Surah Al-Haqqah : Ayat 22
فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
"dalam surga yang tinggi,"
Tafsir Ringkas Kemenag
21-24. Maka sebagai balasan atas amal salehnya ketika di dunia orang itu berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridai, sehingga dia benar-benar merasa puas dengan anugerah Allah tersebut yaitu dalam surga yang tinggi tempat dan martabatnya. Di antara fasilitasnya adalah buah-buahannya dekat sehingga mudah untuk memetiknya. Kepada mereka dikatakan, 'makan dan minumlah dengan nikmat apa saja yang kamu inginkan. Ltu semua adalah ganjaran dari Allah karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. ' demikianlah ke-mahaadilan Allah, ia memberikan balasan yang sempurna bagi orang-orang yang bersabar untuk senantiasa taat kepada-Nya selama hidup di dunia
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-24 Allah SWT memberitahukan tentang kebahagiaan orang-orang yang menerima kitab catatan amalnya dari sebelah kanannya pada hari kiamat dan kegembiraan mereka dengan hal itu, bahwa karena gembiranya dia berkata kepada setiap orang yang dia jumpai, sebagaimana firmanNya: ("Ambillah, bacalah kitabku (ini)”) yaitu ambillah dan bacalah kitabku ini, karena dia mengetahui bahwa apa yang terdapat di dalamnya adalah kebaikan, karena dia termasuk orang-orang yang keburukannya telah diganti Allah dengan kebaikan. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku yakin bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku (20)) yaitu sesungguhnya aku ketika di dunia meyakini bahwa hari ini pasti akan terjadi, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya) (Surah Al-Baqarah: 46) Allah SWT berfirman: (Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai (21)) yaitu diridhai (dalam surga yang tinggi (22)) yaitu, yang gedungnya tinggi-tinggi, bidadarinya cantik-cantik, tempat tinggal yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang abadi. Disebutkan dalam hadits shahih,”Sesungguhnya surga itu terdiri dari seratus tingkatan, dan jarak di antara masing-masing itu seperti jarak antara langit dan bumi” Adapun firman Allah: (Buah-buahannya dekat (23)) Al-Barra bin Azib, berkata bahwa itu adalah mudah dipetik oleh seseorang dari mereka, sekalipun dia berada di atas tempat tidurnya dalam keadaan berbaring. Demikian juga dikatakan oleh beberapa ulama’. Firman Allah SWT: ((kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu" (24)) yaitu hal itu dikatakan kepada mereka sebagai anugerah, kenikmatan dan kebaikan atas mereka. Sesungguhnya telah disebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah SAW bahwa beliau SAW bersabda:”"Beramallah, luruslah dan dekatkanlah diri kalian, dan ketahuilah bahwa seseorang dari kalian tidak akan dapat dimasukkan ke dalam surga oleh amal perbuatannya" Mereka bertanya,"Tidak juga engkau, ya Rasulullah" Rasulullah SAW menjawab, "Dan tidak pula aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepadaku"
Tafsir As-Sa'di
21-24. “Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,” maksudnya mencakup seluruh hal yang diinginkan jiwa dan dipandang nikmat oleh mata. Mereka rela mendapatkannya dan tidak memilih yang lain. “Dalam surga yang tinggi,” yakni, istana-istana yang tinggi tempatnya. “Buah-buahannya dekat,” maksudnya, buah dan tamannya dengan berbagai jenisnya dekat dan mudah dipetik oleh penghuninya, baik dengan berdiri, duduk, maupun bertelekan. Dikatakan kepada mereka sebagai suatu penghormatan, “Makan dan minumlah,” dari berbagai jenis makanan nikmat dan minuman yang lezat, “dengan penuh nikmat,” yakni dengan sempurna tanpa terkotori dan tanpa lelah mengunyah. Balasan itu mereka dapatkan “disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu,” yaitu amal-amal shalih yang kamu kerjakan dan amal-amal buruk yang kamu tinggalkan seperti shalat, puasa, sedekah, haji, berbuat baik terhadap sesama, dzikir mengingat Allah, bertaubat padaNYa dan amalan-amalan lain yang menjadi sebab masuk surga, menjadi unsur kenikmatan dan pangkal kebahagiaannya dan meninggalkan amal-amal yang buruk.
Tafsir Al-Wajiz
22- 23. Yaitu kehidupan di surga yang tempat dan derajatnya tinggi. Buah-buahannya sangat dekat. Dia bisa memakannya dengan berdiri, bersandar dan berbaring