Surah Ar-Ra'd : Ayat 26
ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا مَتَٰعٌ
"Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah yang maha pemurah melapangkan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki dan membatasi rezeki siapa yang dia kehendaki dari hambahamba-Nya. Mereka yang ingkar bergembira ria dengan kebahagian hidup yang mereka peroleh di kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang berlangsung begitu singkat dibanding kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Demikianlah Allah menjelaskan balasan bagi orang yang enggan menerima kebenaran dan orang kafir yang hanya mengejar kesenangan duniawi. Dan tidak hanya menolak kebenaran, orang-orang kafir juga berkata dengan nada mengejek, mengapa tidak diturunkan kepadanya (nabi Muhammad) tanda berupa mukjizat yang dapat dilihat secara kasat mata dari tuhannya, seperti halnya mukjizat nabi musa dan isa' katakanlah, wahai nabi Muhammad, sesungguhnya Allah menyesatkan'membiarkan sesat'siapa yang dia kehendaki karena keingkarannya sendiri, betapapun banyak mukjizat yang dilihatnya, dan Allah memberi petunjuk bagi orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya, .
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia adalah Dzat yang meluaskan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki, dan menyempitkannya kepada orang yang Dia kehendaki, karena hal itu mengandung hikmah dan keadilan. Orang-orang kafir itu gembira dengan apa yang mereka dapatkan di kehidupan dunia yang merupakan bentuk pembiaran dan penangguhan bagi mereka, Sebagaimana Allah SWT berfirman (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) (Surah Al-Mu’minun) Kemudian Allah menghinakan kehidupan dunia dibandingkan dengan pahala yang Dia simpan untuk hamba-hambaNya yang mukmin di akhirat. Lalu Allah berfirman: (padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit)) Sebagaimana Allah berfirman: (Katakanlah, "Kesenangan dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kalian tidak akan dianiaya sedikit pun) (Surah An-Nisa: 77) dan (Tetapi kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi (16) Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) (Surah Al-A'la) Disebutkan dalam hadits lain bahwa Rasulullah SAW melewati bangkai seekor kambing yang kedua telinganya kecil, lalu beliau SAW bersabda,”Demi Allah, sesungguhnya dunia ini lebih diremehkan oleh Allah daripada kambing ini menurut pandangan pemiliknya ketika ia mencampakkannya”
Tafsir As-Sa'di
26. Allaha semata-lah yang meluaskan dan melapangkan rizki bagi orang-orang yang dikehendakiNya. “Mereka bergembira,” yakni orang-orang kafir “dengan kehidupan dunia,” dengan kegembiraan yang menyebabkan mereka merasa nyaman dengannya dan melalaikan akhirat. Hal itu sebabnya adalah kekurangan akal pada mereka, “padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit),” merupakan sesuatu yang hina, dinikmati dalam waktu sekejap, kemudian berpisah dari pemiliknya dan orang-orang yang menggemgamnya, dan akhirnya akan melahirkan banyak kesulitan bagi mereka.
Tafsir Al-Wajiz
26 Allah meluaskan rezeki dan juga menyempitkannya bagi siapapun yang Dia kehendaki. Kelapangan rezeki tidak selalu berarti sebagai rahmat Allah, begitu juga kesempitan tidak berarti selalu berarti kemurkaan Allah. Adapun kegembiraan penduduk Makkah dengan kehidupan di dunia yang lapang, dan tidak tahu kemuliaan yang ada di sisi Allah. Padahal kehidupan dunia itu jika dibanding dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit