Surah Al-Jasiyah : Ayat 28
وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan pada hari itu engkau, wahai nabi Muhammad, akan melihat setiap umat, penganut agama dan kepercayaan apa pun, yang berbuat baik maupun yang berbuat jahat, berlutut di hadapan Allah untuk menghadapi hari yang dahsyat untuk di hisab dan di adili. Setiap umat dipanggil untuk menerima dan melihat buku catatan amalnya, yang baik dan yang buruk, yang besar maupun yang kecil, semuanya tercantum di dalamnya. Pada hari itu kamu di beri balasan sesuai dengan apa yang dahulu telah kamu kerjakan. 29. Ketika kitab amal itu di serahkan kepada setiap umat, Allah berfirman, 'inilah kitab catatan kami yang menuturkan kepadamu segala sesuatu yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu dengan sebenar-benar-Nya tanpa di kurangi dan di tambah sedikit pun. Sesungguhnya kami telah menyuruh para malaikat pencatat amal untuk mencatat apa yang dahulu telah kamu kerjakan. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 27-29 Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah Dzat yang memiliki bumi dan langit dan yaang menguasai keduanya di dunia dan akhirat. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan pada hari terjadinya kebangkitan) yaitu hari kiamat (akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan) Mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah, ingkar kepada apa yang diturunkan kepada para rasuINya yang mengandung tanda-tanda yang menerangkan dan bukti-bukti yang jelas. Kemudian Allah SWT befirman: (Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut) Mereka duduk di atas lututnya karena sangat takut. Dikatakan bahwa sesungguhnya hal ini terjadi ketika neraka Jahanam didatangkan, lalu neraka Jahanam mengeluarkan suaranya yang hebat, maka tidak ada seorangpun melainkan duduk di atas lututnya, sehingga nabi Ibrahim mengatakan, "Ya Allah, selamatkanlah aku, selamatkanlah aku, selamatkanlah aku! aku tidak meminta kepadaMu pada hari ini kecuali keselamatanku" Sehingga nabi Isa mengatakan,"Aku tidak meminta kepadaMu kecuali keselamatanku. Dan aku tidak meminta kepadaMu kecuali keselamatan Maryam yang melahirkanku" Mujahid berkata tentang firmanNya: (tiap-tiap umat berlutut) yaitu duduk di atas lututnya. Firman Allah: (Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya) yaitu buku catatan amal perbuatan, sebagaimana firmanNya: (dan diberikanlah buku (perhitungan) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) (Surah Az-Zumar: 69) Oleh karena itu Allah berfirman: (Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan) yaitu kalian akan mendapat balasan atas amal perbuatan kalian, yang baik dan yang buruk. Sebagaimana firmanNya: (Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya (13) Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (14) meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya (15)) (Surah Al-Qiyamah) Kemudian Allah berfirman: ( (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar”) yaitu mencatat semua amal perbuatan kalian tanpa ditambahi dan dikurangi. sebagaimana firmanNya SWT: (Dan diletakkan kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami. Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangpun” (49)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan) yaitu sesungguhnya kami memerintahkan kepada para malaikat yang mencatat amal perbuatan untuk mencatat semua amal perbuatan kalian. Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa para malaikat mencatat amal perbuatan para hamba, kemudian para malaikat itu membawanya naik ke langit. Maka mereka bertemu dengan para malaikat lainnya yang berada di kumpulan catatan amal yang mencocokkan dengan apa yang ada pada catatan itu, dari apa yang ditampakkan bagi para malaikat itu dari Lauhil Mahfuz di setiap malam Lailatul Qadar, yang mana hal itu termasuk di antara yang telah ditetapkan Allah SWT di zaman terdahulu terhadap hamba-hambaNya sebelum Dia menciptakan mereka. Maka tidak ada penambahan dan pengurangan padanya bahkan satu hurufpun. Kemudian dia membaca firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan)
Tafsir As-Sa'di
28. selanjutnya Allah melukiskan kedahsyatan serta huru hara hari kiamat, agar semua hambaNya waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya seraya berfirman, ”dan (pada hari itu) kamu lihat,” wahai semua yang melihat pada hari itu “tiap-tiap umat berlutut,” di atas lutut mereka karena merasa takut dan menanti keputusan Allah yang maha menguasai dan maha pemurah. “tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya,” yakni, untuk menyaksikan syariat nabi mereka yang diutus oleh Allah, apakah mereka melaksanakan syariat itu sehingga akan mendapatkan pahala dan keselamatan, ataukah mereka menyia-nyiakan syariat tersebut sehingga akan mendapatkan kerugian nyata? Umat nabi musa dipanggil untuk melihat syariat nabi Musa, umat nabi Isa juga demikian, umat nabi Muhammad juga demikian dan seluruh umat nabi lainnya. Semua umat dipanggil untuk melihat syariat yang dibebankan. Inilah salah satu kemungkinan yang terdapat dalam ayat ini yang benar secara makna dan tidak perlu diragukan. Kemungkinan lain yang dimaksudkan firman Allah “tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya,” yakni dipanggil untuk melihat catatan amal perbuatannya serta takdir yang digariskan untuk mereka, apakah kebaikan ataulah keburukan. Setiap orang akan dibalas sesuai perbuatannya sendiri. Sama seperti yang disebutkan Allah “barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka (balasan kebaiakn itu) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berubuat keburukan, maka (balasan keburukan itu) akan menimpa dirinya sendirinya.” (fushilat:46). Kemungkinan kedua makna tersebut yang dimaksudkan oleh ayat di atas.
Tafsir Al-Wajiz
28. Kamu akan melihat para pengikut kepercayaan dan agama itu berlutut seakan menunjukkan ketakutan dan ketundukan. Setiap umat akan dipanggil untuk menerima catatan amalnya satu per satu. Dikatakan kepada mereka: “Pada hari ini kalian akan dibalas sesuai apa yang telah kalian perbuat di dunia”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com