Surah Fatir : Ayat 28
وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan demikian pula di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, seperti ular, dan hewan-hewan ternak, seperti ayam, kambing, dan lainnya, ada yang bermacam-macam warna dan jenis-Nya sebagaimana buah-buahan dan gunung-gunung itu. Dan di antara hamba-hamba Allah, yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama, yakni orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Sungguh, Allah mahaperkasa, maha pengampun. Dia akan menghukum orang kafir dan tidak memerlukan bantuan apa pun dari hamba-Nya, namun dia juga mengampuni dosa-dosa mereka yang tulus bertobat. 29-30. Pada ayat ini Allah menyebutkan sebagian tanda orang yang takut kepada-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, yakni Al-Qur'an, lalu mereka mengkaji dan mengamalkan kan-dungannya, dan melaksanakan salat dengan sempurna syarat dan rukunnya, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada-Nya dengan diam-diam dan terang-terangan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mereka itu mengharapkan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah maha pengampun segala khi-laf dan dosa, maha mensyukuri, yakni memberi pahala atas perbuatan baik hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya, dan sebagainya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 27-28 Allah SWT berfirman seraya mengingatkan tentang kesempurnaan kekuasaanNya dalam penciptaan segala sesuatu yang beragam dari satu hal, yaitu dari air yang Dia turunkan dari langit. Lalu Dia menumbuhkan darinya berbagai macam buah yang beragam warnanya, ada yang kuning, merah, hijau, putih, dan warna-warna lainnya, dan bermacam-macam juga rasa dan aromanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan ain yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal (4)) (Surah Ar-Ra'd) Firman Allah SWT: (Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka ragam warnanya) yaitu, Dia menciptakan gunung-gunung yang beraneka ragam warnanya itu sebagaimana yang disaksikan, ada yang putih dan ada yang merah. Pada sebagiannya ada yang bergaris-garis, yaitu dengan kata “al-judud” bentuk jamak “juddah” yang artinya beragam warna. Qatadah berkata bahwa al-judud adalah bergaris-garis. Ibnu Jarir berkata bahwa orang-orang Arab apabila menggambarkan hitam yang sangat pekat mereka berkata “aswad garabib”. Oleh karena itu ada sebagian mufasir yang berkata dalam ayat ini, bahwa ayat ini termasuk ungkapan muqaddam dan muakhkhar dalam firmanNya, (garabibu sud) yaitu hitam pekat. Akan tetapi, pendapat ini perlu diteliti. Firman Allah SWT: (Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya)) yaitu demikian pula makhluk hidup, baik manusia maupun binatang, yaitu setiap hewan yang berjalan dengan kaki; sedangkan “al-an’am” termasuk ke dalam bagian athaf khas ala al-’am. yaitu demikian juga beragam. Manusia ada yang termasuk bangsa Barbar, Habsyah, dan bangsa yang berkulit hitam, bangsa Sicilia, bangsa Romawi yang keduanya berkulit putih, sedangkan bangsa Arab berkulit pertengahan dan bangsa Indian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui) (Surah Ar-Rum: 22) Demikian juga hewan melata dan hewan ternak yang beragam warnanya dari satu jenis. Bahkan satu jenis dari hewan ada yang mempunyai beragam warna, bahkan ada satu hewan yang berwarma belang, yang di dalamnya ada warna ini dan warna itu. Maha Suci Allah sebaik-baik Dzat yang Menciptakan Oleh karena itu Allah SWT berfirman setelah ini: (Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama) yaitu sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah hanya para ulama yang mengetahui Allah, karena sesungguhnya semakin sempurna pengetahuan tentang Dzat yang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan disifati dengan semua sifat sempurna dan memiliki nama-nama terbaik, maka semakin bertambah pengetahuannya, maka ketakutannya kepadaNya semakin besar dan semakin banyak. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama) dia berkata, yaitu orang-orang yang mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir As-Sa'di
28. Dan termasuk di antaranya juga adalah manusia, binatang melata dan binatang-binatang ternak berkaki empat, padanya terdapat perbedaan warna, perbedaan bulu, bunyi (suara), dan bentuk, sebagaimana dapat dilihat dengan pandangan mata dan dapat disaksikan oleh orang-orang yang memperhatikannya. Semuanya berasal dari asal dan materi yang sama. Maka perbedaannya merupakan dalil (bukti) rasional atas masyi’ah (kehendak) Allah yang telah memberikan keistimewaan pada masing-masing dengan warna dan sifatnya, (dan menunjukkan kepada) Kuasa Allah di mana Dia telah menciptakannya seperti itu, dan menunjukkan kepada hikmah dan rahmatNya di mana perbedaan dan keragaman itu mempunyai banyak maslahat dan berbagai manfaat, untuk mengenal jalan-jalan, mengenal manusia satu sama lainnya sebagaimana telah dimaklumi. Dan hal itu juga merupakan dalil (bukti) yang menunjukkan kemahaluasan ilmu Allah, dan sesungguhnya Dia pasti akan membangkitkan orang-orang yang ada di dalam kubur. Namun, orang yang lalai melihat hal-hal di atas dengan penglihatan kelalaian yang tidak bisa menimbulkan kesadaran baginya. Sesungguhnya yang dapat mengambil pelajaran darinya hanyalah orang yang takut kepada Allah dan berusaha mengetahui dengan pikiran-pikirannya yang focus apa yang menjadi hikmah dari makhluk-makhluk tersebut. Maka dari itu Allah berfirman, “SEsungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama.” Maka setiap orang yang lebih mengenal Allah, ia akan menjadi lebih takut kepadaNYa, dan takutnya kepada Allah menjadikannya menahan diri dari perbuatan maksiat dan selalu bersiap untuk perjumpaan dengan Tuhan yang ditakutinya. Ini merupakan satu dalil yang menunjukkan tingginya keutamaan ilmu, sebab ilmu mengajak takut kepada Allah, dan orang-orang yang takut kepadaNYa adalah orang-orang yang dianugerahi karamah, sebagaimana FirmanNYa, "Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (Al-Bayyinah:8) “Sesungguhnya Allah Mahaperkasa,” yakni, Maha sempurna keperkasaanNYa; dan di antara keperkasaanNya adalah Dia menciptakan makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu. “Lagi Maha Pengampun” terhadap dosa-dosa orang-orang yang bertaubat.
Tafsir Al-Wajiz
28. Dia (Allah) juga menciptakan ciptaan lain berupa manusia, hewan melata dan hewat ternak sebagai ciptaan yang berbeda-beda warnanya seperti perbedaan buah-buahan dan gunung-gunung dalam ukuran dan warnanya. Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya adalah orang-orang yang mengetahui Allah melalui sifat-sifat dan tindakan-tindakanNya karena mereka menyadari keakuratan ciptaan Allah SWT, sehingga mereka mengagungkanNya dengan sebenar-benar keagungan. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Kuat, Maha Perkasa dan Maha Kuasa serta Maha Pengampun bagi dosa hamba-hambaNya yang bertaubat dan beriman.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com