Surah Yusuf : Ayat 24
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ
"Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya, yakni nabi yusuf untuk melayani nafsu birahinya. Dan nabi yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda dari tuhannya, niscaya dia akan terjatuh dalam perbuatan maksiat. Demikianlah, kami kuatkan keimanannya sehingga kami palingkan darinya perilaku keburukan dan kekejian. Sungguh, dia'nabi yusuf'termasuk hamba kami yang terpilih untuk mengemban risalah Allah dan selalu taat kepada perintah-Nya. Dan ketika itu keduanya pun berkejaran lari menuju pintu, dan perempuan itu mencoba menghalangi nabi yusuf keluar pintu dengan menarik baju gamisnya dari belakang hingga koyak, dan pada saat nabi yusuf berhasil membuka pintu, keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Ketika al-aziz menyaksikan istrinya bersama nabi yusuf keluar pintu, dia pun berkata kepada suaminya seraya meminta, apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu wahai paduka, selain dipenjarakan atau dihukum dengan siksa yang pedih' istri al- aziz berkata demikian, untuk menutupi kesalahannya dan menjaga nama baik dirinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Pendapat ulama dan ungkapan mereka tentang kedudukan ini berbeda-beda. Dikatakan bahwa dimaksud dengan “hamma” dalam ayat ini adalah berbicara pada diri sendiri. Pendapat ini diriwayatkan dari Al-Baghawi dari sebagian ulama ahli tahqiq. Kemudian Al-Baghawi di sini menyebutkan hadits Abdurrazzaq, dari Ma'mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,”Allah SWT berfirman,"Apabila hambaKu berniat melakukan amal kebaikan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika dia mengerjakannya, maka catatlah untuknya sepuluh kali kebaikan yang serupa. Jika dia berniat melakukan keburukan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka catatlah satu kebaikan. Sesungguhnya dia meninggalkannya karena takut kepadaKu. Jika dia mengerjakannya, maka catatlah satu keburukan yang serupa. Hadits ini disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim Dikatakan bahwa dia berniat melakukannya sekalipun tidak melihat bukti dari TuhanNya, yaitu dia berniat melakukannya. Tetapi tidak ada hujjah yang pasti untuk menentukan sesuatu dari tanda-tanda itu. Maka yang benar adalah yang dimutlakkan sebagaimana Allah SWT berfirman. Firman Allah SWT: (Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian) yaitu sebagaimana Kami memperlihatkan kepadanya bukti yang memalingkannya dari apa yang dia niatkan, demikian juga Kami menjaganya dari keburukan dan perbuatan keji dalam semua urusannya (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih) yaitu di antara orang yang terpilih, disucikan, dan dipilih, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepadanya
Tafsir As-Sa'di
23-24. hal itu karena, yusuf tinggal di rumah al aziz dalam keadaan terhormat. ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya terpikat yang mengakibatkan “wanita (zulaikha) yang yusuf tinggal di rumahnya menggoda yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)” maksud yusuf adalah budaknya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan perbuatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang orang. ”dan” tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan “dia menutup pintu pintu” sehingga tempat menjadi benar benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu pintu sudah terkunci. sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata, ”marilah kesini” lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! ditambah lagi, ia seorang asing (disana) rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti malu yang muncul ketika ia berada dikampung halamannya sendiri dan ditengah orang orang yang mengenalnya. ia bagai tawanan ditangan wanita tersebut. sedangkan wanita itu adalah majikannya. pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret yusuf menuju perbuatan itu. yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak menyambut apa yang diperintahkan majikan perempuannya. Lalu dia mampu bersabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah meskipun ada rangsangan kuat untuk melaukannya. Karena dia telah berkeinginan melakukannya dengan si wanita itu, lalu dia menyingkirkan keinginan tersebut karena Allah. Ia lebih mengutamakan ridha Allah daripada keinginan pribadi yang kerap memerintahkan kepada perkara yang buruk. ia telah melihat petunjuk Rabbnya berupa ilmu dan iman yang menumbuhkan sikap menghindari perbuatan yang diharamkan Allah, yang mewajibkannya mengambil jarak dan menahan diri dari maksiat yang besar ini. Dan “dia berkata” ‘aku berlindung kepada Allah’ maksudnya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan yang buruk ini. Karena itu termasuk tindakan yang membuat Allah murka dan menjauhkan diriku dariNya. Itu adalah sebuah bentuk penghianatanku terhadap hak kehormatan majikan (lelakiku) yang telah memuliakan keberadaanku, maka tidak sepantasnya aku membalasnya dengan memperlakukan istrinya dengan balasan yang sangat jelek. Itu bentuk perbuatan aniaya yang paling besar, dan orang yang berbuat kezhaliman tidak akan pernah jaya. Ringkasannya, Allah menyusun berbagai pengahalang baginya dari perbuatan itu yaitu ketakwaan kepada Allah, memperhatikan hak majikan yang telah memuliakannya, memelihara diri dari tindakan aniaya yang mana pelakunya tidak akan selamat. Demikian pula anugerah yang Allah berikan kepadanya berupa petunjuk iman yang menuntut munculnya ketaatan untuk mengerjakan perintah perintah dan menghindari larangan larangan. Inti dari itu semua, Allah telah memalingkannya dari keburukan dan perbuatan yang keji itu. Karena ia tergolong hamba hambaNya yang ikhlas kepadaNya dalam beribadah, dan Allah sudah mengikhlaskan hati mereka, memilih dan mengistimewakan mereka bagi diriNya, mencurahkan kepada mereka beraneka kenikmatan dan menyelamatkan mereka dari berbagai keburukan. Dengan itu semua, mereka menjadi insan insan pilihanNYa.
Tafsir Al-Wajiz
24. Dan sungguh masing-masing dari keduanya sudah saling bermaksud melakukannya sesuai tabiat manusia, namun Zulaikhalah yang bersikeras menginginkan hal itu dan Yusuf tidak menginginkannya. Kalau tidak karena adanya nubuwwah, dan ingatannya kepada janji Allah serta kedekatannya kepadaNya dengan melakukan ketaatan niscaya dia sudah menggaulinya. Seperti itulah dia berpegang teguh dan melihat tanda-tanda kuasa Allah sebagai sebuah pengingat, agar Kami bisa membebaskannya dari tuduhan pengkhianatan terhadap raja dalam keluarganya sendiri serta kekejian zina. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang dibebaskan dan dipilih karena risalah dan ketaatannya, atau kesuciannya dari sifat-sifat kurang