Surah Nuh : Ayat 24
وَقَدْ أَضَلُّوا۟ كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلًا

"Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, mereka dengan menggunakan berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang serta menyimpangkan dari fitrah kesucian mereka. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim sudah mendarah daging itu selain kesesatan. 25. Allah menyambut doa nabi nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-24 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Nuh bahwa dia telah menunaikan perintah untuk melarang kaumnya demi Allah (Dia Maha Mengetahui yang tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya) bahwa dengan semua keterangan yang telah disebutkan dan yang beragam, baik dengan anjuran maupun ancaman, mereka tetap durhaka, menentang, dan mendustakannya. Bahkan mereka lebih suka mengikuti anak-anak dunia, dari kalangan orang lupa kepada perintah Allah dan tenggelam dalam kesenangan dengan harta dan anak-anak, padahal kenyataannya itu merupakan pembiaran dan penangguhan, bukan kemuliaan. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka) Dibaca (wa waladuhu),dengan didhammah dan difathah dan keduanya memiliki makna yang berdekatan. Firman Allah SWT: (Dan melakukan tipu daya yang amat besar (22)) Mujahid berkata bahwa kata “kubbar” yaitu sangat besar, Orang-orang Arab berkata “amrun 'ajibun”, “ujabun”, dan “ujjabun” (perkara yang mengagumkan). Makna firmanNya SWT: (Dan melakukan tipu daya yang amat besar (22)) yaitu dengan para pengikut mereka melalui hasutan mereka terhadap para pengikutnya yang mengelabui mereka bahwa mereka ada pada kebenaran dan petunjuk, sebagaimana para pengikut mereka berkata kepada mereka pada hari kiamat: ((Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya) (Surah Saba': 33) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Dan melakukan tipu daya yang amat besar (22) Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa', yagus, ya'uq dan nasr" (23)) Ini adalah nama berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ini adalah.berhala-berhala yang dahulu di sembah pada masa nabi Nuh Firman Allah SWT: (Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia)) yaitu berhala-berhala mereka jadikan sesembahan itu telah menyesatkan banyak manusia, dan penyembahan itu terus berlanjut sampai masa kita sekarang ini, baik di kalangan bangsa Arab, non-Arab, maupun bangsa lain dari anak cucu Adam. nabi Ibrahim berkata dalam doanya: (Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala (35) Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia) (Surah Ibrahim) Firman Allah SWT: (Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan) doanya terhadap kaumnya karena pembangkangan, kekafiran, dan keingkaran mereka. Sebagaimana doa nabi Musa terhadap Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya (Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka; maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih) (Surah Yunus: 88) Allah SWT memperkenankan doa masing-masing nabi terhadap kaumnya. Dan Allah menenggelamkan kaum nabi Nuh karena kedustaan mereka kepada apa yang disampaikan kepada mereka
Tafsir As-Sa'di
21-24. “Nabi Nuh berkata” seraya mengadu pada Rabbnya bahwa perkataan, nasihat, dan peringatan ini tidak berguna bagi mereka, “Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku,” dalam perintahku, “dan (mereka justru) mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka.” Yakni, mereka mendurhakai seorang rasul yang memberi nasihat dan petunjuk pada kebaikan, tapi mereka justru mengikuti golongan besar dan para pembesar yang hanya semakin membuat harta dan anak-anak mereka rugi (binasa dan tidak mendapatkan keuntungan), lantas bagaimana dengan orang yang mereka patuhi dan taati itu sendiri? “Dan melakukan tipu daya yang amat besar,” yaitu tipu daya besar dan hebat dalam menentang kebenaran. Para pembesar kaum berkata menyeru pada kesyirikan dan menghiasinya, “jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) terhadap sesembahan-sesembahan kamu.” Mereka menyeru sesama mereka untuk bersikap fanatis di atas kesyirikan dan agar mereka tidak meninggalkan kebiasaan nenek moyang mereka terdahulu, mereka menentukan tuhan-tuhan mereka seraya berkata, “Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa,’ yaghuts, ya’uq dan nasr.” Ini sebenarnya adalah nama-nama orang shalih, dan ketika mereka meninggal dunia, setan menghiasi kaum mereka agar membuat patung mereka demi menyulut semangat mereka untuk beribadah ketika melihat patung-patung itu sesuai anggapan mereka. Masa pun berlalu dan datanglah generasi lain, setan berkata kepada mereka, “Para pendahulu kalian menyembah mereka dan menjadikan mereka sebagai perantara, dengan mereka para pendahulu kalian meminta hujan, mereka menyembah patung-patung itu.” Karena itulah, para pemimpin mereka berpesan untuk tidak meninggalkan penyembahan berhala-berhala ini, “dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia),” yakni para pembesar dan pemimpin menyesatkan dengan seruan mereka pada kebanyakan orang. “Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zhalim itu selain kesesatan,” yakni, andaikan kesesatan mereka pada saat aku menyeru mereka pada kebenaran ada kebaikannya, tapi seruan para pembesar itu hanya semakin menyesatkan. Tidak tersisa satu tempat pun untuk keselamatan dan kebaikan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
24. Sungguh para pemimpin itu menyesatkan pengikut-pengikutnya dalam kesesatan yang besar dengan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Peribadatan mereka itu tidak menambahkan apapun kepada orang-orang musyrik kecuali hanya kebimbangan, jauh dari kebenaran, dan kerugian

Sumber tafsir dari tafsirweb.com