Surah As-Sajdah : Ayat 26
أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَٰكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ
"Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat-ayat ini Allah menguatkan tiga pokok ajaran agama, yaitu tauhid, hari kebangkitan, dan risalah. Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, yaitu para pendusta risalah, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan akibat pendustaan dan penentangan mereka terhadap para rasul, sedangkan mereka sendiri seringkali berjalan di tempat-tempat kediaman mereka yang dibinasakan itu sehingga mereka melihat bekas-bekas kehancurannya' kaum-kaum itu hancur karena kekafiran mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah mereka tidak mendengarkan dan memperhatikan'27. Allah kuasa membinasakan dan menghidupkan mereka kem-bali. Dan tidakkah mereka, yakni para pendusta hari kebangkitan, memperhatikan bahwa kami mampu menghidupkan orang yang sudah mati sebagaimana kami mampu mengarahkan awan yang mengandung air ke bumi yang tandus, lalu dengan air hujan itu kami tumbuhkan tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan juga mereka sendiri dapat makan darinya sehingga tubuh mereka sehat dan kuat' maka, mengapa mereka tidak memperhatikan hal tersebut sebagai bukti kemampuan kami membangkitkan manusia pada hari kebangkitan'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-27 Allah SWT berfirman bahwa apakah tidak menjadi petunjuk kepada mereka yang mendustakan para rasul keadaan umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan Allah karena telah mendustakan para rasul dan menentang jalan yang lurus yang disampaikan para rasul kepada mereka, sehingga tidak ada yang tersisa dari mereka, dan tidak ada bekas atau mata air pun bekas peninggalan mereka (Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?) (Surah Maryam: 98) Oleh karena itu Allah berfirman: (sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu) yaitu orang-orang yang mendustakan itu berjalan di tempat-tempat kediaman orang-orang terdahulu yang mendustakan, maka mereka tidak akan melihat seorangpun dari kalangan orang-orang yang dahulu menghuni dan membangunnya. Mereka telah lenyap darinya (seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu) (Surah Al-Araf: 92) sebagaimana Allah berfirman: (Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka) (Surah An-Naml: 52) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan)) yaitu sesungguhnya lenyapnya orang-orang itu, kebinasaan mereka, dan azab yang menimpa mereka karena mendustakan para rasul, dan keselamatan orang-orang yang beriman kepada para rasul, benar-benar terdapat tanda-tanda, pelajaran, nasehat, dan bukti-bukti yang terang. (Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?) yaitu berita-berita orang-orang yang terdahulu, bagaimana kesudahan urusan mereka. Firman Allah SWT: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus) Allah SWT menjelaskan kelembutanNya dan kebaikanNya kepada makhlukNya, dalam mengirimkan air yang adakalanya diturunkan dari langit atau dari hulu-hulu sungai yang diturunkan dari atas bukit, menuju ke dataran-dataran rendah yang membutuhkannya pada waktunya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (ke bumi yang tandus) yaitu tanah yang tidak ada tanamannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus (8)) (Surah Al-Kahfi) yaitu kering, tidak dapat menumbuhkan sesuatu pun. Ikrimah, Adh-Dhahhak, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid berkata bahwa tanah yang tandus adalah tanah yang tidak ada tumbuhannya lagi berdebu. Saya berkata, ini sebagaimana firmanNya: (Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan (33) Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air (34) agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur? (35)) (Surah Yasin)
Tafsir As-Sa'di
26. Maksudnya, apakah belum menjad jelas bagi mereka yang mendustakan rasul dan menjadi petunjuk bagi mereka kepada yang benar, berapa banyak sudah Kami binasakan sebelum mereka umat-umat yang telah menemuh jalan mereka, “sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu” lalu mereka menyaksikannya dengan pandangan mata kepala mereka, seperti kaum Nabi HUd, Shaleh, dan kaum nabi Luth. “Sesungguhnya ada yang demikian itu terdapat tanda-tanda,” yang data dijadikan dalil atas kebenaran para rasul yang telah datang kepada mereka, dan atas kebatilan ajaran yang mereka anut, yaitu syirik dan keburukan, serta dalil atas (hukum balasan) bahwa siapa saja yang melakukan seperti perbuatan mereka maka akan diperlakukan sama seperti perlakuan terhada orang-orang sebelumnya, dan dalil atas (janji Allah) bahwa Allah pasti memberikan balasan kepada hamba-hambaNya dan pasti menghidupkan mereka kembali untuk dihimpun dan diberi pembalasan. “Maka apakah mereka tidak mendengarkan,” ayat-ayat Allah, sehingga mereka menyadarinya lalu mengambil pelajaran darinya kalau saja mereka mempunyai pendengaran yang benar dan akal yang sehat, tentu mereka tidak akan tetap pada kondisi yang memastikan mereka binasa.
Tafsir Al-Wajiz
26. Bukankah sudah jelas bagi kaum kafir makkah, banyak dari mereka yang Kami binasakan dari golongan umat terdahulu yang dzalim sebab kekufuran mereka. Seperti kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaum Mekah menyebar dalam semua perjalanan mereka di desa-desa mereka. Lalu mereka menyaksikan siksaan, sesungguhnya yang demikian itu adalah bukti atas kekuasaan Kami, tidakkah mereka mendengar dan merenungkan bagaimana kemudian mereka beriman? (berapa) Konten maknanya banyak. Dekade peradaban manusia: sebuah golongan dipersatukan dalam satu zaman.