Surah Yasin : Ayat 26
قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ

"Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menyatakan iman di hadapan kaumnya, kaummnya pun membunuhnya. Allah pun memberikan pahala atas imannya yang kokoh itu. Ketika dia meninggal, malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga dikatakan kepadanya, 'masuklah ke surga. ' dia laki-laki itu berkata, 'alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Duhai seandainya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan niscaya mereka akan beriman sebagaimana aku beriman. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-29 Qatadah berkata bahwa tidaklah kamu menjumpai orang mukmin, melainkan dia adalah seorang yang mengharapkan kebaikan bagimu, dan tidaklah kamu jumpa dia sebagai seorang penipu. Setelah lelaki itu menyaksikan penghormatan yang diberikan Allah kepadanya: ("Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui (26) apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadi­kan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan” (27)) dia mengharapkan andaikata kaumnya mengetahui kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya dan akibat terpuji yang dia dapatkan. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya (28)) Allah SWT memberitahukan bahwa Dia membalas perbuatan kaumnya setelah dia dibunuh mereka karena murka kepada mereka, karena mereka mendustakan para rasulNya dan membunuh kekasihNya. Lalu Allah SWT menyebutkan bahwa Dia tidak menurunkan dan membutuhkan untuk membinasakan mereka dengan pasukan malaikat untuk membinasakan mereka, bahkan perkara itu lebih mudah dari hal itu. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit) yaitu risalah lain kepada mereka, Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Qatadah berkata bahwa demi Allah, Allah tidak menegur kaumnya setelah mereka membunuhnya, (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka dengan serta merta mereka semuanya mati (29)) Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang pertama adalah yang paling shahih, karena risalah tidak dinamakan pasukan. Para Mufasir berkata bahwa Allah SWT mengirimkan malaikat Jibril kepada mereka. Jibril memegang kedua sisi pintu gerbang negeri mereka, kemudian dia meneriakkan satu kali teriakan terhadap mereka. Maka seketika mereka semuanya mati, tanpa ada seorangpun yang selamat saat itu
Tafsir As-Sa'di
26-27 lalu lelaki ini dibunuh oleh kaumnya sendiri setelah mereka mendengar darinya dan ia berdialog dengan mereka. “dikatakan” kepadanya pada saat itu juga, “masuklah kesurga,” Allah berfirman seraya mengabarkan karamah (kemuliaan) yang diraihnya karena tauhid dan keikhlasannya serta nasihat kepada kaumnya, sesudah wafatnya, sebagaimana dinasihatkannya saat masih hidup, “alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui; apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku,” maksudnya, disebabkan apa Dia mengampuniku hingga Dia menjauhkan segala bentuk siksaan dariku, “dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan” dengan berbagai macam pahala dan segala hal yang menyenangkan. Artinya, kalau tidak sekiranya pengetahuan tentang hal ini sampai pada hati mereka, tentu mereka tetap berada dalam kesyirikan.
Tafsir Al-Wajiz
26. Setelah dibunuh dan mati, malaikat berkata kepadanya dengan penuh penghormatan: “Masuklah surga sebagai orang syahid yang menetap” Lalu dia berkata: “Alangkah baiknya jika kaumku mengetahui kebaikan yang aku terima”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com