Surah Ali Imran : Ayat 24
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِى دِينِهِم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ
"Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka berani melakukan hal itu adalah karena mereka berkata dengan penuh keyakinan, api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja yang selanjutnya akan diganti oleh orang islam. Mereka, kaum yahudi, telah terpedaya oleh keyakinan mereka dalam memahami ajaran agama mereka, oleh apa yang se-cara sengaja mereka ada-adakan sendiri dengan menyimpangkan ajaran yang sebenarnya. Pada ayat sebelumnya disebutkan bahwa kaum yahudi berani menyepelekan azab Allah dengan mengingkari kebenaran yang dibawa rasulullah, barangkali karena mereka masih hidup di dunia, maka bagaimana jika nanti mereka, kaum yahudi itu, kami kumpulkan pada hari kiamat yang tidak diragukan terjadinya, dan pada hari itu juga kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna atau setimpal sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, jika baik akan mendapatkan pahala dan jika buruk akan memperloleh siksa, dan mereka tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun dari balasannya'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 23-25 Allah SWT berfirman seraya menolak tegas tuduhan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim bahwa kitab-kitab yang ada pada mereka, yaitu Taurat dan Injil. Ketika mereka diajak untuk mengambil hukum kepada apa yang ada dalam kandungan kedua kitab itu berupa ketaatan kepada Allah sesuai dengan apa yang Dia perintahkan dalam kitab-kitab tersebut, berupa mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW, mereka justru berpaling dan menolak kandungan kedua kitab itu. Hal ini bertujuan untuk mencela mereka dan ejekan terhadap ketidaksesuaian dari apa yang mereka sebutkan dengan kekeras kepalaan mereka. Kemudian Allah berfirman, (Hal itu adalah karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung") yaitu keberanian mereka dalam mengingkari kebenaran dan sangkaan mereka kepada Allah dalam klaim mereka atas diri mereka sendiri bahwa mereka akan disiksa di neraka hanya selama tujuh hari dalam seribu tahun di dunia. Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan sebelumnya dalam surah Al-Baqarah. Kemudian Allah SWT berfirman (Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan) yaitu mereka tetap kokoh pada agama mereka yang bathil, dan terhadap sesuatu yang mereka gunakan yang menipu diri mereka sendiri berupa sangkaan bahwa neraka tidak akan menyentuh mereka karena dosa-dosa mereka kecuali hanya beberapa hari saja. Mereka adalah orang-orang yang telah mengada-adakan klaim ini untuk diri mereka sendiri dengan sengaja. Allah belum menurunkan hukumannya karena hal itu, Allah berfirman seraya mengancam dan memberikan peringatan kepada mereka (Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya) yaitu bagaimana keadaan mereka sedangkan mereka telah mengada-adakan hal itu kepada Allah, mendustakan para rasulNya, membunuh para nabiNya, dan ulama’ dari kaum mereka yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran? Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka atas hal itu semua dan akan menghisab mereka, serta membalas mereka atas hal tersebut. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya) yaitu tidak ada keraguan atas terjadinya (Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya)
Tafsir As-Sa'di
23-25. Maksudnya, tidakkah anda perhatikan dan heran terhadap mereka, “orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat)”, dan “mereka diseru kepada kitab Allah” yang membenarkan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasulNya, “kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi” dari mengikuti kebenaran. Seolah-olah dikatakan, apa pendorong mereka berpaling seperti itu, padahal mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk mengikuti dan paling mengetahui hakikat dari apa yang dibawa oleh nabi Muhammad? Lalu Allah menyebutkan dua sebab dari hal itu: Pertama, rasa aman dan persaksian mereka yang batil lagi diri mereka sendiri akan keselamatan dan bahwa neraka itu tidaklah akan menyentuk mereka kecuali hanya beberapa waktu saja yang mereka tentukan menurut hawa nafsu mereka sendiri yang rusak. Seolah-olah pengaturan kepemilikan kembali kepada mereka, di mana mereka berkata, "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. QS- Al-Baqarah: 111- Telah diketahui bahwa hal ini merupakan angan-angan kosong yang batil secara syari maupun akal. Kedua, bahwasanya mereka ketika mendustakan ayat-ayat Allah dan membuat kebohongan atasnya, setan menghiasi perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, dan mereka terpedaya oleh hal tersebut, hingga Nampak oleh mereka bahwa itu merupakan sesuatu yang benar, (dan itu adalah) sebagai suatu hukuman atas keberpalingan mereka dari kebenaran, oleh karena itu, bagaimanakah kondisi mereka ketika Allah mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat nanti? Di mana Allah akan memberikan balasan akan perbuatan manusia dan berlakulah keadilan Allah terhadap hamba-hambaNya. Saat itu tidaklah perlu ditanya lagi tentang siksaan yang akan mereka rasakan, kebaikan dan pahala tidak mungkin didapatkan. Dan itu adalah karena tindakan yang diperbuat oleh tangan mereka sendiri, dan tidaklah Tuhanmu itu berlaku zhalim terhadap hamba-hambaNya.
Tafsir Al-Wajiz
24 Klaim penolakan atas ketetapan Allah itu adalah karena kekeliruan pengakuan mereka: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali hanya selama beberapa hari yang dapat dihitung, yaitu 40 hari saja. Hitungan hari ketika mereka menyembah anak sapi”. Hari dimana mereka telah mengkhianati dan mendustakan agama mereka, diantaranya adalah perkataan mereka: Kami adalah putera-putera dan kekasih Allah, sehingga kami tidak akan disiksa kecuali hanya sedikit.