Surah Luqman : Ayat 22
۞ وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ
"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh mengherankan jika seseorang mengingkari wujud dan keesaan-Nya, apalagi hal itu hanya didasarkan pada taklid buta. Ia tidak memiliki pegangan, berbeda halnya dengan orang yang berserah diri kepada Allah. Siapa saja yang berserah diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan, sedang dia orang yang berbuat kebaikan dengan menebarkan kebajikan kepada siapa pun dan di mana pun, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kukuh. Di akhirat ia akan memperoleh balasannya karena hanya kepada Allah kesudahan segala urusan untuk diputuskan dan dibalas dengan sangat adil. 23-24. Wahai nabi Muhammad, jika segala urusan kembali kepada Allah untuk diputuskan dengan adil maka siapa saja yang memilih jalan kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada kami tempat kembali mereka di akhirat nanti, lalu kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan kemudian kami balas dengan setimpal. Tidak ada yang bisa disembunyikan di akhirat nanti karena sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu, bahkan yang tersirat dalam isi hati. Semua akan mendapat balasan setimpal, karena itulah kami biarkan mereka bersenang-senang di dunia yang hanya sebentar dan serba terbatas. Kemudian apabila masa yang telah kami tentukan tiba, kami paksa mereka masuk ke dalam azab yang keras.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 22-24 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang yang berserah diri kepada Allah, yaitu ikhlas dalam beramal dan tunduk kepada perintahNya serta mengikuti syariatNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan) yaitu dalam amalnya dengan mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang (maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh) yaitu, sungguh dia mengambil janji yang kuat dari Allah bahwa Dia tidak akan mengazabnya. (Dan hanya kepada Allahlah kesudahan segala urusan (22) Dan barangsiapa kafir, maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu) yaitu wahai Muhammad, janganlah bersedih hati atas kekafiran mereka kepada Allah dan kepada apa yang kamu sampaikan kepada mereka. Sesungguhnya takdir Allah pasti dilaksanakan terhadap mereka, dan hanya kepada Allah tempat mereka kembali, lalu Kami akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan, yakni Allah akan membalas mereka atas hal itu (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati) yaitu tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagiNya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar) di dunia (kemudian Kami paksa mereka) kami memaksa mereka ((masuk) ke dalam siksa yang keras) yaitu siksaan yang mengerikan, sulit, berat bagi jiwa, sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung." (69) (Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka (70)) (Surah Yunus)
Tafsir As-Sa'di
22. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah,” maksudnya, tunduk dan patuh kepadaNya dengan mengerjakan syariat-syariatNya dengan menuluskan agama (hanya) kepadaNya “sedang dia orang yang berbuat kebaikan,” di dalam Islam tersebut. Yaitu keberadaan amal yang dikerjakannya adalah yang masyru’ (dibenarkan agama) dan dengan mengikuti Rasulullah; atau barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dengan melakukan semua ibadah, sedangkan dia bersikap ihsan di dalamnya, yaitu dengan beribadah kepada Allahseolah-olah dia melihatNya, dan jika dia tidak melihatNya, maka seolah-olah dia melihatNya, dan jika dia tidak melihatNya, maka Dia melihatnya. Atau barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dengan cara melaksanakan hak-hakNya, sedangkan dia berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dan melaksanakan hak-hak mereka. Makna-makna tersebut senada, tidak ada perbedaan di antara semua itu kecuali dari sudut perbedaan sumber dua lafazh tersebut. Dan jika tidak demikian, maka semuanya sepakat atas (maksud) menunaikan seluruh syariat-syariat agama dengan semampu mungkin untuk diterima dan sesempurna mungkin. Maka siapa saja yang telah melakukan hal itu, “maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh,” maksudnya, kepada buhul ikatan yang siapa saja berpegang teguh kepadanya, niscaya akan menjadi kuat, selamat dan bebas dari kebinasaan, serta meraih segala kebaikan. Dan siapa saja yang tidak menyerahkan dirinya kepada Allah, atau tidak bersikap ihsan, maka berarti dia tidak berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan apabila dia tidak berpegang kepada buhul tali yang kokoh, maka tidak ada jalan lain (baginya) selain kebinasaan dan kecelakaan. “Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan,” maksudnya, tempat kembalinya dan tempat berakhirnya (segala urusan). Lalu Dia memberikan keputusan terhadap hamba-hambaNya dan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka, dan sesuai dengan akhir kesudahan mereka yang sampai kepadaNya. Maka hendaklah mereka bersiap-siap untuk menghadapi urusan ini.
Tafsir Al-Wajiz
22. Barangsiapa menyerahkan segala urusannya kepada Allah, ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, dan juga senantiasa berbuat kebaikan serta menyempurnakannya, maka sesungguhnya dia berpegang teguh kepada tali yang kukuh. Yaitu berpegang kepada janji atau tali yang menuntunnya menuju keridhoan Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kembalinya segala sesuatu, bukan kepada selain-Nya