Surah Sad : Ayat 23
إِنَّ هَٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِىَ نَعْجَةٌ وَٰحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ

"Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Berusaha menjelaskan duduk perkara, salah satu dari kedua orang itu mengatakan, 'sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor kambing betina saja, lalu dia berkata kepadaku sambil menuntut, 'serahkanlah kam-bing betinamu itu kepadaku!' dan dia mengalahkan aku karena aku tidak mempunyai dalih yang kuat dalam perdebatan itu. '24. Nabi dawud menyimak aduan pria itu, lalu dia memberi keputusan seraya berkata, 'sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya sehingga kambingnya bertambah banyak. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain karena pihak yang lemah tidak memiliki bukti yang menguatkan perkaranya. Banyak yang berbuat zalim, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan ke-bajikan yang menjunjung tinggi keadilan, dan hanya sedikitlah mereka yang begitu. ' dan setelah memberi putusan berdasarkan aduan sepihak itu, nabi dawud sadar dan menduga bahwa kami mengujinya; maka dia segera memohon ampunan kepada tuhannya atas kekeliruannya, lalu dia menyungkur sujud dan bertobat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-25 Firman Allah SWT: (ia terkejut karena (kedatangan) mereka) Demikian itu tidak lain karena saat itu dia sedang berada di mihrabnya yang merupakan tempat paling mulia dalam rumahnya, dan sebelum itu dia telah memerintahkan agar tidak ada seorangpun yang masuk menemuinya di hari itu. Tanpa menyadarinya tiba-tiba ada dua orang yang memanjat menemuinya di mihrab, yaitu keduanya menginginkan agar kasus keduanya tidak diketahui. Firman Allah SWT: (dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan) yaitu aku tidak dapat menandinginya. Firman Allah SWT: (Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah Kami mengujinya. Firman Allah SWT: (lalu ia menyungkur sujud) sujud (dan bertaubat) Bisa juga ditafsirkan bahwa yang dilakukan adalah rukuk terlebih dahulu kemudian dia bersujud. (Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu) yaitu Apa yang dilakukan itu seperti yang dikatakan “Sesungguhnya kebaikan orang-orang yang berbakti itu merupakan keburukan orang-orang yang mendekatkan dirinya” Diriwayatkan dari Al-Awwam, dia berkata,”Aku bertanya kepada Mujahid tentang ayat sajdah (Shad) maka dia menjawab,”Aku berkata kepada Ibnu Abbas, "Mengapa kamu bersujud?" Ibnu Abbas menjawab,”Apakah kamu tidak pernah membaca firmanNya: (dan kenapa sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Dawud dan Sulaiman) (Surah Al-An'am: 84) dan: (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka) (Surah Al-An'am: 90) Dan nabi Dawud termasuk salah seorang yang Nabi SAW kalian memerintahkan kepada kalian untuk mengikutinya. Nabi Dawud bersujud, maka Rasulullah SAW juga bersujud. Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik) yaitu sesungguhnya dia kelak pada hari kiamat mendapat kedudukan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan tempat kembali yang baik, yaitu derajat yang tinggi di surga karena taubat dan keadilannya yang sempurna dalam kerajaannya.
Tafsir As-Sa'di
23. Maksudnya adalah, bahwa kedua orang yang bersengketa ini telah diketahui bahwa tujuan mereka adalah mencari kebenaran yang jelas lagi murni. Jika demikian, maka mereka akan menceritakan kepada Dawud tentang informasi mereka dengan benar. Nabiyullah Dawud sama sekali tidak merasa muak oleh nasihat mereka berdua padanya dan tidak pula mencela keduanya, di mana salah satu dari keduanya berkata, “Sesungguhnya saudaraku ini,” artinya ia menyatakan persaudaraan seagama atau seketurunan atau persahabatan untuk menyatakan tidak adanya perbuatan zhalim, dan bahwa perbuatan zhalimnya yang keluar darinya lebih besar daripada yang lain; “mempunyai Sembilan puluh Sembilan ekor kambing betina.” Ini adalah suatu keuntungan yang sangat besar yang patut diterima dengan puas hati atas apa yang telah dikaruniakan Allah, “dan aku mempunyai seekor saja.” Lalu ia berambisi memilikinya. “Maka ia berkata, ‘Serahkanlah kambingmu itu kepadaku’,” maksudnya, biarkanlah semuanya padaku dalam tanggunganku, “dan dia mengalhkan aku dalam perdebatan.” Yakni, dia telah mengalahkanku dalam perkataan, dan ia terus mengalahkanku atau hampir.
Tafsir Al-Wajiz
23. Sesungguhnya dia ini adalah saudaraku, dia mempunyai 99 kambing betina sedangkan aku hanya mempunyai satu saja. Dia berkata: serahkan kambingmu kepadaku, biarkan aku memilikinya, sehingga kambing itu menjadi kelompok kambingku. Dia telah mengalahkanku dalam menjelaskan hujjah atas perdebatan kami

Sumber tafsir dari tafsirweb.com