Surah Al-Anbiya : Ayat 22
لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

"Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Seandainya pada keduanya, langit dan bumi, ada tuhan-tuhan selain Allah, yang mengelola langit dan bumi sebagaimana dugaan orang-orang kafir, tentu keduanya telah binasa karena perselisihan pengelolaan di antara dua tuhan ini. Dengan demikian, jelaslah kepalsuan dugaan orang kafir yang meyakini ada dua tuhan atau lebih. Mahasuci Allah dengan kesucian yang mutlak, tuhan yang memiliki 'arsy, dari apa yang mereka sifatkan kepada-Nya dengan tanpa dasar. 23. Dia, Allah, tidak ditanya atau dievaluasi dan dimintai pertanggungja-waban tentang apa yang dikerjakan-Nya terhadap makhluk, karena Allah tuhan yang maha berkuasa, yang kekuasaan-Nya mutlak. Tidak pernah salah atau keliru sedikit pun dalam semua perbuatan-Nya. Tetapi sebaliknya manusia, merekalah yang akan ditanya atau dievaluasi dan dimintai pertanggung jawaban tentang semua yang mereka kerjakan di dunia, baik karena kelemahan atau kebodohan maupun karena dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-23 Allah SWT mengingkari orang yang menjadikan tuhan-tuhan selain Dia, lalu Allah berfirman: (Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? (21)) yaitu apakah tuhan-tuhan mereka itu dapat menghidupkan dan membangkitkan orang-orang mati dari tanah? yaitu mereka tidak mampu melakukan sesuatu dari itu. Maka bagaimana bisa mereka menjadikannya sebagai tandingan Allah yang mereka sembah bersamaNya. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa seandainya ada tuhan-tuhan selain Allah, maka langit dan bumi akan rusak. Lalu Allah berfirman: (Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah) yaitu di langit dan bumi (tentulah keduanya itu telah rusak binasa) sebagaimana firmanNya: (Allah sekali-kali tidak mempunyai anak dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu (91)) (Surah Al-Mu’minun) Allah SWT berfirman di sini: (Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan) yaitu dari apa yang mereka katakan, bahwa Allah memiliki anak atau sekutu. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka buat-buat dengan ketinggian yang Maha Besar. Firman Allah: (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai (23)) yaitu Dialah Dzat Yang memutuskan yang tidak ada yang menghalangi keputusanNya dan tidak ada seorangpun yang dapat menolakNya karena keagungan, kebesaran, ilmu, hikmah, keadilan, dan kelembutanNya (dan merekalah yang akan ditanyai) yaitu, Dia adalah Dzat yang akan menanyai makhlukNya tentang apa yang telah mereka perbuat, seperti firmanNya: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) (Surah Al-Hijr) Ini sebagaimana firman Allah SWT: (sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)Nya) (Surah Al-Mu’minun: 88)
Tafsir As-Sa'di
22. Orang musyrik menyembah makhluk yang tidak bisa memberikan manfaat atau membahayakan dengan meninggalkan sikap keikhlasan kepada Allah, Dzat yang mempunyai seluruh kesempurnaan. Di TanganNYa-lah terdapat (kendalli) segala urusan, manfaat, dan bahaya. Ini (perbuatan orang musyrik itu) termasuk (cerminan) tidak adanya taufik Allah padanya, buruknya keberuntungannya, kebodohannya yang parah, dan besarnya ulah kezhalimannya. Sesungguhnya alam semesta ini tidak akan menjadi baik kecuali bila berada di bawah satu sesembahan semata. Sebagaimana tidaklah alam (ini) diadakan kecuali oleh satu pemilik (Rabb). Karenanya, Allah berfirman, “Sekiranya di dalam keduanya,” yaitu di langit dan bumi “terdapat tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa,” pada bentuk keduanya, dan rusak pula makhluk-makhluk yang berada di dalamnya. Penjelasannya sebagai berikut: Bumi lapisan atas dan lapisan bawah berdasarkan pemandangan yang terlihat dalam bentuk yang paling sempurna ditilik dari aspek keindahan dan keteraturan, yang tidak ada celah kekurangan, cacat, pertentangan, dan kontradiksi di dalamnya, hal ini mengindikasikan bahwa Dzat yang mengaturnya satu, Pemiliknya satu dan TUhannya satu. Andai saja, alam ini mempunyai dua pengatur dan dua pemilik atau lebih dari itu, niscaya aturan geraknya aan carut-marut, tiang-tiangnya akan roboh, keduanya-duanya akan saling bertentangan dan berlawanan. Jika salah satu dari keduanya ingin menetapkan suatu pengaturan tertentu, sementara pihak lain tidak menghendakinya, niscaya realisasi keinginan mereka berdua secara sekaligus merupakan bentuk kemustahilan. Dan terealisasinya keinginan salah satu pihak, sementara kehendak yang lain tidak terwujud, menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaan pihak yang lain itu. Sedangkan keserasian dua belah pihak pada satu kesepakatan bulat dalam seluruh perkara adalah tidak mungkin juga. Oleh karenanya, menjadi sebuah kepastian bahwa Dzat yang Perkasa yang kehendakNya semata yang dapat terwujudkan (sesuatu) tanpa ada penentang atau penyanggah, DIa adalah Allah Yang Mahasatu lagi Mahaperkasa. Karena ini , Allah menyebutkan sebuah bentuk dalil tamanu’ (kontradiktif) dengan FirmanNYa, " Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu," (Al-Mu’minun:91), senada dengan ayat di atas, penggunaan ayat berikut berdasarkan salah satu tafsirannya, " Katakanlah: "Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy". Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya." (Al-Isra:42-43). Karenanya, Allah berfirman, “Maka Mahasuci Allah,” Dia berlepas diri dan Suci dari segala kekurangan yang mengarah pada kesempurnaanNYa “Yang mempunyai ‘Arasy,” yang menjadi atap seluruh makhluk, tempat yang paling luas dan paling agung. Maka, rububiyah (pengaturan) Allah terhadap makhluk-makhluk lain yang lebih kecil dari Arasy adalah lebih masuk akal “dari apa yang mereka sifatkan,” yaitu orang-orang yang menentang dan mengingkari, berupa (tindakan) penisbatan anak dan istri bagi Allah, serta kepemilikan sekutu dari segala aspek.
Tafsir Al-Wajiz
22. Jika saja di langit dan bumi itu ada tuhan-tuhan selain Allah, maka sungguh tatanan alam akan hancur dan tidak stabil karena ksewenang-wenangan setiap tuhan dalam menentukan aturan tertentu, sehingga yang terjadi adalah perdebatan dan perselisihan. Maka sucikanlah Allah, Tuhannya ‘Arsy dari sesuatu yang direkayasa oleh orang-orang musyrik itu.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com