Surah Yunus : Ayat 25
وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَٰمِ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Agar manusia tidak tertipu dengan kehidupan dunia yang fana, lalu Allah memberikan tuntunan menuju jalan yang benar dan penuh kedamaian. Dan Allah menyeru manusia ke da'rus-sala'm, yakni surga, dan memberikan petunjuk kepada orang yang dia kehendaki ke jalan yang lurus, yakni islam. Petunjuk Allah diberikan kepada siapa saja yang mau menerimanya. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (lihat: surah al-qiya'mah/75: 22-23). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 24-25 Allah SWT membuat perumpamaan tentang bunga kehidupan dunia dan perhiasannya serta kefanaannya yang cepat dengan tanaman yang Dia tumbuhkan dari tanah dengan air hujan yang Dia turunkan dari langit, berupa tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang beragam macam dan jenisnya, ada yang dimakan manusia, hewan ternak, seperti rumput, ilalang, dan lainnya (Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya) yaitu perhiasannya yang fana (dan memakai (pula) perhiasannya) Semua yang dikeluarkannya tampak indah dihiasi dengan bunga yang beragam bentuk dan warnanya. (dan pemilik-pemiliknya mengira) yaitu orang-orang yang menanam dan memanennya (bahwa mereka pasti menguasainya) yaitu menuai dan memanennya. Ketika mereka dalam keadaan itu, tiba-tiba angin kencang yang sangat dingin datang sehingga daun-daunnya menjadi kering dan buahnya membusuk. Oleh karena itu Allah berfirman (tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang hari, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit) yaitu kering, sete;ah hijau dan segar (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) yaitu seakan-akan tidak pernah tumbuh sebelum itu. Qatadah berkata tentang firman (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) seakan-akan belum pernah tumbuh. Demikianlah perkaranya sesudah kehancurannya, maka seakan-akan tidak pernah ada. Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang yang binasa (lalu mereka mati bergelimpangan di dalam rumahnya (94) seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu) (Surah Hud) Kemudian Allah SWT berfirman: (Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami)) yaitu Kami menjelaskan hujjah-hujjah dan dalil-dalil (kepada orang-orang yang berpikir) lalu mereka mengambil pelajaran dari perumpamaan ini tentang lenyapnya dunia dari penduduknya dengan cepat, bersamaan mereka terperdaya dengan hal itu, dan yakin bahwa mereka pasti bisa memetik hasilnya pada waktunya, tetapi hal itu luput dari mereka. Sesungguhnya watak dunia itu lari dari orang yang mencarinya dan memburu orang yang lari darinya. Firman Allah SWT: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga)) Setelah menyebutkan tentang dunia dan kehancurannya yang cepat, Dia menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan Darussalam, yaitu dari penyakit, kekurangan, dan musibah. Allah SWT berfirman: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) (25)
Tafsir As-Sa'di
25. Allah mengajak, mendorong dan menganjurkan hamba-hambaNya secara umum kepada Darussalam, dan Dia mengkhususkan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki untuk dipilih dan diangkatNya. Ini adalah karunia dan kebaikanNya, dan Allah mengkhususkan rahmatNya kepada hambaNya yang Dia kehendaki. Itu adalah keadilan dan hikmahNYa, tidak ada seorang pun yang memiliki hujjah setelah adanya penjelasan dan diutusnya Rasul. Allah menamakan Surga dengan Darussalam karena ia selamat dari segala cacat dan kekurangan, dan hal itu karena kesempurnaan nikmatnya, kelengkapannya, kekelannya dan keindahannya dari segala segi.
Tafsir Al-Wajiz
25. Dan setelah menjelaskan betapa cepatnya menghilangkan dunia, Allah memunculkan hasrat terhadap akhirat, dimana disebutkan bahwa Allah menyeru (manusia) untuk beriman agar sampai ke surga, yaitu rumah yang damai dari petaka. Dia juga akan membantu orang yang ingin menapaki jalan yang lurus, yaitu berikrar tentang keberadaan dan keesaan Allah, menaati hukum-hukumNya, dan menunaikan perintah-perintahNya.