Surah Al-Anfal : Ayat 27
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."

Tafsir Ringkas Kemenag
Bersyukur adalah sebuah keharusan, sebab aneka nikmat tersebut bersumber dari Allah. Tidak bersyukur berarti mengkhianati nikmat tersebut dari pemberinya, karena itu Allah menyatakan, wahai orangorang yang beriman! janganlah kamu mengkhianati, yakni mengurangi sedikit pun hak Allah sehingga mengkufurinya atau tidak mensyukurinya, dan juga jangan mengkhianati rasul, yakni nabi Muhammad, tetapi penuhilah seruannya, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu oleh siapa pun, baik amanat itu ada-lah amanat orang lain maupun keluarga; seperti istri dan anak, muslim atau non-Muslim, sedang kamu mengetahui bahwa itu adalah amanat yang harus dijaga dan dipelihara. Segala sesuatu yang berada dalam genggaman manusia adalah amanat Allah yang harus dijaga dan dipelihara. Salah satu bentuk motivasi mengkhianati amanat Allah dan rasulnya adalah cinta kepada harta dan anak yang berlebihan. Maka pada ayat ini Allah menyatakan, dan ketahuilah bahwa hartamu yang merupakan titipan Allah kepadamu dan anak-anakmu yang merupakan anugerah Allah itu hanyalah sebagai cobaan. Maka, ja-nganlah berlebihan dalam mencintai harta dan anak melebihi cinta pada Allah. Cinta harta dan anak yang berlebihan membuat seseorang enggan memenuhi panggilan Allah dan rasul-Nya karena takut atau kikir, sebab panggilan tersebut menuntut tanggung jawab dan pengorbanan. Dan ketahuilah, sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar, jauh lebih besar daripada harta dunia dan anak keturunan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 27-28 Ayat ini bermakna umum. Khianat itu mencakup dosa kecil dan dosa besar yang sudah dipastikan dan yang melampaui batas. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian) Amanat adalah sesuatu yang dipercayakan oleh Allah kepada hambaNya, yaitu hal-hal yang diwajibkan. Dia berkata (janganlah kalian mengkhianati) yaitu janganlah kalian menguranginya. Dia berkata di riwayat lain tentang firmanNya: (janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-(Nya)) dia berkata yaitu meninggalkan perintahNya dan mengerjakan kemaksiatan. Abdurrahman bin Zaid berkata, Dia melarang kalian untuk berkhianat terhadap Allah dan Rasulallah SAW, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang munafik. Firman Allah: (Dan ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai cobaan) yaitu merupakan ujian dan cobaan dari Allah bagi kalian, ketika Dia memberikannya kepada kalian agar Dia mengetahui apakah kalian bersyukur atas hal itu dan berbuat ketaatan kepadaNya dengan hal itu, atau kalian menyibukkan diri dengan hal itu dan melalaikanNya dan menjadikannya sebagai ganti dariNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (15)) (Surah At-Taghabun) dan (Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)) (Surah Al-Anbiya: 35) Firman Allah: (dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar) yaitu pahala, pemberian, dan surgaNya itu lebih baik bagi kalian daripada harta dan anak-anak kalian. Sesungguhnya terkadang di dapati dari mereka itu musuh, dan kebanyakan mereka tidak memberikan manfaat apa pun kepadamu. Dan Allah SWT adalah Dzat yang mengatur lagi Dzat yang memiliki dunia dan akhirat dan disisiNyalah pahala yang melimpah pada hari kiamat.
Tafsir As-Sa'di
27 Allah memerintahkan hamba hambaNya yang beriman agar menunaikan perintah perintah dan larang larangan yang Allah amanatkan kepada mereka, karena Allah telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung, semua menolak memikulnya dan khawatir akan menghianatinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. barangsiapa yang menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala besar dari Allah dan barangsiapa menghianatinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan azab yang keras dan dia menjadi penghianat Allah, Rasulullah, dan amanatnya itu sendiri, menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dan ciri terjelek yaitu khianat serta mengabaikan sifat yang paling baik dan semurna yaitu amanat.
Tafsir Al-Wajiz
27 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati perjanjian kepada Allah dan Rasul dengan menyepelekan perintah kewajiban dan menerjang batasa perkara yang diharamkan, juga menyebarkan rahasia kepada orang-orang musyrik dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu baik itu hutang atau hak manusia, sedang kamu mengetahui bahwa khianat adalah dilarang, atas dasar kesadaran bukan karena lupa, dan kamupun juga mengetahui akibatnya. Ayat ini turun untuk Abu Lubabah: Marwan bin Abdul Mundzir ketika mengabarkan Bani Quraidhah atas apa yang diklaim Nabi bahwa nabi telah mengalahkan mereka setelah dikepung selama dua puluh satu malam

Sumber tafsir dari tafsirweb.com