Surah Al-Jinn : Ayat 25
قُلْ إِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًا
"Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kaum musyrik apabila diancam dengan siksa, seringkali melecehkan dan bertanya untuk tujuan mengejek, kapankah datangnya ancaman itu. Katakanlah wahai nabi Muhammad, 'aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah tuhanku menetapkan waktunya masih lama, aku tidak diberitahu tentang hal itu. '26. Yang mengetahui secara pasti tentang datangnya azab itu hanyalah Allah, karena dia mengetahui yang gaib, tetapi dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 25-28 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya untuk mengatakan kepada manusia bahwa sesungguhnya tidak ada pengetahuan baginya tentang waktu hari kiamat, tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah kiamat itu sudah dekat atau masih jauh (Katakanlah, "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan)nya masa yang panjang" (25) yaitu waktu yang masih panjang Firman Allah SWT: ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu (26) kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya) ini sebagaimana firmanNya: (dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya) (Surah Al-Baqarah: 255) Demikian juga Allah berfirman di sini bahwa sesungguhnya Dia mengetahui semua yang ghaib dan yang nyata, dan sesungguhnya Dia tidak memperlihatkan sesuatupun dari ilmuNya kepada seseorang dari makhlukNya kecuali sebatas apa yang diperlihatkan olehNya kepada mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman: ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu (26) kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya) Hal ini mencakup utusan dari kalangan manusia dan malaikat. Kemudian Allah SWT berfirman (maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya) yaitu Allah memberikan kekhususan kepadanya dengan para malaikat yang menjaganya atas perintah Allah SWT. Para malaikat itu mengawal dia dan wahyu Allah yang ada padanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu (28)) Para mufasir berbeda pendapat tentang dhamir yang ada pada firmanNya, (Liya'lama) yakni kepada siapa dhamir itu merujuk? Dikatakan bahwa ini kembali kepada Nabi SAW. Al-Baghawi berkata bahwa Ya'qub membaca firmanNya, "Liyu'lima" dengan didhammah, yaitu agar diberitahukan kepada manusia bahwa para rasul itu telah menyampaikan. Bisa juga ditafsirkan bahwa dhamir itu merujuk kepada Allah SWT. Ini menurut pendapat yang diriwayatkan Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Zad Al-Masir. Jadi makna ayat adalah bahwa Allah memelihara para rasulNya dengan para malaikat yang menjaganya agar mereka dapat menunaikan risalah-risalahNya, dan memelihara wahyu Dia turnkan kepada mereka, agar Dia mengetahui bahwa mereka telah menyampaikan risalah-risalah Tuhan mereka. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikut Rasul dan siapa yang membelot) (Surah Al-Baqarah: 143) dan (Dan supaya Allah benar-benar mengetahui (dengan nyata) orang-orang yang beriman, dan supaya Dia benar-benar mengetahui (dengan nyata) orang-orang yang munafik (11)) (Surah Al-'Ankabut) dan ayat lain yang serupa tentang itu bahwa Allah SWT mengetahui segala sesuatu sebelum kejadiannya dan ini merupakan suatu kepastian. Oleh karena itu Allah berfirman setelahnya: (sedangkan (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu)
Tafsir As-Sa'di
25-26. “katakanlah “ kepada mereka bila mereka bertanya padamu tentang kapankah terjadinya ancaman itu, “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Rabbku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu, masa yang panjang,” yakni, jarak waktu yang panjang. Pengetahuan mengenai hal itu hanya ada di sisi Allah. “(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu,” hanya Allah sendiri yang mengetahui isi hati, rahasia dan hal-hal ghaib.
Tafsir Al-Wajiz
25-26. Katakanlah kepada orang-orang musyrik wahai Rasul: “Aku tidak tahu sama sekali, apakah azab yang telah dijanjikan kepada kalian itu dipercepat atau diperlambat. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu tentang itu semua. Al-amad adalah masa yang sang sangat jauh. Allah Maha Tahu atas segala sesuatu yang ghoib (rahasia) dari para hamba-Nya, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui rahasia seorang makhluk kecuali Tuhannya