Tafsir Ringkas Kemenag
Dan hal lain yang membuktikan kekuasaan kami adalah bahwa kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan butir-butir awan dan dari hasil perkawinan itu, kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu sekalian, tumbuh-tumbuhan, dan hewan dengan air itu, dan bukanlah kamu, melainkan kami-lah, yang menyimpan dan menguasainya. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menyatakan, dan ketahuilah bahwa sungguh, kamilah yang menghidupkan apa yang ada di alam, termasuk manusia, dan kami pula yang mematikan mereka, dan kami pula yang mewarisi apa saja yang ditinggalkan oleh makhluk-makhluk itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-25 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang memiliki segala sesuatu, dan bahwa segala sesuatu itu mudah dan tidak ringan bagiNya. Di sisiNya perbendaharaan segala sesuatu dari segala jenis hal (dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu) yaitu menurut apa yang DIa kehendaki dan dan inginkan, dan karena dalam hal itu ada hikmah yang jelas dan rahmat bagi hamba-hambaNya, bukan sebagai suatu kewajiban, bahkan Dia menetapkan atas DzatNya rahmat. Firman Allah SWT: (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) yaitu mengisi awan, sehingga bisa mengucurkan air, serta mengawinkan tumbuh-tumbuhan, sehingga terbuka daun-daunnya dan mayang bunganya. Disebutkan dalam bentuk jamak agar bisa menyubrukannya, berbeda dengan angin yang kering, maka disebutkan dalam bentuk mufrad, dan disifati dengan kata “'aqim” yaitu tidak menyuburkan. karena tidak menghasilkan sesuatu melainkan hanya dua hal atau lebih. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud tentang firmanNya: (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) dia berkata angin itu dikirimkan, maka membawa air dari langit, kemudian menggerakkan awan sehingga awan itu menjatuhkan hujan sebagaimana air susu keluar. Firman Allah: (lalu Kami beri minum kalian dengan air itu) yaitu, Kami menurunkannya kepada kalian dalam keadaan tawar sehingga kalian bisa meminumnya. Seandainya Kami menghendaki, maka Kami menjadikannya asin, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain dalam surah Al-Waqi'ah, yaitu firman Allah SWT: (Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum (68) Kaliankah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? (69) Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan air itu asin, maka mengapakah kalian tidak bersyukur? (70)) (Surah Al-Waqi'ah) dan (Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak kalian (10)) (Surah An-Nahl) Terkait firman Allah: (dan sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya) Sufyan Ats-Tsauri berkata yaitu mencegahnya. Bisa juga bahwa yang dimaksud adalah dan kalian bukanlah orang-orang yang memeliharanya, tetapi Kamilah yang menurunkan dan memeliharanya untuk kalian, lalu Kami menjadikannya mata air dan sumber air di bumi. Seandainya Allah SWT menghendaki, maka Dia mengeringkan dan melenyapkannya. Tetapi karena rahmatNya, Dia menurunkan dan menjadikannya tawar, lalu Dia memeliharanya di dalam mata air-, sumur-sumur, sungai-sungai dan tempat lainnya, agar mencukupi mereka selama satu tahun agar mereka bisa meminumnya, memberi minum hewan ternak mereka, dan mengairi tanaman dan buah-buahan mereka. Firman Allah: (Dan sesungguhnya benar-benar Kamilah yang menghidupkan dan mematikan) Pemberitahuan tentang kekuasaanNya dalam memulai penciptaan dan mengulanginya, dan bahwa Dia adalah Dat yang menghidupkan makhluk dari tidak ada, kemudian Dia mematikan mereka, lalu Dia membangkitkan mereka semua pada hari perhimpunan. Allah memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang mewariskan bumi dan makhluk yang ada padanya, dan hanya kepadaNyalah mereka kembali. Kemudian Allah berfirman seraya memberitahukan tentang kesempurnaan ilmuNya tentang mereka, dari awal hingga yang akhir mereka. Maka Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian) Ibnu Abbas berkata, bahwa orang-orang yang terdahulu adalah semua orang yang telah binasa sejak nabi Adam. dan orang-orang yang kemudian adalah orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang akan ada nanti sampai hari kiamat. Hal yang serupa diriwayatkan dari Ikrimah, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Muhammad bin Ka'b, Asy-Sya'bi, dan lainnya. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.