Surah Al-Ankabut : Ayat 22
وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ
"Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Jangan duga akan dapat menghindar dari siksa-Nya, karena ketika itu tidak ada kekuasaan selain kuasa-Nya dan kamu wahai para pendurhaka sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari siksa yang ditetapkan Allah, baik kamu berada di bumi maupun berada di langit, dan tidak ada pelindung yang dapat menghalangi siksa Allah dan penolong bagimu yang dapat meringankan siksa yang ditetapkan itu selain Allah. 23. Harapan mereka untuk meraih surga pupus, dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam raya maupun yang tertulis dalam kitab suci, dan mengingkari pertemuan dengan-Nya, yakni pada hari kebangkitan, mereka itu sungguh telah berputus asa dari rahmat-ku ketika menyaksikan azab yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-23 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim bahwa dia memberi petunjuk mereka untuk membuktikan adanya hari kebangkitan yang mereka ingkari melalui apa yang mereka saksikan di dalam diri mereka sendiri, yaitu bahwa Allah menciptakan mereka yang pada sebelumnya sesuatu yang tidak pernah ada, kemudian mereka diadakan dan menjadi manusia yang dapat mendengar dan melihat. Maka Dzat yang memulai penciptaan itu mampu mengembalikannya hidup, dan sesungguhnya hal itu mudah dan ringan bagiNya. Kemudian nabi Ibrahim memberi petunjuk kepada mereka tentang hal itu melalui segala sesuatu yang mereka saksikan di cakrawala berupa berbagai tanda kekuasaan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, yaitu langit dan bintang-bintang yang ada padanya, baik yang bersinar, yang tetap, dan yang beredar. Serta bumi dan tanah-tanah membentang, gunung-gunung, lembah-lembah, tanah datar yang terbuka, hutan-hutan, pepohonan, sungai-sungai, buah-buahan, dan lautan; semua itu menunjukkan keadaannya, dan menunjukkan adanya Dzat yang menciptakannya, mengadakan, dan memilihnya. Dzat yang berfirman terhadap sesuatu,"Jadilah," maka terjadilah hal itu. Oleh karena itu dia berkata. (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (19)) sebagaimana firmanNya: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya) (Surah Ar-Rum: 27) Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi) yaitu hari kiamat (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) Kedudukan ini serupa dengan firman Allah SWT: (Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar) (Surah Fushshilat: 53) Firman Allah SWT: (Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu, Dialah Dzat yang menentukan dan mengatur yang berbuat apa yang Dia kehendaki dan memutuskan apa yang Dia inginkan, tidak ada yang menghalangi keputusanNya, dan tidak ada yang meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang Dia perbuah, melainkan merekalah yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Hanya milikNyalah semua makhluk dan semua urusan, apa yang Dia lakukan hanyalah keadilan, karena Dialah yang Maha Merajai yang tidak pernah berbuat zalim bahkan seberat dzarrah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan (21)) yaitu dikembalikan pada hari kiamat. Firman Allah SWT: (Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit) yaitu, tidak ada seorang pun dari kalangan penduduk langit dan bumi yang bisa melemahkanNya, bahkan Dia Maha Perkasa atas semua hambaNya. Segala sesuatu takut dan butuh kepadaNya, sedangkan Dia tidak membutuhkan kepada selainNya. (dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah (22) Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan denganNya) yaitu mereka ingkar dan kafir kepada hari kebangkitan (mereka putus asa dari rahmat-Ku) yaitu, tidak ada bagian bagi mereka dari rahmatKu (dan mereka itu mendapat azab yang pedih) yaitu menyakitkan dan keras di dunia dan akhirat
Tafsir As-Sa'di
22. “Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak pula di langit,” maksudnya wahai orang-orang yang mendustakan yang lancang melakukan berbagai kemaksiatan! Jangan sekali-kali kalian dapat mengalahkan Allah di muka bumi ini ataupun di langit. Maka jangan sekali-kali kekuasaan kalian memberdayakan kalian, dan (juga) rayuan serta tipu daya nafsu kalian, bahwa kalian akan selamat dari azab Allah. Sebab, kalian sama sekali tidak dapat lepas dari azab Allah di seluruh penjuru alam semesta ini, “dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung selain Allah,” yang melindungi kalian sehingga kalian dapat memperoleh kemaslahatan agama dan dunia kalian, “dan tidak pula penolong” yang dapat menolong kalian, lalu menolak segala yang dibenci dari kalian.
Tafsir Al-Wajiz
22. Wahai para pendusta yang suka menyangkal, kalian tidak akan bisa menghalangi Allah untuk menangkap kalian di bumi dan di langit. Kalian juga tidak memiliki penolong selain Allah yang dapat membantu urusan kalian dan melindungi kalian serta penyelamat yang menyelamatkan kalian dari azabNya