Surah An-Nisa : Ayat 27
وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُوا۟ مَيْلًا عَظِيمًا
"Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan ketahuilah bahwa Allah hendak menerima tobatmu yang kamu lakukan dengan tulus dan sepenuh hati, sedang orang-orang yang semata-mata hanya mengikuti keinginan hawa nafsu-Nya, menghendaki dan berupaya dengan segala cara agar kamu berpaling sejauh-jauhnya dari kebenaran. Allah juga hendak memberikan keringanan atas beban yang dipikulkan-Nya kepadamu. Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersifat lemah, maka tidak ada hukum-Nya yang di luar kemampuan manusia untuk memikulnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-28 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia hendak menjelaskan kepada kalian, wahai orang-orang mukmin, tentang apa yang dihalalkan bagi kalian dan apa yang diharamkan bagi kalian, dari hal-hal yang telah dijelaskan dalam surah ini dan lainnya. (dan menunjukkanmu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu) yaitu cara-cara terpuji mereka dan mengikuti hukum-hukum Allah yang Dia cintai dan ridhai. (dan (hendak) menerima taubatmu) dari dosa-dosa dan larangan-larangan. (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu dalam hukum, ketentuan, perbuatan, dan firmanNya. Firman Allah, (sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya) yaitu orang-orang yang mengikuti setan yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani, dan para pezina ingin agar kalian menyimpang dari kebenaran dan menuju kesesatan sejauh-jauhnya. (Allah hendak memberikan keringanan kepadamu) yaitu dalam hukum, perintah, larangan, dan ketetapan-ketetapanNya untuk kalian. Oleh karena itu, Dia mengizinkan pernikahan dengan budak wanita dengan syarat-syarat tertentu, sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid dan lainnya terkait firman Allah, (dan manusia dijadikan bersifat lemah) maka keringanan itu sesuai dengannya karena adanya kelemahan pada dirinya, tekadnya, dan semangatnya. Diriwayatkan dari Ibnu Thawus dari ayatnya (dan manusia dijadikan bersifat lemah) yaitu dalam perkara wanita"
Tafsir As-Sa'di
27. Dan firmanNYa “dan Allah hendak menerima taubatmu” yaitu ampunan yang menghimpun ketercerai-beraian kalian, menyatukan perbedaan kalian, dan mendekatkan yang jauh dari kalian, ”sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya” yaitu mereka condong bersama nafsunya kemanapun ia condong dan mereka mendahulukan nafsunya diatas perkara yang mengandung keridhaan Allah serta menyembah hawa nafsu mereka, mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang ahli maksiat dari berbagai macam jenisnya yang mementingkan hawa nafsu mereka saja daripada ketaatan kepada rabb mereka, mereka itu menghendaki “supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)“ yaitu agar kalian menyimpang dari jalan yang lurus kepada jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang tersesat, mereka menghendaki agar kalian menyimpang dari ketaatan Allah menju ketaatan kepada setan, dan dari hukum-hukum Dzat yang seluruh kebahagiaan itu berada pada pelaksanaan perintah dan laranganNya menuju kepada setan yang seluruh kesengsaraan berada ketika mengikutinya. Apabila kalian telah mengetahui bahwa Allah memerintahkan kalian kepada perkara yang terdapat padanya kemashlahatan, keberhasilan, dan kebahagiaan bagi kalian dan bahwasannya orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka memerintahkan kalian kepada perkara yang terdapat padanya kerugian dan kesengsaraan maka pilihlah yang paling utama untuk diri kalian diantara dua pendorong tersebut carilah yang terbaik dari dua jalan tersebut.
Tafsir Al-Wajiz
27. Allah hendak menerima taubat kalian dengan mengembalikan kalian dari kemaksiatan menuju ketaatan, sedangkan para pengikut hawa nafsu itu ingin agar kalian berpaling dari jalan kebenaran dengan melakukan perbuatan yang diharamkan tanpa mematuhi syariat, dan tidak memperhatikan akibatnya, serta halal-haramnya. Yang dimaksud dengan syahwat di sini adalah Sesuatu yang diharamkan oleh syari’at.