Surah Saba : Ayat 24
۞ قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ وَإِنَّآ أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

"Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata."

Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menegaskan bahwa sembahan selain Allah tidak mampu mendatangkan manfaat apa pun kepada penyembahnya, lalu Allah berfirman, 'katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, 'siapakah yang memberi rezeki kepadamu yang bersumber dari langit dan dari bumi'' katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'Allah yang memberi rezeki. Dan sesungguhnya kami, orang beriman, atau kamu, wahai kaum musyrik, pasti salah satu dari kita berada dalam kebenaran dengan kedudukan yang tinggi atau terjerumus dalam kesesatan yang nyata de-ngan kedudukan yang sangat hina. ''25. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'pada hari kiamat nanti kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan jika kamu menganggap kami telah berbuat dosa karena beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan, yakni dosa kalian akibat durhaka kepada Allah. '(lihat juga: y'nus/10: 41).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 24-27 Allah SWT berfirman menetapkan keesaanNya dalam penciptaan dan pemberian rezeki, serta sebagai Tuhan. Sebagaimana mereka mengakui bahwa tidak ada yang memberi mereka rezeki dari langit dan bumi, yaitu dengan hujan yang diturunkan dari langit dan tanam-tanaman yang ditumbuhkan, selain dari Allah, maka dengan demikian hendaklah mereka mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Ini termasuk ke dalam bab tentang “Al-Laf” dan “An-Nasyr” yaitu bahwa salah satu pihak ada yang bathil, dan yang lain benar. Tidak mungkin dikatakan bahwa antara kalian dan kami berada dalam jalan petunjuk atau kesesatan, tetapi salah satu dari kita saja yang benar. Kami telah menyampaikan bukti atas keesaan Tuhan, untuk menunjukkan kebathilan apa yang kalian jalani berupa menyekutukan Allah SWT. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat” (25)) Maknanya adalah berlepas diri dari mereka, yaitu, kalian bukan termasuk golongan kami, dan kami bukan termasuk golongan kalian, bahkan kami menyeru kalian untuk mengesakan dan menyembah Allah semata. Maka jika kalian memenuhi, maka kalian termasuk golongan kami dan kami termasuk golongan kalian. Jika kalian mendustakannya, maka kami berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri dari kami. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan” (41)) (Surah Yunus) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua”) yaitu pada hari kiamat Dia akan mengumpulkan semua makhluk di suatu tempat yang lapang. kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar, yaitu Dia memutuskan perkara di antara kita secara adil, maka Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan. Pada hari itu kalian akan mengetahui bagi siapakah kemuliaan, pertolongan, dan kebahagiaan yang abadi? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan (14) Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira (15) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (16)) (Surah Ar-Rum) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui) yaitu Hakim Yang Maha Adil, lagi Maha Mengetahui hakikat semua perkara. Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya)") yaitu, perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian jadikan sebagai tandingan-tandingan Allah dan kalian angkat sebagai tandinganNya (sekali-kali tidak mungkin) yaitu tidak ada tandingan, pesaing, sekutu, dan yang sama bagiNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sebenarnya Dialah Allah) yaitu yang Maha Esa tidak ada sekutu bagiNya. (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Dzat yang memiliki kekuasaan yang dengan itu Dia menaklukkan dan mengalahkan segala sesuatu. Dia Maha Bijaksana dalam semua perbuatan, firman, syariat, dan takdirNya. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah
Tafsir As-Sa'di
24. Allah memerintah nabiNya, Muhammad, untuk mengatakan kepada orang yang mempersekutukan Allah dan menanyakan kepadanya tentang kebenaran syiriknya, “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi?” sebab mereka terpaksa harus mengakui bahwasanya Dia adalah Allah. Dan jika mereka tidak mau mengakui, maka “Katakanlah, ‘Allah’,” niscaya kamu tidak akan menjumpai orang yang menolak perkataan ini. Kalau sudah terbukti bahwa Allah semata yang memberi kalian rizki dari langit dan bumi, dan yang menurunkan hujan untuk kalian serta menumbuhkan berbagai tanaman, memancarkan sungai untuk kalian dan menimbulkan buah-buahan dari berbagai pohon dan menciptakan berbagai hewan semuanya untuk kalian, untuk kepentingan kalian dan rizki kalian, lalu kenapa kalian menyembah sesuatu yang sama sekali tidak memberikan rizki kepada kalian dan tidak memberikan satu manfaat pun kepada kalian? Dan FirmanNya, “Dan sesungguhnya kami atau kamu (wahai orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata,” yakni salah satu dari dua golongan dari kami dan kalian ada yang berpegang teguh pada petunjuk dalam keadaan mengunggulinya, atau ada di dalam kesesatan yang nyata dalam keadaan tenggelam di dalamnya. Dan perkataan ini diucapkan oleh orang yang kebenaran menjadi jelas baginya dan yang benar menjadi terang, dan ia menegaskan terhadap kebenaran yang dianutnya dan terhadap kepalsuan apa yang dianut oleh musuhnya. Maksudnya, kami telah menjelaskan dalil-dalil yang sangat jelas bagi kami dan kalian, yang dengannya dapat diketahui dengan seyakin-yakinnya, tidak ada keraguan lagi padanya, siapa yang benar dari kita dan siapa pembuat kepalsuan, siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang tersesat, sehingga penentuan sudah tidak berguna lagi sesudahnya. Sebab, jika kamu membandingkan antara orang yang mengajak untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta semua makhluk, Yang mengaturnya dengan berbagai bentuk otoritasNya, Yang mencurahkan seluruh kenikmatan, Yang memberi rizki dan melimpahkan kepada mereka segala bentuk nikmat dan mencegah dari mereka segala bentuk bencana, Yang kepunyaanNya-lah segala puja dan puji, kerajaan semuanya, dan setiap orang dari malaikat dan selain mereka semuanya tunduk kepada kebesaranNya, menghinakan diri di hdapan keagunganNYa, setiap pemberi syafaat takut kepadaNya, tiada seorang pun dari mereka yang dapat memberi syafaat di sisiNya kecuali dengan izin dariNya, Yang Mahatinggi lagi Mahabesar dalam Dzat, sifat-sifat dan segala perbuatanNYa, yang milikNya-lah segala kesempurnaan, segala kemuliaan, segala keindahan dan segala puji, puja dan sanjungan. Orang itu mengajak kepada Tuhan yang sedemikian rupa keadaanNYa, dan kepada ketulusan beramal kepadaNya, melarang beribadah kepada selainNYa, (bandingkan) dengan orang-orang yang mendekatkan diri kepada berhala, patung dan kuburan yang sama sekali tidak menciptakan, tidak memberi rizki, tidak dapat menyelamatkan dirinya dan diri orang yang menyembahnya dan tidak pula dapat menimpakan bahaya, tidak dapat mematikan, menghidupkan dan membangkitkan, bahkan itu semua adalah benda-benda mati yang tidak berakal, tidak mendengar seruan para penyembahnya, dan kalau seandainya dia mendengar pun, niscaya tidak akan dapat mengabulkannya untuk mereka, sedangkan di Hari Kiamat kelak mereka mengingkari kesyirikan mereka dan berlepas diri dari mereka serta saling mengutuk di antara mereka. Mereka sama sekali tidak mempunyai bagian sedikit pun dari kekuasaan, tidak memiliki persekutuan padanya, tidak pula memiliki bantuan di dalamnya, dan tidak memiliki hak memberikan syafaat secara independen tanpa campur tangan Allah. Lalu ia menyeru (berdoa) kepada orang yang sedemikian ini sifatnya dan mendekatkan diri kepadanya sebisa mungkin dan memusuhi orang yang menuluskan kepatuhan hanya kepada Allah semata serta menyatakan dusta para utusan Allah yang membawa syariat dengan ikhlas semata karena Allah, maka akan menjadi jelas bagimu golongan yang mana yang mendapat petunjuk dan yang tersesat, yang celaka dan yang berbahagia; dan kamu tidak perlu diberi tahu tentang hal itu, karena deskripsi keadaan sudah lebih jelas daripada ungkapan lisan.
Tafsir Al-Wajiz
24. Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang musyrik: "Siapakah Dzat yang memberi rejeki kalian dari langit dengan (menurunkan) hujan dan di bumi dengan (menyediakan) tanaman, buah, logam dan hal lainnya yang serupa?" Katakanlah: "Allah, Dialah Dzat yang Maha Pemberi rejeki. Sesungguhnya Aku dan kalian wahai orang-orang musyrik, yaitu salah satu dari dua golongan yang pasti bisa berada dalam hidayah atau kesesatan yang nyata. "Aw" berfungsi sebagai athaf yang masih mengandung kesamaran. Ini adalah percakapan ringan dengan orang-orang kafir, barang kali mereka mau kembali dari sifat keras kepala mereka dan ini terjadi setelah adanya penjelasan tentang orang yang diberi petunjuk dan orang yang tersesat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com