Surah Saba : Ayat 27
قُلْ أَرُونِىَ ٱلَّذِينَ أَلْحَقْتُم بِهِۦ شُرَكَآءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
"Katakanlah: “Perlihatkanlah kepadaku sembah-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya, sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Tafsir Ringkas Kemenag
Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan dia, yakni kamu anggap sebagai tuhan dan kamu jadikan sebagai sekutu-sekutu-Nya. Apa yang bisa mereka perbuat' tidak ada! tidak mungkin Allah dipersekutukan dengan apa pun! sebenarnya dialah Allah yang mahaperkasa, mahabijaksana. '28. Allah adalah tuhan yang maha esa. Dia tidak layak dipersekutukan dengan sesuatu pun. Dia mengutus nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam. 'dan kami tidak mengutus engkau, wahai nabi Muhammad, melainkan kepada semua umat manusia sampai hari kiamat sebagai pembawa berita gembira bahwa orang yang taat akan memperoleh kebahagiaan, dan sebagai pemberi peringatan bagi pendurhaka tentang kesengsaraan jika mereka enggan bertobat, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga tetap enggan mengimani risalah nabi Muhammad. (lihat juga: al-a'r'f/7: 158 dan y'suf/12: 103).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 24-27 Allah SWT berfirman menetapkan keesaanNya dalam penciptaan dan pemberian rezeki, serta sebagai Tuhan. Sebagaimana mereka mengakui bahwa tidak ada yang memberi mereka rezeki dari langit dan bumi, yaitu dengan hujan yang diturunkan dari langit dan tanam-tanaman yang ditumbuhkan, selain dari Allah, maka dengan demikian hendaklah mereka mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Ini termasuk ke dalam bab tentang “Al-Laf” dan “An-Nasyr” yaitu bahwa salah satu pihak ada yang bathil, dan yang lain benar. Tidak mungkin dikatakan bahwa antara kalian dan kami berada dalam jalan petunjuk atau kesesatan, tetapi salah satu dari kita saja yang benar. Kami telah menyampaikan bukti atas keesaan Tuhan, untuk menunjukkan kebathilan apa yang kalian jalani berupa menyekutukan Allah SWT. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat” (25)) Maknanya adalah berlepas diri dari mereka, yaitu, kalian bukan termasuk golongan kami, dan kami bukan termasuk golongan kalian, bahkan kami menyeru kalian untuk mengesakan dan menyembah Allah semata. Maka jika kalian memenuhi, maka kalian termasuk golongan kami dan kami termasuk golongan kalian. Jika kalian mendustakannya, maka kami berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri dari kami. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan” (41)) (Surah Yunus) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua”) yaitu pada hari kiamat Dia akan mengumpulkan semua makhluk di suatu tempat yang lapang. kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar, yaitu Dia memutuskan perkara di antara kita secara adil, maka Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan. Pada hari itu kalian akan mengetahui bagi siapakah kemuliaan, pertolongan, dan kebahagiaan yang abadi? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan (14) Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira (15) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (16)) (Surah Ar-Rum) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui) yaitu Hakim Yang Maha Adil, lagi Maha Mengetahui hakikat semua perkara. Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya)") yaitu, perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian jadikan sebagai tandingan-tandingan Allah dan kalian angkat sebagai tandinganNya (sekali-kali tidak mungkin) yaitu tidak ada tandingan, pesaing, sekutu, dan yang sama bagiNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sebenarnya Dialah Allah) yaitu yang Maha Esa tidak ada sekutu bagiNya. (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Dzat yang memiliki kekuasaan yang dengan itu Dia menaklukkan dan mengalahkan segala sesuatu. Dia Maha Bijaksana dalam semua perbuatan, firman, syariat, dan takdirNya. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah
Tafsir As-Sa'di
27. “Katakanlah” kepada mereka, wahai rasul, dan wahai orang yang mewakilimu, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan denganNya sebagai sekutu-sekutu,” maksudnya, di mana mereka? Di mana jalan untuk mengenal mereka? Apakah mereka ada di bumi atau di langit? Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata telah menginformasikan kepada kami, bahwa di dalam wujud (alam semesta ini) ia sama sekali tidak mempunyai seorang sekutu pun, "Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)." (Yunus:18) "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga." (Yunus:66). Demikian pula orang-orang istimewa dari makhlukNya, yaitu para nabi dan para rasul, mereka tidak mengetahui adanya sekutu bagiNya. Maka, wahai sekalian kaum musyrikin, perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian hubungkan dengan Allah sebagai sekutu-sekutuNYa menurut klaim palsu kalian! Permintaan ini tidak mungkin mereka penuhi, maka dari itu Allah berfirman, “SEkali-kali tidak mungkin.” Maksudnya, Allah sama sekali tidak mempunyai sekutu, tandingan dan lawan. “Sebenarnya Dia-lah Allah” yang tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi, kecuali DIa “yang Mahaperkasa” yang mengalahkan segala sesuatu. Maka segala sesuatu, semuanya dikendalikan, dikalahkan dan ditundukkanNYa. “Lagi Mahabijaksana,” yang menciptakan dengan sangat rapid an membuat indah apa yang diciptakanNYa, dan sangat baik apa yang disyariatkanNya. Kalaupun tidak ada dalam hikmah syariatnya kecuali hanya (pertama) perintah mengesakanNya dan mengikhlaskan kepatuhan (agama) hanya kepadaNya dalam keadaan mencintai hal ini dan menjadikannya sebagai jalan keselamatan, dan (kedua) larangan berbuat syirik dan mengambil sembahan-sembahan selain Dia, serta menjadikan hal ini sebagai jalan kesengsaraan dan kebinasaan, maka hal ini sudah sangat cukup untuk menjadi argument (bukti) atas kesempurnaan hikmah (kebijaksanaan) NYa; lalu bagaimana dengan keadaan syariat di mana seluruh yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang mencakup hikmah?
Tafsir Al-Wajiz
27. Katakanlah kepada mereka: "Perlihatkan kepadaku sembahan-sembahan yang kalian jadikan sekutu-sekutu Allah. Apakah mereka berkuasa atas sesuatu? Tidak mungkin, hindarilah dan janganlah mengklaim mereka sebagai sekutu. Hanya Allahlah yang menjadi Tuhan yang Maha Kuat, Maha Perkasa, dan Maha Menang, Pemilik kebijaksanaan luar biasa dalam mengatur makhlukNya