Surah Yusuf : Ayat 3
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ
"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menurunkan ayat ini dan sesudahnya ketika sekelompok orang yahudi meminta nabi Muhammad menceritakan kisah nabi yusuf dan nabi yakub, lalu turunlah ayat berikut ini. Kami akan menceritakan kepadamu wahai nabi Muhammad suatu kisah umat-umat terdahulu untuk menguatkan hatimu dan menjadi pelajaran bagi umatmu. Kisah ini adalah kisah yang paling baik karena sarat dengan pesan, nasihat, dan pelajaran yang diuraikan dengan susunan bahasa yang indah dan menarik. Kisah itu kami turunkan dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum kami mewahyukannya itu termasuk orang yang tidak mengetahui tentang kisah-kisah umat terdahulu. Kisah-kisah para nabi dan orang-orang saleh yang dipaparkan dalam Al-Qur'an adalah menjadi pelajaran bagi umat nabi Muhammad, karena sarat dengan pesan-pesan moral serta nasihat. Setelah dijelaskan bahwa di antara wahyu Al-Qur'an yang diturunkan Allah berupa kisah-kisah umat terdahulu yang belum diketahui secara jelas oleh nabi Muhammad dan umatnya, ayat ini menjelaskan tentang salah satu kisah tersebut, yaitu kisah nabi yusuf. Allah memulai kisah nabi yusuf dengan menceritakan perihal mimpinya. Ketika yusuf putra nabi yakub berkata kepada ayahnya, wahai ayahku! sungguh, aku bermimpi melihat sebelas bintang, yakni saudaranya yang berjumlah sebelas, matahari, yakni ayahnya dan bulan, yakni ibunya; kulihat semuanya sujud atau mengarahkan pandangannya dan hormat kepadaku.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Adapun pembahasan tentang huruf-huruf itu telah dijelaskan sebelumnya pada permulaan surah Al-Baqarah. Firman Allah: (Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an)) yaitu (ayat-ayat Kitab) ini, yaitu Al-Qur'an (yang jelas) yaitu jelas dan terang yang mengungkapkan, menjelaskan dan menerangkan segala sesuatu yang samar. (Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya (2)) Demikian itu karena bahasa Arab adalah bahasa paling jelas, terang, luas, dan banyak maknanya tentang jiwa. Oleh karena itu Allah menurunkan kitab paling mulia dengan bahasa paling mulia kepada rasul paling mulia malaikat paling mulia. Hal itu terjadi di tanah paling mulia, dan awal penurunannya terjadi di bulan paling mulia, yaitu bulan Ramadhan, sehingga sempurnalah dari berbagai segi. Oleh karena itu Allah berfirman: (Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik melalui wahyu Al-Qur’an ini kepadamu) yaitu pemberian wahyu Kami untuk Al-Qur'an ini kepadamu.
Tafsir As-Sa'di
3 “kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik” ditinjau dari keontentikannya dan pengungkapannya yang mengalir dengan halus dan keelokan makna maknanya “dengan mewahyukan al qur’an yang kami wahyukan kepadamu", yakni dengan apa yng terkandung dalam Al-quran yang kami wahyukan kepadamu ini dan Kami telah memuliakan dirimu diatas segenap para nabi. ini merupakan anugerah murni dan limpahan kebaikan dari Allah. ”dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang orang yang belum mengetahui”engkau tidak tahu apakah al kitab itu, dan apakah hakikat keimanan itu, sebelum Allah mewahyukan (wahyu) kepadamu. Namun kami menjadikannya sebagai lentera cahaya. Dengan itu, kami memberi hidayah kepada orang yang kami kehendaki dari hamba hamba kami. Ketika Dia memuji kandungan kisah yang ada pada alqur’an yang merupakan kisah yang paling baik secara mutlak, dan tidak terdapat satu kisah pun dalam kitab kitab (lain) yang sebanding tingkatannya dengan kisah al qur’an ini, maka Allah mengetengahkan sebuah kisah yang menakjubkan.
Tafsir Al-Wajiz
3. Wahai Nabi, Kami akan mengisahkan sebaik-baik kisah (berita-berita) tentang umat-umat terdahulu dengan mewahyukan Al-Qur’an yang bisa menentukan hukum ini kepadamu. Dan sesungguhnya sebelum menerima wahyu, kamu belum tahu apapun tentang kisah ini dan kisah lainnya dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamakan dengan sebaik-baik kisah, yang mana di dalamnya terdapat pelajaran, kisah-kisah nabi yang shalih, para malaikat, tuan, budak, perdagangan, laki-laki dan perempuan, karena sesungguhnya masing-masing yang disebutkan itu termasuk orang-orang yang berbahagia. Ibnu Abbas berkata: “Mereka berkata: “Waha rasulullah, Maukah kamu bercerita kepada kami?” lalu turunkah ayat {Nahnu Naqushshu ‘alaika ahsanal qashashi}