Surah Hud : Ayat 23
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَخْبَتُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan kebenaran dan ketulusan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan dengan tulus ikhlas, dan merendahkan diri menghadapkan wajahnya kepada tuhan pemelihara alam semesta. Mereka itu adalah penghuni surga yang tidak pernah keluar darinya, karena mereka kekal berada di dalamnya. Allah membuat perumpamaan sifat dan keadaan kedua golongan, yaitu golongan orang-orang kafir dan golongan orang-orang mukmin. Golongan orang kafir ibarat seperti orang buta mata kepala dan mata hatinya, sehingga tidak melihat tanda-tanda yang dapat menghantarkan ke jalan yang benar. Dan tuli telinganya, tidak mendengar sedikit pun tuntunan dan petuah-petuah agama. Adapun orang mukmin diibaratkandengan orang yang dapat melihatdengan mata kepala dan mata hatinya dan dapat mendengar dalam keadaan sempurna, karena mereka menggunakan penglihatan dan pendengarannya untuk memperhatikan, memahami, serta mengamalkan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Samakah kedua golongan itu' tentu keduanya tidak sama. Maka dengan itu tidakkah kamu mengambil pelajaran' karena di balik perumpamaan terdapat pelajaran yang paling berharga.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 23-24 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, Allah mengiringinya dengan menyebutkan orang-orang yang berbahagia yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Maka hati mereka beriman dan anggota tubuh mereka mengerjakan amal shalih, baik lisan maupun perbuatan berupa mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemunkaran. Oleh karena itu, mereka mewarisi surga-surga yang mengandung gedung-gedung tinggi, ranjang-ranjang empuk, buah-buahan yang rendah, permadani tinggi, bidadari yang cantik, buah-buahan yang berragam, makanan yang lezat, minuman yang lezat, dan melihat Pencipta langit dan bumi. Mereka kekal di dalamnya, tidak mati, tua, sakit, tidur, menunaikan hajat, meludah, dan berdahak, melainkan hanya berkeringat yang aromanya seperti minyak kasturi. Kemudian Allah SWT membuat perumpamaan tentang orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Lalu Allah SWT berfirman: (Perbandingan kedua golongan itu) yaitu, orang-orang yang disifati pertama dengan kecelakaan dan orang-orang mukmin yang berbahagia dan mereka itu (sama halnya dengan orang yang buta dan yang tuli) dan orang-orang yang berbahagia itu seperti orang yang melihat dan yang mendengar. Orang kafir itu buta tidak dapat melihat kebenaran di dunia dan akhirat, dia tidak mendapat petunjuk dan tidak mengenali kebaikan. Dia juga tuli dari mendengar hujjah sehingga tidak bisa mendengar dan mendapat manfaat darinya (Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar (23)) (Surah Al-Anfal: 23). Adapun orang mukmin, maka dia cerdas, pandai dan berakal. dia melihat kebenaran dan membedakan antara kebenaran dengan kebathilan, lalu dia mengikuti kebaikan dan meninggalkan keburukan. Dia mendengar hujjah dan membedakannya dari hal yang syubhat, maka dia tidak teperdaya oleh kebathilan. Maka apakah sama antara orang ini dan orang itu? Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)) Apakah kalian tidak mengambil pelajaran, lalu membedakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidak sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr)
Tafsir As-Sa'di
23 Allah berfirman ”sesungguhnya orang orang yang beriman” dengan hati mereka membenarkan dan menggakui apa yang diperintahkan Allah untuk beriman kepada pokok pokok dan dasar dasar agama “dan mengerjakan amal amal shalih” yang meliputi perbuatan perbuatan hati, anggota badan dan perkataan perkataan lisan, ”dan merendahkan diri kepada Rabb mereka” yakni mereka tunduk, pasrah dan takluk kepada kebesaran dan kekuasaanNya, mereka kembali kepadaNya dengan kecintan, ketakutan, harapan dan berseraah diri kepadaNya “mereka itu” orang orang yang mengumpulkan sifat sifat tersebut ”adalah penghuni penghuni surga. Mereka kekal didalamnya.” karena mereka tidak membiarkan kebaikan sebagai tuntutan melainkan pasti mereka mendapatkannya, dan tidak ada kebaikan melainkan mereka berlomba kepadanya.
Tafsir Al-Wajiz
23. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri karena takut kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com