Surah Al-Anfal : Ayat 24
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat ke-20 Allah menuntut orang-orang beriman untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya, dan selanjutnya mengecam mereka yang enggan mendengar dan menggunakan akalnya, maka sebagai kesimpulannya Allah meminta orang beriman untuk memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! penuhilah sebagai bukti keimananmu seruan Allah dan rasul nabi Muhammad, dengan sepenuh hati apabila dia, yakni rasul menyerumu kepada sesuatu ajakan apa pun, karena seruan itu merupakan sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dengan mengerjakan perintah dan menegakkan hukum Allah yang menjamin kehidupan jiwa, raga, pikiran, dan kalbu kalian. Memenuhi seruan itu akan mendatangkan kebaikan dalam hidup di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, dengan penuh keyakinan, bahwa sesungguhnya Allah akan membuat dinding pemisah yang akan membatasi antara manusia dan keinginan hatinya jika mendapat bisikan hawa nafsu, karena dialah yang menguasai seluruh jiwa dan raga manusia. Dan ketahuilah sesungguhnya kepada-Nyalah, tidak kepada lainnya, kamu akan dikumpulkan untuk diminta pertanggungjawaban dan masing-masing akan mendapat balasan yang setimpadan di samping kamu berkewajiban memenuhi panggilan Allah dan rasul-Nya, peliharalah dirimu dari siksaan yang ketika datang sekalikali tidak hanya menimpa secara khusus orang-orang yang zalim saja, yakni yang melanggar dan enggan memperkenankan seruan rasul, di antara kamu, tetapi juga kepada mereka yang membiarkan kemungkaran merajalela. Lindungilah diri kalian dari dosa-dosa besar yang merusak tatanan masyarakat. Jauhilah sikap enggan berjihad di jalan Allah, perpecahan dan rasa malas melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar. Karena, akibat buruk dosa itu akan menimpa semua orang, tidak khusus hanya orang yang berbuat kejahatan saja. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Diriwayatkan dari Abu Sa'd bin Al-Mua'lla, dia berkata,”Aku sedang shalat, lalu Nabi SAW lewat dan memanggilku, dan aku tidak memenuhi panggilannya sampai aku menyelesaikan shalatku. Kemudian aku datang kepada beliau. Lalu beliau SAW bertanya,”Apakah yang menghalangi dirimu untuk datang kepadaku? Bukankah Allah SWT telah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan'Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian) Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu surah paling agung dalam Al-Qur’an sebelum aku keluar”' Rasulullah SAW keluar dari masjid, lalu saya mengingat hal itu. Mujahid berkata tentang firmanNya: (Kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian) dia berkata yaitu kebenaran. Qatadah berkata tentang firmanNya: (kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian) dia berkata,”Itu adalah Al-Qur'an ini, di dalamnya terdapat keselamatan, kelestarian, dan kehidupan. Firman Allah SWT: (dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya) Ibnu Abbas berkata bahwa Allah menghalangi antara orang mukmin dan kekafiran, dan antara orang kafir dan keimanan
Tafsir As-Sa'di
24 Allah memerintahkan hamba hambaNya yang beriman dengan apa yang menjadi konsekuensi keimanan mereka, yaitu memenuhi seruan Allah dan rasulNya, yakni tunduk kepada perintah keduanya, bersegera melakukannya, dan berdakwah (menyeru manusia) kepadaNya, menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, menahan diri dan mencegah darinya. FirmanNya ”apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu” adalah suatu sifat yang pasti ada pada semua perkara yang diserukan oleh Allah dan RasulNya sekaligus penjelasan tentang faidah dan hikmahNya, karena kehidupan hati dan rohani adalah dengan beribadah kepada Allah senantiasa menaatiNya dan menaati RasulNya. Kemudian Allah memperingatkan hamba hambaNya dari sikap tidak menjawab seruan Allah dan RasulNya. Dia berfirman ”dan ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya” maka janganlah kamu menentang perintah Allah saat pertama kali ia datang kepadamu, karena akibatnya adalah kamu dihalangi darinya, jika kamu menginginkannya setelah itu, hatimupun berselisih, karena Allah membatasi anatara manusia dengan hatinya. Allah membolak balik sesukaNya, dan memalingkannya kemana yang Dia inginkan, maka hendaknya seorang hamba memperbanyak doa, ”wahai dzat yang Maha membolak balikan hati, teguhkan hatiku diatas agamaMu, wahai dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepadaMu” "dan sesungguhnya kepadaNYalah kamu akan dikumpulkan” yakni kamu dikumpulkan untuk suatu hari yang tiada keraguan padanya, lalu orang yang baik akan di balas dengan kebaikannya dan orang jahat akan dibalas dengan kejahatannya.
Tafsir Al-Wajiz
24 Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul dengan ketaatan, mengambil petunjuk dan melaksanakan perintah. Apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kemanfaatan dalam kehidupan kamu, berupa ilmu syariat atau agama maka ketahuilah dengan sepenuh hati bahwa Allah memberi batas atas harapan panjang hidupnya dengan kematian yang mendadak. Sehingga tidak lagi bisa beriman dan beramal, atau tidak bisa berbuat kebaikan. Allah telah menyegerakan kematian kepadamu, kemudian akan mengumpulkan dan mengembalikan kalian kepada-Nya pada hari kiamat, dan akan diberi balasan atas amal kalian.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com