Surah Ibrahim : Ayat 28
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ
"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah membiarkan sesat orang yang ingkar, namun bukan berarti Allah berbuat sewenang-wenang. Apa yang mereka alami merupakan akibat dari perbuatan buruk mereka sendiri. Wahai manusia, tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang kafir yang telah menukar nikmat yang telah Allah turunkan kepada mereka, seperti nikmat kesejahteraan dan pengutusan para rasul kepada mereka, dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan dengan mengajak mereka memusuhi Allah dan utusan-Nya'lembah kebinasaan tersebut yaitu neraka jahanam; mereka yang mengingkari Allah dan nikmat-nikmat-Nya akan masuk ke dalamnya dan merasakan betapa pedih siksa di dalamnya; dan jahanam itulah seburukburuk tempat kediaman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Imam Bukhari berkata tentang firmanNya: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) Tidakkah kamu mengetahui (Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana) (Surah Ibrahim: 24) dan (Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar) (Surah Al-Baqarah: 243) kata Al-Bawar adalah kebinasaan, dari kata kata baraa, yabuuru, bauran (Kaum yang binasa) (Surah Al-Furqan: 18) yaitu binasa. Diriwayatkan dari ‘Atha’ yang telah mendengar Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran) dia berkata,”Mereka adalah orang-orang kafir Makkah” Pendapat yang terkenal dan benar dari Ibnu Abbas adalah pendapat pertama, sekalipun maknanya mencakup semua orang kafir. Sesungguhnya Allah mengutus nabi Muhammad SAW untuk semua manusia dan nikmat untuk mereka. Siapa saja yang menerima dan mengamalkannya sebagai rasa syukurnya, maka dia masuk surga. Dan siapa saja yang menolak serta mengingkarinya, maka dia masuk neraka. Firman Allah: (Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya) yaitu, mereka menjadikan sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama dengan Allah, dan mengajak orang-orang kepada hal itu. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengancam dan memperingatkan mereka melalui lisan NabiNya: (Katakanlah, "Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah neraka") yaitu bagaimanapun kalian mampu melakukannya di dunia, maka lakukanlah. Bagaimanapun sesuatu itu (maka sesungguhnya tempat kembali kalian adalah neraka") yaitu tempat kembali dan menetap kalian adalah neraka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras) (Surah Luqman: 24)
Tafsir As-Sa'di
28. Allah berfirman menjelaskan kondisi riil orang-orang yang mendustakan RasulNya, dari kalangan orang-orang kafir Quraisy dan kesudahan ulah mereka. “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran”, kenikmatan dari Allah yakni pengutusan Muhammad kepada mereka untuk menyeru mereka kepada pencapaian kebaikan-kebaikan di dunia dan akhirat, dan (menyeru) kepada kesalamatan dari macam-macam kejelekan dunia dan akhiirat. Mereka menggantikan nikmat ini dengan menampiknya dan mengingkarinya serta berpaling darinya dengan tindakan diri mereka sendiri dan menghalangi orang lain sehingga “menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan”, yaitu neraka. Mereka menjadi faktor penyeab kesesatan mereka sendiri, hingga menjelma sebagai malapetaka bagi kaum mereka, padahal diperkirakan memberikan manfaat bagi mereka. Dia antaranya, mereka berhasil membujuk kaum mereka untuk keluar menuju perang Badar guna memerangi Allah dan RasulNya. Maka, terjadilah apa yang sudah dibukukan sejarah. Banyak pembesar dan tokoh mereka yang terbunuh dalam pertempuran tersebut.
Tafsir Al-Wajiz
28. Tidakkah kalian melihat orang yang mengubah rasa syukur terhadap nikmat Allah menjadi kekufuran. Mereka adalah pemimpin-pemimpin orang kafir dan orang musyrik dengan mendustakan risalah Muhammad SAW dan syariatnya. Mereka memberikan rumah kehancuran terhadap kaum yang mengikuti mereka dalam kekufuran, yaitu neraka Jahanam, dengan menyiapkan mereka sebab-sebab masuk neraka, lalu mereka semua masuk ke dalamnya. Ini merupakan keadaan mereka yang mengherankan