Surah Al-Ahzab : Ayat 29
وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

"Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar."

Tafsir Ringkas Kemenag
'namun, jika kamu menginginkan dan lebih memilih Allah dan rasul-Nya dengan bersabar atas kehidupan yang sederhana ini dan berharap balasan di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu. Allah menjanjikan surga bagi siapa saja dari kamu yang tidak meminta hal-hal duniawi kepada rasulullah. '30. Allah menjanjikan balasan yang agung bagi istri-istri nabi yang berbuat baik. Di sisi yang lain, mereka juga dihadapkan pada acaman yang mengerikan jika berbuat dosa. Wahai istri-istri nabi! barang siapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, seperti zina dan durhaka kepada suami, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya dibanding perempuan-perempuan yang bukan istri nabi. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah. [].
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-29 Ini merupakan perintah dari Allah SWT kepada RasulNya SAW agar beliau membuat istri-istri beliau memilih antara diceraikan, lalu menikah lagi dengan lelaki lain yang dapat memberi mereka kesenangan dunia dan perhiasannya, dan tetap bersabar di sisi beliau dalam keadaan sempit, dan bagi mereka pahala yang melimpah di sisi Allah dalam menjalani kesabaran itu. Maka mereka memilih Allah, Rasulallah, dan negeri akhirat. Maka Allah mengumpulkan bagi mereka setelah itu kebaikan dunia dan kebahagiaan di akhirat Diriwayatkan dari Az-Zuhri, dia berkata,”Telah bercerita kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman, bahwa Aisyah, istri Nabi SAW menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW datang kepadanya saat Allah SWT memerintahkan kepadanya agar membuat istri-istri beliau memilih” lalu dia berkata,”Lalu Rasulullah SAW memulai dari aku” Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku akan menuturkan kepadamu suatu perkara, maka janganlah tergesa-gesa mengambil keputusan sampai meminta pendapat kepada orang tuamu” Rasulullah SAW telah mengetahui bahwa kedua orang tuaku belum pernah memerintahkan kepadaku untuk berpisah dari beliau SAW. Kemudian Nabi SAW bersabda bahwa Allah SWT telah berfirman: (Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu) hingga akhir kedua ayat berikutnya. Maka aku menjawab,"Apakah karena urusan itu aku diperintahkan untuk meminta saran kepada kedua orang tuaku? Sesungguhnya aku hanya menginginkan Allah, RasulNya dan negeri akhirat" Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,”Ketika ayat tentang memilih itu diturunkan, Rasulullah SAW memulainya dari aku. Beliau bersabda: “Wahai Aisyah, sesungguhnya aku akan mengutarakan suatu perkara kepadamu. Maka janganlah mengemukakan suatu pendapat tentangnya sampai meminta saran dari kedua orang tuamu, Abu Bakar dan Ummu Ruman. Maka aku bertanya,"Wahai Rasulallah, perkara apakah itu?" Rasulullah SAW bersabda,”Allah SWT berfirman: (Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik (28) Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar (29)) Aisyah menjawab, "Sesungguhnya aku menginginkan Allah, RasulNya, dan negeri akhirat. dan aku tidak perlu meminta saran dari kedua orang tuaku, Abu Bakar dan Ummu Ruman" Lalu Rasulullah SAW tersenyum, tenang hati beliau. Lalu beliau mendatangi kamar-kamar lainnya dan bersabda, "Sesungguhnya Aisyah telah mengatakan demikian" Maka semua istri beliau mengatakan,"Kami juga berkata sebagaimana yang dikatakan Aisyah " (maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik) yaitu, aku akan memberikan kepada kalian hak-hak kalian dan aku lepaskan kalian dari ikatan perkawinan.
Tafsir As-Sa'di
29. “Dan jika kamu sekalian menghendaki Allah dan RasulNya serta negeri akhirat,” maksudnya, jika hal-hal ini yang kalian inginkan dan tujuan keinginan kalian, dan kalian memilih Allah, RasulNya dan surge, dan kalian tidak peduli dengan lapang atau sempitnya kehidupan, mudah atau susahnya, dan kalian rela terhadap Rasulullah dengan apa adanya, kalian tidak menuntut sesuatu yang memberatkan beliau, “maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.” Allah menetapkan pahala atas sikap ihsan mereka, karena sikap ihsanlah yang menjadi sebab yang memastikan mereka mendapat pahala, bukan karena keadaan mereka sebagai istri-istri Rasulullah. Sebab, hanya sekedar sebagai istri Rasulullah tidak cukup untuk mendapatkan pahala, bahkan sama sekali tidak ada manfaatnya kjalau tidak disertai dengan sikap ihsan. Rasulullah pun memberikan pilihan kepada mereka, lalu mereka semuanya memilih Allah, RasulNya dan negeri akhirat, tidak ada satu pun dari mereka yahng ketinggalan. –Semoga Allah meridhai mereka semua-. Dalam pemberian hak memilih ini terkandung banyak faidah, di antaranya: 1. Perhatian Allah terhadap RasulNya dan semangat (pembelaan) terhadap beliau agar beliau tidak berada dalam kondisi diberatkan oleh banyaknya tuntutan-tuntutan duniawi para istrinya. 2. Bebasnya beliau dari bertanggung jawab (memenuhi) hak-hak para istrinya, sehingga beliau berada dalam kebebasan dirinya, kalau beliau berkehendak memberi maka beliau boleh memberi, dan jika beliau berkehendak menahan maka beliau boleh menahan (tidak memberi); sama sekali tidak ada dosa bagi Nabi dalam hal yang telah Allah tetapkan untuknya. 3. Tindakan beliau membersihkan istri-istrinya (dari penyakit dunia), kalau seandainya ada di antara mereka yang lebih mengutamakan dunia daripada Allah, RasulNya, dan negeri akhirat, dan lebih mengutamakan dunia daripada menjadikannya sebagai npendamping hidup. 4. Keselamatan (kebersihan) istri-istri beliau, semoga Allah meridhai mereka, dari dosa dan dari perbuatan yang dapat mengundang murka Allah dan RasulNya. allah membersihkan mereka dengan cara pemberian pilihan tersebut dari sikap menggerutu terhadap Rasulullah yang bisa mengundang murkanya yang bisa membuat Allah murka yang dapat berakibat pada siksaanNYa. 5. Menampakkan kemuliaan dan ketinggian derajat mereka dan menjelaskan keluhuran impian mereka, di mana Allah, RasulNya dan negeri akhirat menjadi dambaan dan tujuan mereka, bukan dunia bersama gemerlapnya. 6. Kesiapan mereka untuk memilih permasalahan adalah pilihan untuk mencapai kepada derajat surge yang terbaik dan untuk menjadi istri-istri Nabi di dunia dan akhirat. 7. Tampaknya keharmonisan dan kecocokan antara beliau dengan mereka. Sebab sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling sempurna, lalu Allah menginginkan agar para istrinya menjadi istri-istri yang sempurna dan menyempurnakan, suci dan menjadikan suci. Allah berfirman, "dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (An-Nur:26). 8. Sesungguhnya pemberian pilihan ini mengajak dan menimbulkan sifat qona’ah (rela, puas) yang menjadikan hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang, dan hilanglah dari mereka kerakusan (pada dunia) dan ketidapuasan yang pasti menimbulkan kegundahan dan kegoncangan hati, kegelisahan dan kepiluannya. 9. Pilhan mereka telah menjadi faktor penyebab untuk makin bertambah dan berlipat gandanya pahala mereka, dan mereka menjadi berada pada kedudukan (luhur) yang sama sekali tidak dimiliki oleh seorang wanita manapun. Maka dari itu Allah berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
29. Jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com