Surah Saba : Ayat 21
وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِٱلْءَاخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ
"Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Alasan Allah memberi iblis kesempatan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan adalah untuk menguji keimanan manusia. Dan tidak ada kekuasaan bagi iblis terhadap mereka, yakni anak-cucu nabi adam, melainkan hanya agar kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang akhirat itu. Dan tuhanmu maha memelihara segala sesuatu di alam semesta. 22. Allah maha esa, pemelihara alam semesta, dan hanya dia yang berhak disembah. Orang-orang yang menyembah selain Allah adalah mereka yang tertipu rayuan iblis. Sembahan mereka tidak sedikit pun memberi mereka manfaat. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada mereka yang mempersekutukan Allah, "seru dan minta-lah mereka yang kamu anggap sebagai tuhan selain Allah untuk menolak mudarat atau mendatangkan manfaat!" mereka, yakni sembahan itu, tidak memiliki kekuasaan seberat zarrah pun. Mereka tidak punya kuasa sekecil apa pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam penciptaan, pemeliharaan, dan peng-aturan langit dan bumi, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya dalam urusan apa pun. ' (lihat juga: f''ir/35: 13).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-21 Setelah menyebutkan tentang negeri Saba’ dan perkara mereka mereka karena mengikuti hawa nafsu dan setan, Allah memberitahukan tentang orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mengikuti iblis, hawa nafsu, dan menentang kebenaran serta jalan petunjuk. Maka Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka) Ayat ini sebagaimana dengan firman Allah yang memberitahukan tentang iblis ketika membangkang tidak mau bersujud kepada nabi Adam, Kemudian iblis berkata: (Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil) (Surah Al-Isra: 62) dan (kemudian aku akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapatkan sebagian besar dari mereka bersyukur (taat) (17)) (Surah Al-A'raf) Ayat-ayat tentang hal ini cukup banyak Firman Allah SWT: (Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka) Ibnu Abbas berkata bahwa makna nya adalah hujjah. Firman Allah: (melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dan siapa yang ragu-ragu) yaitu, sesungguhnya Kami membiarkan iblis menggoda mereka, agar tampak nyata perkara mereka, siapakah yang beriman kepada akhirat, adanya akhirat, hari perhitungan, dan hari pembalasan. Maka dia menyembah Tuhannya SWT dengan baik di dunia, dan siapakah yang meragukan hal itu di antara mereka. Firman Allah SWT: (Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu) yaitu sekalipun Dia telah memelihara, tetapi orang yang tersesat tetaplah tersesat yaitu orang-orang yang mengikuti iblis. Dan dengan pemeliharaanNya, selamatlah orang-orang yang selamat yaitu orang-orang mukmin yang mengikuti para rasul
Tafsir As-Sa'di
21. Kemudian Allah berfirman, “Dan tidak ada baginya” maksudnya, bagi iblis “sedikit pun kekuasaan terhadap mereka” maksudnya, pengendalian penguasaan dan pemaksaan terhadap apa yang dikehendakinya dari mereka; namun hikmah (kebijaksanaan) Allah menuntut penguasaan iblis dan bujukannya terhadap manusia, “agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu,” makusdnya, agar terjadi proses pengujian, dan dengannya dapat diketahui orang yang jujur dan yang dusta, serta dapat dibedakan siapa yang imannya benar-benar tetap teguh dalam menghadapi ujian, cobaan dan menghadapi syubhat-syubhat (pemikiran rancu) setan dari orang yang imannya tidak kokoh lagi mudah goncang dengan (ujian) syubhat yang sangatb sepele, dan (imannya) mudah terkikis disebabkan faktor yang sangat sederhana yang mengajaknya kepada lawan iman. Jadi, Allah menjadikan iblis sebagai ujian untuk menguji hamba-hambaNya dan menampakkan mana yang busuk dan mana yang baik, “Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu,” memelihara hamba-hambaNYa dan menjaga amal perbuatan mereka serta memelihara balasannya, dan Dia akan memberikannya kepada mereka secara sempurna.
Tafsir Al-Wajiz
21. Dan tidak adalah kekuasaan dan kewenangan bagi Iblis terhadap orang-orang yang menyimpang itu melainkan hanya membujuk dan menggoda. Akan tetapi kami menggoda mereka dengan bujukannua supaya Kami bisa menampakkan orang yang beriman kepada akhirar dan orang yang meragukannya. Dan Tuhanmu itu Maha Mengawasi segala sesuatu