Surah As-Sajdah : Ayat 28
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْفَتْحُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

"Dan mereka bertanya: “Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?”"

Tafsir Ringkas Kemenag
Enggan memperhatikan bukti kuasa Allah membangkitkan manusia yang telah mati, kaum kafir justru menantang nabi Muhammad. Dan dengan maksud mengejek mereka bertanya, 'kapankah kemenangan atas kami itu datang kepadamu dan kapan pula azab yang engkau ancam kami dengannya itu akan datang, jika engkau memang orang yang benar dalam pengakuanmu sebagai rasul''29-30. Allah memberi petunjuk kepada nabi Muhammad untuk menanggapi pertanyaan kaum kafir itu. Katakanlah, 'ketahuilah, pada hari kemenangan itu, yaitu hari kiamat ketika setiap manusia akan memperoleh putusan dan balasan dengan adil, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir itu keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan untuk dikembalikan ke dunia supaya bertobat, beriman, dan beramal saleh. ' maka, wahai nabi Muhammad, berpalinglah engkau dari mereka. Abaikanlah pendustaan mereka dan tunggulah masa ketika Allah mendatangkan janji-Nya dengan memenangkan orang beriman atas orang kafir, sesungguhnya mereka juga menunggu kapan kalian mati atau terbunuh dalam perang. [].
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir yang tergesa-gesa terjadinya azab, murka, dan pembalasan Allah menimpa mereka karena anggapan mustahil, kedustaan dan keingkaran mereka (Dan mereka bertanya, "Bilakah kemenangan itu (datang)) yaitu kapankah kamu menang atas kami, wahai Muhammad? Sebagaimana yang kamu duga, bahwa kamu akan menadapatkan kemenangan atas kami dan kamu dapat membalas kami, kapankan hal itu terjadi? Tidaklah kami melihat kamu dan semua sahabatmu, melainkan bersembunyi ketakutan dan hina. Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Pada hari kemenangan itu”) yaitu ketika pembalasan, murka dan kemarahan Allah telah menimpa kalian di dunia dan akhirat ("Tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh”) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka) (Surah Ghafir: 83). Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan “al-fath” adalah hanyalah peradilan dan keputusan, yaitu sebagaimana firman Allah: (maka itu adakanlah suatu keputusan antara aku dan mereka) (Surah Asy-Syu'ara: 118) dan firmanNya: (Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui" (26)) (Surah Saba’) dan (Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala (15)) (Surah Ibrahim) Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu) yaitu, berpalinglah dari orang-orang musyrik itu dan sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Sebagaimana firmanNya: (Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (106)) (Surah Al-An'am) Dan tunggulah, karena sesungguhnya Allah akan menunaikan kepadamu apa yang Dia janjikan kepadamu, dan Dia akan menolongmu dalam menghadapi orang-orang yang menentangmu. Sesungguhnya Dia tidak akan mengingkari janji. Firman Allah: (sesungguhnya mereka (juga) menunggu) yaitu engkau menunggu. Mereka menunggu dan mengintai kelengahanmu (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) (Surah Ath-Thur) Maka kamu akan menyaksikan akibat dari kesabaranmu terhadap mereka dan menyampaikan risalah Allah, yaitu Aku akan menolong dan mendukungmu. Mereka akan mendapati akibat dari apa yang mereka tunggu-tunggu terhadapmu dan sahabat-sahabatmu, yaitu siksaan dan azab Allah yang menimpa dan membinasakan mereka
Tafsir As-Sa'di
28. Maksudnya, orang-orang yang berdosa itu meminta supaya azab yang dijanjikan (karena pendustaan mereka) disegerakan menimpa mereka, sebagai sikap bodoh dan sikap melawan. “Dan mereka bertanya, ‘Bilakah kemenangan,” yang memenangkan di antara kami dengan kalian, yaitu dengan mengazab kami, seperti yang diklaim kalian. “JIka kamu” wahai para rasul “memang orang-orang yang benar,” dalam dakwaan kalian.
Tafsir Al-Wajiz
28. Para orang-orang musyrik bertanya pada kaum mukmin: kapan datangnya hari kebangkitan yang telah kalian tunjukkan pada kami, dan telah kamu janjikan pada kami, jika kalian benar-benar membenarkan janji itu?

Sumber tafsir dari tafsirweb.com