Surah Luqman : Ayat 26
لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
"Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
Tafsir Ringkas Kemenag
Hanya Allah yang berhak disembah dan ditaati, sebab hanya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, dialah yang mahakaya; dia tidak butuh ibadah hamba-Nya. Dia pun maha terpuji meski tidak seorang pun memuji-Nya. 27. Ayat ini menggambarkan betapa sempurna kuasa Allah dan betapa luas ilmu-Nya. Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, dan ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi untuk menjadi tinta setelah habis-Nya lautan yang pertama, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat-kalimat Allah dituliskan. Sesungguhnya Allah mahaperkasa, tidak ada satu pun yang sanggup mengalahkan-Nya mahabijaksana dalam setiap pengaturan dan kebijakan-Nya (lihat: al-kahf/18: 109).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 25-26 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang keadaan orang-orang yang menyekutukanNya, bahwa mereka mengakui bahwa Allahlah Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi. Hanya Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dengan semua itu, mereka menyembah sekutu-sekutu lain bersamaNya, dan mereka mengakui bahwa sekutu-sekutu itu adalah makhlukNya dan milikNya. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentulah mereka akan menjawab, "Allah.” Katakanlah, "Segala puji bagi Allah”) yaitu hujjah telah ditegakkan terhadap kalian dengan adanya pengakuan kalian (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) Kemudian Allah SWT berfirman: (Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi) yaitu, Dialah Dzat yang Menciptakan dan Memilikinya (Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji) Dzat yang Maha Kaya dari selainNya, bahkan segala sesuatu membutuhkanNya, yang Maha Terpuji dalam semua yang Dia ciptakan. Segala puji di langit dan di bumi adalah milikNya atas semua yang telah Dia ciptakan dan syariatkan, Dialah Dzat yang Maha Terpuji dalam semua urusan
Tafsir As-Sa'di
26. Kemudian Allah menyebutkan di dalam dua ayat berikut ini salah satu contoh dari kemahaluasan sifat-sifatNya, untuk menyeru hamba-hambaNya agar mengenalNya, mencintaiNya dan memurnikan kepatuhan hanya kepadaNya. Di sini Dia menyinggung universalitas kerajaanNya, dan bahwa semua yang ada di langit dan bumi (yang semua ini meliputi seluruh alam atas dan alam bawah) adalah milikNya, Dia berbuat terhadap mereka berdasarkan hukum-hukum (aturan-aturan) kerajaanNya yang bersifat taqdiri (ketetapan) dan hukum-hukumNya yang bersifat perintah serta hukum-hukumnya yang bersifat balasan. Jadi semua mereka adalah hamba dan budak yang dikendalikan dan ditundukkan, mereka sama sekali tidak memiliki kepemilikan (kerajaan) apa pun, dan bahwa Dia Mahaluas kekayaanNya, maka Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa-apa yang dibutuhkan seseorang dari makhlukNya, "Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (Adz-Dzariyat:57). Dan sesungguhnya amal perbuatan para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shalih, sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan bagi Allah. Sesungguhnya ia hanya berguna bagi para pelakunya, sedangkan Allah Mahakaya dari mereka dan dari amal perbuatan mereka. Dan di antara kekayaanNya adalah, Allah menjadikan mereka kaya dan berkecukupan di dunia dan akhirat mereka. Kemudian Allah memberitakan tentang betapa luasnya keterpujianNya, dan bahwa keterpujianNya merupakan keharusan DzatNya. Maka tidaklah Dia melainkan Maha Terpuji dalam sifat-sifatNYa. Setiap sifat dari sifat-sifatNya berhak mendapatkan pujian yang tersempurna dan paling paripurna, sebab ia merupakan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan; dan seluruh yang di lakukanNya dan apa yang diciptakanNya pasti terpuji; dan seluruh yang Dia putuskan terhadap hamba-hambaNya dan (keputusan) di antara hamba-hambaNya di dunia dan di akhirat pasti terpuji.
Tafsir Al-Wajiz
26. Hanya milik Allah lah, segala apapun yang ada di langit dan bumi, baik raja, makhluk maupun hamba. Tidak ada Dzat Yang berhak disembah kecuali Dia. Allah tidak butuh apapun, hanya bagi-Nya lah segala puji untuk segala sesuatu