Surah Al-Isra : Ayat 22
لَّا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَّخْذُولًا
"Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Oleh karena itu, janganlah engkau adakan tuhan yang lain di samping Allah, yakni jangan mempersekutukan-Nya, nanti engkau menjadi tercela dan terhina karena perbuatanmu itu, sehingga engkau menyesal karena tidak ada siapa pun yang dapat menolongmu. Setelah menjelaskan penggolongan manusia menjadi dua golongan; ada yang menghendaki kehidupan dunia saja dan ada yang menghendaki kehidupan akhirat di samping kehidupan dunia, kelompok ayat ini selanjutnya menjelaskan tatakrama pergaulan antar manusia dalam kehidupannya. Ayat ini menyatakan, dan tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dan mereka berada dalam pemeliharaanmu, maka sekalikali janganlah kamu menyakiti keduanya, misalnya dengan mengatakan kepada keduanya perkataan ah, yakni perkataan yang mengandung makna kemarahan atau kejemuan, dan janganlah engkau membentak keduanya jika mereka merepotkan kamu atau berbuat sesuatu yang kamu tidak menyukainya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, yakni perkataan yang baik, yang mengandung penghormatan dan kasih sayang.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman, bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang diberi tanggung jawab di antara umatnya, yaitu: "wahai orang yang diberi beban, janganlah kamu adakan sekutu bagi Tuhanmu dalam penyembahanmu kepadaNya" (agar kamu tidak menjadi tercela) yaitu kamu mengadakan sekutu bagiNya (dan tidak ditinggalkan (Allah)) karena Allah SWT tidak akan menolongmu, bahkan Dia menyerahkanmu kepada sekutu yang kamu sembah bersama Allah, padahal sekutu itu tidak dapat menimpakan mudharat dan tidak pula manfaat, karena sesungguhnya yang memiliki mudharat dan manfaat hanya Allah saja. Tidak ada sekutu bagiNya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang mengalami suatu kebutuhan, lalu meminta tolong kepada manusia untuk hal itu, maka kebutuhannya itu tidak akan terpenuhi. Dan barangsiapa yang meminta tolong kepada Allah untukhal itu, maka Allah mengirimkan kepadanya kecukupan, terkadang di masa mendatang, dan terkadang dengan segera” Abu Dawud dan Tirmudzi meriwayatkannya dari hadits Basyir bin Salman. Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan, shahih, dan gharib.
Tafsir As-Sa'di
22. Maknanya: Janganlah kalian meyakini bahwasanya ada salah satu dari makhluk yang berhak untuk diibadahi. Jangan (pula) kalian menyekutukan siapa pun denganNya dalam beribadah. Sesungguhnya itu semua merupakan penyulut celaan dan penelantaran (tanpa bimbingan Allah). Allah, para malaikat dan para RasulNya telah melarang syirik, betul-betul mencela pelakunya, dan menyandangkan predikat-predikat tercela dan ciri-ciri yang buruk lantaran tindak kesyirikan, selama pelakunya merupakan orang yang sifatnya paling jelek dan citranya paling buruk. Dalam urusan agama dan dunianya, dia mengalami penelantaran sesuai besar kecilnya tindakannya meninggalkan ketergantungan kepada Rabbnya. Barangsiapa yang bersandar kepada selain Allah, maka (kondisinya) akan terlantara, dia pun akan dibuat memiliki ketergantungan kepada obyek yang digantunginya tersebut. Padahal tidak ada seorang pun yang mampu memberi manfaat bagi orang lain kecuali dengan izin Allah. Sebagaimana orang yang menjadikan sesembahan selain Allah mendapatkan celaan dan kenistaan, maka orang yang bertauhid dan mengikhlaskan agamanya hanya kepada Allah serta bergantung hanya kepadaNya, maka dia dalam keadaan terpuji dan tertolong dalam segala keadaannya.
Tafsir Al-Wajiz
22. Wahai manusia, janganlah kamu menyertakan tuhan lain selain Allah sebagai sekutu dalam peribadatanmu, sehingga kamu akan mendapatkan cacian dari Allah, para malaikat Allah dan hamba-hamba yang shalih serta menjadi orang yang gagal, sehingga tidak ada penolong bagimu. Allah akan menelantarkanmu