Surah Hud : Ayat 24
۞ مَثَلُ ٱلْفَرِيقَيْنِ كَٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْأَصَمِّ وَٱلْبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
"Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah membuat perumpamaan sifat dan keadaan kedua golongan, yaitu golongan orang-orang kafir dan golongan orang-orang mukmin. Golongan orang kafir ibarat seperti orang buta mata kepala dan mata hatinya, sehingga tidak melihat tanda-tanda yang dapat menghantarkan ke jalan yang benar. Dan tuli telinganya, tidak mendengar sedikit pun tuntunan dan petuah-petuah agama. Adapun orang mukmin diibaratkandengan orang yang dapat melihatdengan mata kepala dan mata hatinya dan dapat mendengar dalam keadaan sempurna, karena mereka menggunakan penglihatan dan pendengarannya untuk memperhatikan, memahami, serta mengamalkan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Samakah kedua golongan itu' tentu keduanya tidak sama. Maka dengan itu tidakkah kamu mengambil pelajaran' karena di balik perumpamaan terdapat pelajaran yang paling berharga. Setelah menjelaskan ciri dan sifat-sifat orang mukmin dan orang kafir ketika mendapat seruan Al-Qur'an, serta kesudahan dari kedua golongan itu, selanjutnya Allah menceritakan kisah nabi nuh ketika menyeru kaumnya untuk mengikuti risalah Allah. Dan sungguh, kami telah mengutus nabi nuh kepada kaumnya untuk menyampaikan risalah kepada mereka seraya dia berkata, sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan adanya siksa neraka yang nyata bagi kalian, serta pemberi penjelasan yang nyata menuju jalan keselamatan yang dapat menghindarkan kalian dari azab yang pedih.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 23-24 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, Allah mengiringinya dengan menyebutkan orang-orang yang berbahagia yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Maka hati mereka beriman dan anggota tubuh mereka mengerjakan amal shalih, baik lisan maupun perbuatan berupa mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemunkaran. Oleh karena itu, mereka mewarisi surga-surga yang mengandung gedung-gedung tinggi, ranjang-ranjang empuk, buah-buahan yang rendah, permadani tinggi, bidadari yang cantik, buah-buahan yang berragam, makanan yang lezat, minuman yang lezat, dan melihat Pencipta langit dan bumi. Mereka kekal di dalamnya, tidak mati, tua, sakit, tidur, menunaikan hajat, meludah, dan berdahak, melainkan hanya berkeringat yang aromanya seperti minyak kasturi. Kemudian Allah SWT membuat perumpamaan tentang orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Lalu Allah SWT berfirman: (Perbandingan kedua golongan itu) yaitu, orang-orang yang disifati pertama dengan kecelakaan dan orang-orang mukmin yang berbahagia dan mereka itu (sama halnya dengan orang yang buta dan yang tuli) dan orang-orang yang berbahagia itu seperti orang yang melihat dan yang mendengar. Orang kafir itu buta tidak dapat melihat kebenaran di dunia dan akhirat, dia tidak mendapat petunjuk dan tidak mengenali kebaikan. Dia juga tuli dari mendengar hujjah sehingga tidak bisa mendengar dan mendapat manfaat darinya (Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar (23)) (Surah Al-Anfal: 23). Adapun orang mukmin, maka dia cerdas, pandai dan berakal. dia melihat kebenaran dan membedakan antara kebenaran dengan kebathilan, lalu dia mengikuti kebaikan dan meninggalkan keburukan. Dia mendengar hujjah dan membedakannya dari hal yang syubhat, maka dia tidak teperdaya oleh kebathilan. Maka apakah sama antara orang ini dan orang itu? Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)) Apakah kalian tidak mengambil pelajaran, lalu membedakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidak sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr)
Tafsir As-Sa'di
24 “perbandingan kedua golongan itu (orang orang kafir dan orang orang mukmin)” yaitu kelompok orang orang yang sengsara dan orang orang yang berbahagia “seperti orang buta dan tuli” mereka adalah orang orang yang sengsara, “dengan orang yang dapat melihat dan mendengar” mereka adalah orang orang yang berbahagia, ”adakah kedua golongan itu sama keadaannya dan sifatnya?” perbandingan yang tidak sama, akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan yang sulit dijelaskan. ”maka tidakkah kamu mengambil pelajaran dari perbandingan itu?” perbuatan perbuatan yang berguna untukmu kamu melakukannya dan perbuatan perbuatan yang merugikan, kamu menjauhinya.
Tafsir Al-Wajiz
24. Perbandingan golongan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin adalah seperti orang buta dan tuli dari melihat dan mendengarkan kalam Allah dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar sehingga bisa mentadaburi Alquran. Adakah keadaan dan sifat kedua golongan itu sama? Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari perbandingan itu?