Surah Saba : Ayat 29
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
"Dan mereka berkata: “Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Walau nabi Muhammad terus berusaha meyakinkan tentang risalahnya, kaum kafir tetap mengingkarinya. Mereka juga mengingkari hari kiamat, dan mereka berkata, 'kapankah datangnya janji ini, yakni hari kiamat akan datang, jika kamu orang yang benar''30. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'bagimu ada hari yang telah dijanjikan, yakni hari kiamat. Ketika hari itu tiba, kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya walau sesaat pun. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Allah SWT berfirman kepada hamba dan RasulNya, Muhammad SAW: (Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu kepada semua makhluk yang diberi beban tanggung jawab, sebagaimana firman Allah SWT: (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian") (Surah Al-Araf: 158) dan (Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (1)) (Surah Al-Furqan) (sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu, kamu menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang taat kepadamu tentang surga, dan kamu memberikan peringatan kepada orang-orang yang durhaka kepadamu tentang neraka (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) sebagaimana firmanNya: (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya (103)) (Surah Yusuf) Qatadah berkata tentang makna ayat ini, bahwa Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW kepada bangsa Arab dan non-Arab, maka orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertakwa dan taat kepada Allah SWT.. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah bangsa jin dan manusia Semua pendapat itu benar. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir yang menganggap mustahil hari kiamat: (Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (29)) Ini sebagaimana firmanNya: (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi)) (Surah Asy-Syura: 18) Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan" (30)) yaitu, bagi kalian ada hari yang ditentukan, yang bilangannya telah dicatat, tidak dapat ditambah dan dikurangi. Apabila hari itu datang, maka tidak dapat ditanggguhkan dan dimajukan sedikitpun. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan) (Surah Nuh: 4)
Tafsir As-Sa'di
29. Di antara hal yang mereka usulkan adalah mereka minta disegerakannya azab yang diperingatkan oleh Rasul terhadap mereka. Allah berfirman, “Dan mereka berkata, ‘Kapankah janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?’” ini adalah kezhaliman mereka. Sebab, kelaziman jenis apa yang membedakan antara kebenarannya dengan informasi tentang waktu terjadinya azab? Tidaklah ini merupakan sikap menolak kebenaran dan kepicikan akal? Bukankah seorang pemberi peringatan dalam salah satu urusan dunia, kalau dia membawa (syariat) kepada sekelompok manusia (suatu kaum) yang mengenal kejujurannya dan ketulusannya, sedangkan mereka memiliki musuh yang sedang menunggu-nunggu kesempatan untuk menyerang dan tengah mengadakan persiapan, lalu pemberi peringatan itu berkata kepada mereka, “Aku telah melihat musuh kalian telah berangkat hendak menyerang dan menumpas kalian.” Lalu salah seorang di antara kaum itu mengatakan, “Jika Anda benar, maka sampaikanlah kepada kami, jam berapa mereka akan sampai kepada kami? Di mana tempat mereka sekarang?” apakah orang seperti ini bisa dianggap seorang yang berakal atau sudah pantas dicap dungu dan gila? Di sisi lain, orang yang menyampaikan berita memang bisa benar dan bisa dusta, sedangkan musuh bisa jadi telah tampak oleh sebagian mereka sementara tekad mereka telah pupus, padahal bisa jadi kaum itu memiliki pertahanan yang dengannya mereka dapat mempertahankan diri. Lalu bagaimana dengan orang yang mendustakan manusia yang paling jujur lagi ma’shum (terpelihara dari kesalahan) dalam informasinya, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu tentang azab yang pasti, yang tidak bisa dicegah, tidak ada penolong darinya, tidakkah menolak informasi yang berasal darinya dengan alasan tidak jelas waktu terjadinya adalah merupakan kepicikan yang paling parah?
Tafsir Al-Wajiz
Orang-orang musyrik itu berkata dengan mengejek: "Kapankah waktu terjadinya janji telah kalian janjikan untuk kami ini wahai orang-orang mukmin, yaitu (janji) terjadinya hari kiamat, jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam hal itu?