Surah Al-Kahfi : Ayat 24
إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا
"kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kecuali engkau janjikan hal itu dengan mengatakan insya Allah, yakni jika dikehendaki Allah. Dan ingatlah kepada tuhanmu apabila engkau lupa mengaitkan janjimu dengan kehendak Allah, begitu engkau ingat, kaitkanlah janjimu itu dengan mengatakan insya Allah dan katakanlah wahai nabi Muhammad, mudah-Mudahan tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku untuk menjelaskan sesuatu kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini, yakni dari kisah penghuni gua dalam memberi petunjuk kepada kenabianku. Setelah memberikan tuntunan kepada nabi Muhammad, ayat ini meneruskan kembali kisah penghuni gua. Dan mereka tinggal dalam gua dalam keadaan tertidur di dalamnya selama tiga ratus tahun menurut perhitungan tahun syamsiah yang digunakan kaum yahudi dan nasrani dan ditambah sembilan tahun jika dihitung menurut perhitungan tahun qamariah yang digunakan oleh penduduk negeri mekah saat itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 23-24 Allah SWT memberi petunjuk kepada RasulNya SAW tentang adab dalam mengerjakan sesuatu yang telah diniatkan di masa yang akan datang, maka hendaklah dia mengembalikan hal tersebut kepada kehendak Allah SWT Yang Maha mengetahui hal ghaib, yang mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, serta apa yang tidak terjadi dan seandainya terjadi bagaimana akibatnya. Firman Allah SWT: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) Dikatakan bahwa, makna yang dimaksud adalah jika kamu lupa mengucapkan pengecualian, maka sebutkanlah pengecualian itu saat kamu mengingatnya. Pendapat ini dikatakan oleh Abu Al-’Aliyah Ikrimah berkata tentang firmanNya: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu jika kamu marah. Ini adalah penafsiran yang lazim Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi (23) kecuali (dengan menyebut), 'Insya Allah'” Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu mengatakan “Insya Allah” Makna ayat mengandung makna lain, yaitu bahwa melalui ayat ini Allah membimbing orang yang lupa atas sesuatu dalam pembicaraannya, agar dia mengingat Allah SWT karena sesungguhnya lupa itu bersumber dari setan. Sebagaimana yang dikatakan pemuda yang menemani nabi Musa, (dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan) (Surah Al-Kahfi: 63) dan mengingat Allah SWT itu dapat mengusir setan. Jika setan pergi, maka lenyaplah lupa itu. Mengingat Allah adalah penyebab dari suatu ingatan. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan ingatlah Tuhanmu jika kamu lupa) Firman Allah: (dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”) yaitu, apabila kamu ditanya tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka mintalah kepada Allah tentang jawabannya, dan mohonlah kepadaNya agar Dia memberimu taufik ke jalan yang benar dan diberi petunjuk jawabannya. DIkatakan penafsiran yang lain dari ini. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Tafsir As-Sa'di
24. Ketika seorang hamba itu adalah manusia yang pasti mengalami kelupaan untuk mengingat kehendak Allah, maka Dia memerintahkannya untuk mengecualikannya setelah itu bila ingat, agar terwujudkan apa yang diinginkan dan tertampik bahaya darinya. Keterangan ini terambil dari keumuman FirmanNya, “Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa.” Perintah mengingat Allah ketika lupa, karena dapat menghilangkan dan mengingatkan seseorang apa yang dia lupakan. Begitu juga, orang alpa lagi lupa (mengingat Allah) diperintahkan supaya menyebut nama Rabbnya agar tidak menjadi orang yang benar-benar lalai. Tatkala seorang hamba membutuhkan taufik Allah agar dapat meraih kebenaran dan tidak mengalami kesalahan dalam perkataan dan perbuatannnya, maka Allah memerintahkannya agar mengucapkan, “MUdahan-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” Allah memerintahkannya agar berdoa dan mengaharapNya serta percaya kepada Allah bahwa Dia akan menunjukkan kepadanya jalan paling pintas yang mengantarkan kepada kebenaran. Seharusnya seorang hamba keadaannya seperti ini lalu Dia mencurahkan segenap kesungguhannya dan mengerahkan kemampuannya dalam mencari petunjuk dan kebenaran supaya dia diberi taufik untuk tujuan itu, dan agar pertolongan datang dari Rabbnya kepada dirinya dan meluruskan seluruh perkaranya.
Tafsir Al-Wajiz
23-24. Jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu yang kamu sangka: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut: "Insya Allah". Ingatlah kepada Tuhanmu dengan tasbih, takbir dan istighfar jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ibnu Abbas berkata: Nabi pernah bersumpah, kemudian hingga berlalu 40 malam. Sehingga turunlah ayat ini.