memiliki kemahdharatan dan kemanfaatan bagi diri sendiri ataupun orang lain. Tidak pula memiliki kemampuan untuk mematikan, menghidupkan dan membangkitkan seseorang dari kuburnya di alam akhirat. An-Nusyur adalah proses penghidupan setelah mati untuk dihisab.