Surah Al-Asr : Ayat 3
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
Tafsir Ringkas Kemenag
Semua manusia rugi, kecuali orang-orang yang beriman dengan sejati dan mengerjakan kebajikan sesuai ketentuan syariat dengan penuh keikhlasan, serta saling menasihati satu sama lain dengan baik dan bijaksana untuk memegang teguh kebenaran sebagaimana diajarkan oleh agama dan saling menasihati untuk kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, menjauhi larangan, menghadapi musibah, dan menjalani kehidupan. 1. Celakalah bagi setiap pengumpat atau pencaci, baik dengan ucapan atau isyarat, dan demikian pula pencela dengan menampilkan keburukan orang lain untuk menghinakannya. Perbuatan ini berdampak buruk dalam pergaulan karena mencoreng wibawa dan kehormatan seseorang, serta menghilangkan kepercayaan kepada orang tersebut.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Al-Ashr adalah masa yang padanya anak cucu Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu sore. Tetapi pendapat yang terkenal adalah yang pertama. Allah SWT bersumpah dengan itu bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian, yaitu rugi dan binasa (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih) Maka dikecualikan dari jenis manusia itu dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal yang shalih (dan nasihat-menasihati dengan kebenaran) yaitu menunaikan ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu menghadapi musibah, malapetaka, dan gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang diperintah melakukan kebaikan dan dilarang melakukan kemungkaran.
Tafsir As-Sa'di
1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam; ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim. Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat: ~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna. ~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan. ~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya. ~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan. Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.
Tafsir Al-Wajiz
3. Sesungguhnya manusia itu merugi, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya; beramal shalih sesuai yang telah diperintahkan oleh Allah; saling menasehati dalam kebenaran, yaitu beramal sesuai syari’at Allah, berupa keimanan dan bertauhid, mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, dan semua ini mengandung kebaikan dan keutamaan; dan saling menasehati manusia dengan sabar dalam ketaatan, menjauhi kemaksiatan, dan menghadapi musibah. (Kesabaran) Ini adalah sesuatu yang khusus yang berpengaruh terhadap sesuatu yang umum, karena kesabaran merupakan salah satu karakteristik kebenaran