Surah Al-Baqarah : Ayat 250
وَلَمَّا بَرَزُوا۟ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan ketika saat yang mencekam semakin dekat, mereka, yakni kelompok kecil namun didukung keimanan yang kuat, terus maju untuk melawan jalut dan tentaranya, meski mereka tahu benar kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan tentara jalut. Untuk menguatkan mental, mereka berdoa, ya tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami untuk menghadapi situasi yang berat ini; kukuhkanlah langkah kami di medan perang ini; dan tolonglah kami untuk menghadapi dan mengalahkan orang-orang kafir. Cerita ini memberi kita beberapa pelajaran dalam menghadapi situasi yang berat dan sulit. Pertama, berani menghadapi dengan penuh kesabaran. Kedua, mempersiapkan apa saja yang memungkinkan untuk memantapkan langkah. Ketiga, berdoa untuk menguatkan mental. Maka mereka mampu mengalahkannya, yakni jalut dan tentaranya, dengan izin Allah, dan bahkan seorang pemuda bernama dawud yang bergabung dengan tentara talut berhasil membunuh jalut. Kemudian Allah memberinya, dawud, dua anugerah yang belum pernah diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya, yaitu kerajaan dan hikmah agar bisa membawa maslahat, dan mengajarinya apa yang dia kehendaki, seperti membuat baju besi dan memahami bahasa burung. Dan kalau Allah tidak melindungi melalui kekuasaan dan kehendak-Nya kepada sebagian manusia dengan memunculkan kekuatan penyeimbang bagi sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini, karena mereka akan bertindak semenamena dan menindas yang lemah. Tetapi Allah mempu-Nyai karunia yang dilimpahkan-Nya atas seluruh alam, yakni apabila kezaliman merajalela, Allah akan memunculkan kekuatan yang mengimbanginya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 250-252 Yaitu, ketika kelompok orang yang beriman, yang jumlahnya sedikit dari pengikut Thalut menghadapi musuh mereka, yakni pengikut Jalut yang jumlahnya banyak, (merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami) yaitu turunkanlah kepada kami kesabaran dariMu (dan kokohkanlah pendirian kami) yaitu ketika berhadapan dengan musuh, dan hindarkanlah kami dari melarikan diri dan kelemahan (dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir) Firman Allah (Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah) yaitu mereka mengalahkan tentara Jalut dengan pertolongan Allah kepada mereka (dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut) (kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan) yang ada pada Thalut, (dan hikmah) yaitu kenabian setelah Syamu’il (Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini) yaitu Jika Allah tidak mencegah satu kaum terhadap kaum lainnya sebagaimana Dia mencegah Bani Israil membunuh Thalut dan keberanin nabi Dawud, maka sungguh mereka akan hancur, sebagaimana Allah berfirman (Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah) (Surah Al-Hajj: 40) Firman Allah (Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam), yaitu Dzat yang memiliki karunia dan rahmat atas mereka, yang mencegah mereka melakukan kerusakan satu sama lain, serta milikNyalah hukum, hikmah, dan hujjah atas ciptaanNya dalam seluruh tindakan dan firmanNya. Kemudian Allah berfirman (Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus) yaitu Ini adalah ayat-ayat Allah yang Kami ceritakan kepadamu terkait dengan urusan orang-orang yang Kami sebutkan dengan kebenaran, yaitu tentang hal-hal yang sesuai dengan apa yang dimiliki oleh Ahli Kitab yang berupa kebenaran yang diajarkan oleh para ahli ilmu Bani Israil. (Dan sesungguhnya kamu) wahai nabi Muhammad, (benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus) Ini merupakan penegasan dan pengantar bagi sumpahNya.
Tafsir As-Sa'di
249-250. “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu Sungai,” kalian akan melewatinya saat kalian sangat membutuhkan air, “maka siapa di antara kamu meminum airnya dia bukanlah pengikutku,” maksudnya ia tidak taat kepadaku, karena hal itu adalah bukti yang jelas tentang ketidaksabarannya dan memuncaknya ketakutannya, “dan barangsiapa tiada meminumnya maka dia adalah pengikutku,” karena kejujuran dan kesabarannya, “kecuali menceduk seceduk tangan,” maka hal itu dapat ditoleransi. Ketika mereka sampai di sungai tersebut dan saat itu mereka sangat membutuhkan air, maka seluruhnya minum dari sungai itu, “kecuali beberapa orang di antara mereka,” karena mereka bersabar dan tidak minum. “Maka tatkala thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi Sungai itu orang-orang yang telah minum berkata,” yaitu orang-orang yang penakut (pengecut) atau (menurut pendapat lain), orang-orang yang menyeberangi sungai “tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Apabila yang berkata itu adalah orang-orang yang penakut tersebut, maka perkataan ini adalah merupakan sebuah pembenaran akan ketakutan mereka, namun apabila orang-orang yang berkata itu adalah mereka yang menyeberang bersama tholut, maka sesungguhnya telah timbul sebagai bentuk kelemahan dalam jiwa-jiwa mereka. Akan tetapi orang-orang yang keimanan yang sempurna mendorong semangat dan menguatkan mereka untuk terus maju berperang, di mana mereka berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang-orang yang sabar,” dengan pertolongan, dukungan, dan bantuanNya hingga mereka tegar dan bersabar dalam memerangi musuh mereka, Jalut beserta bala tentaranya.
Tafsir Al-Wajiz
250. Dan ketika mereka telah melihat Jalut (pemimpin raksasa) dan tentaranya, mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sudah sangat sabar, Kami telah memperteguh dan menguatkan diri untuk berjihad dan tidak melarikan diri, maka tolonglah kami atas musuh-musuh kami yang kafir, yaitu Jalut dan para pasukannya. Berilah kami pertolongan sehingga kami bisa menang atas mereka”