Surah Yunus : Ayat 26
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (lihat: surah al-qiya'mah/75: 22-23). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dengan yang telah mereka kerjakan dan mereka diselubungi kehinaan akibat dari kejahatan tersebut. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yakni suram dan muram ekspresi dari penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitahukan bahwa bagi orang yang berbuat baik di dunia, dengan beriman dan melakukan amal shalih itu mendapatkan kebaikan di akhirat sebagaimana firmanNya: (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) (Surah Ar-Rahman) Firman Allah: (dan tambahannya) yaitu pahala amal baik itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat-lipat lebih dari itu. Hal itu mencakup semua apa yang diberikan Allah kepada mereka di surga, berupa istana-istana, bidadari-bidadari yang bermata jeli, keridhaan Allah kepada mereka, dan apa yang dirahasiakan Allah untuk mereka berupa hal-hal yang menyejukkan hati. Hal paling utama di antara semua itu adalah memandang Dzat Allah SWT yang Maha Mulia. Sesungguhnya hal itu lebih besar daripada semua yang telah diberikan oleh Allah; mereka sebenarnya tidak berhak mendapatkannya dengan amal mereka, melainkan karena kemurahan dan rahmatNya. Telah diriwayatkan tafsir penambahan itu dengan memandang Dzat Allah Yang Maha Mulia Diriwayatkan dari Shuhaib bahwa Rasulullah SAW membaca ayat ini (Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) Lalu beliau bersabda,”Apabila pemduduk surga sudah masuk surga dan penduduk neraka sudah masuk neraka, maka seorang penyeru, akan menyerukan,"Hai penduduk surga, sesungguhnya Allah menjanjikan sesuatu kepada kalian, dan berkehendak menunaikannya. Mereka berkata,"Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami? bukankah Dia telah menjadikan putih wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?” beliau bersabda,”Allah membuka hijab bagi mereka, lalu mereka memandangNya. Demi Allah, bahwa Allah belum pernah memberikan suatu nikmat yang lebih mereka sukai daripada memandangNya, dan tidak pula lebih menyenangkan mata mereka selain itu. Firman Allah SWT. (Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam) Yakni kegelapan dan kehitaman di padang Mahsyar, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang kafir dan durhaka, dimana wajah mereka menjadi hitam dan gelap. (dan tidak (pula) kehinaan) yaitu kehinaan dan kerendahan. yaitu keadaan mereka secara tampak dan bathin tidak mendapatkan kehinaan, bahkan sebagaimana Allah SWT berfirman tentang hak mereka: (Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati (11)) (Surah Al-Insan) yaitu kesegaran dalam wajah mereka dan kegembiraan dalam hati mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan keutamaan dan rahmatNya, amin.
Tafsir As-Sa'di
26. ketika Dia mengajak kepada Darussalam maka seakan-akan jiwa itu berhasrat kepada amal perbuatan yang mengantarkan kepada surga, maka Dia menyampaikannya dengan FirmanNya, “Orang-orang yang berbuat baik mendapatkan pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” Maksudnya, oraang-orang yang berbuat baik dalam beribadah kepada Allah hendaklah beribadah kepadaNya dengan pijakan muraqabah (merasa diawasi), dan ketulusan dalam beribadah, serta melaksankan apa yang dia mampu darinya. Mereka juga berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dengan apa yang mereka mampu, berupa perbuatan baik yang bersifat perkataan, dan perbuatan: memberikan kebaikan materi, kebaikan jasmani, amar ma’ruf, nahi mungkar, mengajar orang-orang bodoh, memberi nasihat kepada orang-orang yang berpaling dan kebaikan-kebaikan yang lain. Orang-orang yang berbuat baik itulah yang mendapatkan kebaikan yaitu Surga yang sempurna kebaikannya dan sebuah tambahan yaitu melihat Wajah Allah yang mulia, mendengar FirmanNya, meraih ridhaNya, berbahagia dengan kedekatan kepadaNya. Dengan ini terwujudlah harapan tertinggi yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap dan sesuatu yang dimohon oleh orang-orang yang memohon. Kemudian Dia menyebutkan lenyapnya ketakutan mereka, Dia berfirman, “Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.” Maksudnya, mereka tidak ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan dari segi apa pun, karena jika sesuatu tidak diinginkan menimpa manusia, maka hal itu akan terbacaa di wajahnya, ia akan kusut dan suram. Adapun mereka (yang beramal shalih), maka Allah berfirman tentang mereka, amu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.(Al-Muthafifin:24). "Mereka itu adalah penduduk surge" yang tinggal kekal di dalamnya, tidak berpindah, tidak lenyap dan tidak akan berubah.
Tafsir Al-Wajiz
26 Bagi orang-orang yang berbuat baik dengan iman, ibadah, dan amal ada pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahan kenikmatan ruh yaitu melihat wajah Allah. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam ataupun kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com